Rabu, Januari 29, 2025

Khotbah Ibadah Mezbah Karmel

Amsal 18:21 (TB)  Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. 

Proverbs 18:21 (NET)  Death and life are in the power of the tongue, and those who love its use will eat its fruit.

Kebenaran yang dibukakan kepada Salomo. Salomo menulis berdasarkan pengalamannya, yang disingkapkan Tuhan kepadanya. Bahwa mulut atau lidah ini memiliki kuasa yang besar. Dalam keadaan hidup atau mati lidah ini membawa dampak yang besar. 
Siapa yang suka menggemakannya memiliki dampak terhadapnya atau atasnya, sebab perkataan mengandung kuasa.
Oleh karena perkataan kita orang lain dapat menangkap makna yang berbeda, menyakiti atau menyenangkan orang tersebut. Jadi bagaimana kita memikirkan apa yang akan kita katakan, semuanya dipertimbangkan dahulu dengan bijaksana sebelum diucapkan.
Kata mengandung kuasa, orang diubahkan sebab Firman yang ia dengar. Iman bertumbuh oleh karena pendengaran akan Firman Tuhan. 
Sebab itu berhati-hatilah dalam berkata kata.

1 Tesalonika 5:18 (TB) Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Mengucap syukurlah sebagai bentuk gema dari hidup kita. Dan apa yang kita gemakan akan berbalik kepada kita. 
1. Ucapan syukur adalah bentuk penghormatan kepada Tuhan. Baik atau tidak keadaan kita.
2. Ucapan Syukur adalah iman kita atasnya bahwa berkat ada di dalam rasa syukur.





Minggu, Januari 26, 2025

Khotbah Minggu 26 Januari 25

Special day - Tulude

Matius 4:1-4 (TB) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. 
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 
Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." 

Matthew 4:1-4 (NET) Then Jesus was led by the Spirit into the wilderness to be tempted by the devil.
After he fasted forty days and forty nights he was famished.
The tempter came and said to him, “If you are the Son of God, command these stones to become bread.”
But he answered, “It is written, ‘Man does not live by bread alone, but by every word that comes from the mouth of God.’”

Lapar merupakan suatu yang tidak salah, manusiawi bila seseorang merasa lapar. Dan ini yang dialami oleh Tuhan Yesus saat berpuasa 40 hari dipadang gurun, Ia dicobai iblis untuk mengganggu puasa Tuhan Yesus. Iblis mencobai Tuhan Yesus, mengubah batu menjadi roti. Tidak bisakah Tuhan mengubahnya? Sedang yang tidak ada menjadi ada, bagimana mungkin batu tak bisa menjadi roti? Namun, Tuhan tidak mempedulikan Iblis, sebab manusia tidak hidup dari roti 'saja tetapi dari Firman Allah.
tidak hidup dari roti 'saja - ini berarti Tuhan memperhatikan jasmani kita, apa yang kita butuhkan yang kita perlukan Tuhan memperhatikan.
tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah - hidup bukan hanya masalah makan saja, ada banyak hal selain makan, berumah tangga, pekerjaan, pendidikan, berUsaha, waktu kita tak hanya masalah makan saja, begitu banyak aspek selain makan yang harus kita pikirkan, kita lakukan. Dan Firman Allah adalah modal kita menghadapi kehidupan ini, dalam pendidikan, pengambilan keputusan, pekerjaan, usaha, pelayanan, pernikahan, dan semua keadaan dan masalah hidup kita. Firman itu kekuatan kita yang dimeteraikan Allah dihidup kita yang percaya kepadaNya.
Hidup adalah perjalanan hidup kita menuju sorga. Karena itu janganlah kita hidup hanya memenuhi hal jasmani kita, tapi hiduplah dari Firman Allah. 

Mazmur 1:1-3 (TB) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

Firman - modal menjalani kehidupan yang sehat, berhasil, yang bahagia, bermartabat, mulia, dan terjamin hidup Kekal.
1. Jadikan Firman Allah sebagai Prinsip Kehidupan
2. Berusaha untuk mendapatkan Firman, menerungkannya siang dan malam.
3. Berusaha Lakukan Firman, Yosua 1:8 (TB) Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung
Agar kita dapat bertindak hati-hati.


Sabtu, Januari 25, 2025

Khotbah Doa Subuh 25 Januari 2025

KESABARAN

Ibrani 6:15 (TB) Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 

Hebrews 6:15 (NET) And so by persevering, Abraham inherited the promise.

Sabar atau tidak mudah marah, emosi, dan dalam konteks ayat ini Makrotumeo akar kata Makrotumos yang artinya Ketahanan (mampu menderita dalam waktu yang lama), ketekunan (ketahanan dalam mengerjakan sesuatu), berjiwa panjang (memiliki pemikiran dan pertimbangan), berperasaan panjang, tidak mudah patah hati, kehendak panjang (keinginan kuat), toleran (memiliki kemampuan berrelasi dengan orang). Alkitab merekomendasikan Abraham sebagai orang yang dapat menanti janji Tuhan.
Tidak mudah untuk menanti dalam waktu yang lama, dan Abraham menanti 25 tahun untuk dapat memiliki keturunan. Kesabaran bukan sesuatu y iniang dibawa sejak lahir, namun itu merupakan proses kehidupan dengan bimbingan Firman Tuhan. Kita perlu Tuhan untuk bisa menjadi sabar.
Pentingnya menjadi sabar :
1. Ibrani 6:15 (TB) Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 
Kesabaran adalah kekuatan menanti janji Tuhan. 
Orang yang tidak sabar cenderung mengatur Tuhan.
2. 2 Korintus 6:4 (TB) Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
Kesabaran adalah ketahanan untuk menderita
3. Kolose 3:13 (TB) Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 
Kesabaran adalah kekuatan untuk berelasi dengan yang lain.
4. Amsal 16:32 (TB) Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. 
Kesabaran melebihi seorang pahlawan.

Senin, Januari 20, 2025

Renungan Malam, Minggu 19 Januari 2025

Bilangan 19
Pasal ini hanya membahas tentang penyiapan dan penggunaan abu yang harus dibubuhkan ke dalam air pentahiran. Sebelumnya umat mengeluhkan ketatnya hukum, yang melarang mereka untuk mendekat ke Kemah Suci (17:13). Sebagai jawaban atas keluhan ini, mereka di sini diperintahkan untuk menahirkan diri mereka, supaya mereka dapat mendekat ke Kemah Suci sejauh mereka perlu tanpa rasa takut. Di sini ada,

I. Cara untuk menyiapkan abu ini, yaitu dengan membakar seekor lembu betina merah, dengan sebuah upacara yang besar (ay. 1-10).

II. Cara menggunakan abu itu.

1. Abu itu dimaksudkan untuk menahirkan orang-orang dari kecemaran akibat terkena mayat (ay. 11-16).

2. Abu itu harus dimasukkan ke dalam air yang mengalir (dalam jumlah sedikit), yang dengannya orang yang akan dibersihkan harus ditahirkan (ay. 17-22). Dan penahiran yang bersifat keupacaraan ini merupakan bayangan dan gambaran dari dibersihkannya hati nurani orang-orang percaya dari kecemaran-kecemaran dosa. Hal itu tampak dari penjelasan sang rasul (Ibr. 9:13-14), di mana ia membandingkan percikan darah Kristus yang mampu menguduskan hati nurani, seperti “percikan abu lembu muda yang menguduskan mereka yang najis.”

Najis dan Tahir merupakan dua kondisi bertolak belakang yang bisa dialami orang Israel. Najis terjadi bila mereka menyentuh mayat, orang yang mati terbunuh oleh pedang, tulang manusia, kubur (19:16) atau imam yang selesai membakar korban maka imam itupun najis (19:7). Ada kondisi najis yang berlangsung sampai matahari terbenam (19:8b) dan ada yang berlangsung selama 7 hari (19:11). Kenajisan yang dipertahankan bisa mendatangkan hukuman mati (19:13). Mereka yang dinilai najis akan diasingkan dan kemudian dibasuh dengan air pentahiran (19:13). Bila seorang yang dianggap najis menyentuh sesuatu, maka apa yang disentuh menjadi najis (19:22). Pentahiran merupakan tindakan untuk menjaga komunitas umat Allah dari pengaruh yang membuat cemar serta menerapkan tegaknya kemurnian moral. Orang yang tahir harus memercikkan air pentahiran ke kemah, segala bejana, dan orang-orang yang najis agar semuanya kembali menjadi tahir (19:18) di hadapan TUHAN dan bagi sesama.

Bacaan Alkitab hari ini mengajar kita untuk menjaga kelayakan hidup di hadapan Tuhan dengan memahami apa yang boleh kita lakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, sehingga kita tidak jatuh dalam dosa (menjadi najis) di hadapan Tuhan. Bila kita jatuh dalam dosa yang sama, kita perlu mengintrospeksi diri dan memohon pengampunan Tuhan. Bila kita berada dalam kondisi tahir, kita harus menjaga diri agar kita jangan sampai jatuh ke dalam dosa. Kita dipanggil untuk menolong rekan-rekan seiman yang sedang bergumul melawan dosa, sehingga mereka segera sadar bila melakukan dosa dan mereka bisa menerima pengampunan dari Tuhan.

Apakah Anda memiliki kerinduan untuk dipakai oleh Allah guna membantu sesama yang sedang bergumul melawan dosa agar bisa melepaskan diri dari jerat dosa dan kembali kepada Tuhan? Ingatlah bahwa sebenarnya banyak orang yang membutuhkan pertolongan dari sesama saudara seiman. Mereka yang memerlukan pertolongan kita itu mungkin adalah keluarga, tetangga, teman, atau mereka yang selama ibadah minggu duduk di sebelah Anda. Mereka yang membutuhkan pertolongan Anda itu mungkin sengaja Tuhan tempatkan di dekat diri Anda agar Anda bisa menolong mereka, sehingga kita semua memiliki kehidupan yang berkenan pada Tuhan.

Bilangan 19:22 (TB) Segala yang diraba orang yang najis itu menjadi najis dan orang yang kena kepadanya menjadi najis juga sampai matahari terbenam."

Numbers 19:22 (NET) And whatever the unclean person touches will be unclean, and the person who touches it will be unclean until evening.’”

God wants us to live in Holiness

Allah menghendaki agar bangsa Israel hidup kudus dan menjauhi segala yang najis. Untuk itu Allah memberikan berbagai aturan praktis yang wajib dipatuhi bangsa Israel. Aturan itu dimulai dari kasus tersentuh mayat.

Aturannya sangat jelas bahwa orang yang tersentuh mayat akan menjadi najis selama tujuh hari (11) dan harus tinggal di luar perkemahan. Tidak hanya orang itu saja, semua yang disentuhnya dan lingkungan sekitarnya menjadi najis (22). Hal ini memperlihatkan bahwa kenajisan merupakan persoalan serius bagi Allah jika dikaitkan dengan kekudusan hidup. Sebab, kenajisan bisa menjadi "virus" yang menggerogoti kerohanian seseorang. Jika kehidupan rohani seseorang sakit, berarti kemanusiaannya pun ikut sakit.

Karena itu, orang yang terjangkiti kenajisan membutuhkan penahiran dari Allah. Dalam hal ini, Allah memberikan solusinya, yaitu penyembelihan lembu betina merah dan air penahiran sebagai penghapus dosa. Jika seseorang menjadi najis karena menyentuh mayat, imam harus menyembelih lembu betina merah, memercikkan air penahiran kepada orang tersebut, lalu membasuh pakaiannya dengan air. Dengan begitu, orang tersebut akan menjadi tahir kembali saat matahari terbenam.

Kematian dan kebangkitan Yesus telah menyempurnakan ritual kurban dan Hukum Taurat pada Perjanjian Lama. Pengurbanan Yesus terjadi sekali untuk selamanya, dan berkuasa membersihkan siapa pun yang percaya kepada-Nya dari segala dosa.

Kita seharusnya sungguh-sungguh hidup kudus dan tidak menajiskan diri dengan dosa, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Hidup suci karena mengasihi Tuhan semestinya kita wujudkan setiap waktu di dalam keluarga, gereja, dan masyarakat. [SDL]

Minggu, Januari 19, 2025

Khotbah Ibadah Minggu, 19 Januari 2025

Pdt. Dolfi Tololiu
GPdI Agape Bintauna Talaga Bolmong Utara

Kejadian 41:45 (TB) Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.

Genesis 41:45 (NET) Pharaoh gave Joseph the name Zaphenath-Paneah. He also gave him Asenath daughter of Potiphera, priest of On, to be his wife. So Joseph took charge of all the land of Egypt.

Kita tahu mengenai kisah Yusuf, Anak Yakub dari Rahel (Kej 30:24; 1Taw 2:2). Disayangi Yakub; dibenci oleh saudara-saudaranya (Kej 37:3-4). Mimpi-mimpi (Kej 37:5-11). Dijual ke tanah Mesir oleh saudara-saudaranya (Kej 37:12-36). Di rumah Potifar (Kej 39:1-19). Dipenjarakan karena tuduhan yang tak benar (Kej 39:20-23). Mengartikan mimpi hamba-hamba Firaun (dalam Kej 40:1-23). Mengartikan mimpi Firaun (Kej 41:1-36). Dijadikan penguasa di Mesir (Kej 41:41-57), demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.
Kita melihat bahwa kisah Yusuf begitu banyak pergumulan yang ia alami. Yusuf manusia biasa seperti kita, namun ia mampu lewati pergumulan-pergumulannya yang berat. 

Kejadian 41:38 (TB) Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?"

Ternyata dalam diri Yusuf ada Roh Allah. Yang dibutuhkan kita semua, agar kita bisa lewati masalah, pergumulan, cobaan yang berat dalam hidup kita. Roh Allah sumber kekuatan kita. Itulah sebabnya Yusuf bisa melihat Roh Allah mampu meluputkannya dari segala macam tantangan hidupnya yang berat.
Kuasa Roh Allah mampu melakukan hal hal yang besar. 

1. Kejadian 41:15-16 (TB) Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Aku telah bermimpi, dan seorang pun tidak ada yang dapat mengartikannya, tetapi telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya."
Yusuf menyahut Firaun: "Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun." 
Kuasa Allah memampukan Yusuf melakukan hal yang besar, dan tidak menjadi sombong, hingga seorang raja dapat memuji Yusuf. Semua karena pertolongan Tuhan, kepercayaan Tuhan, pemberian Tuhan. Roh Allah memampukan kita untuk mengerjakan kerendahan hati.

2. Kejadian 39:7-10 (TB) Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku."
Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku,
bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" 
Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
Kuasa Allah memampukan Yusuf melewati cobaan, menjaga kekudusan.
Bila tanpa Roh Allah kita tak mampu Melawati godaan, tidak mampu menjaga Kekudusan kita.
Sebab itu, kita bisa melihat apa yang tertulis dalam Firman : Yesaya 63:10
Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka. 
Efesus 4:30 (TB) Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 

3. Kejadian 45:5 (TB) Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.
Kuasa Allah memampukan Yusuf melihat rencana Tuhan yang besar.  Bila kita hidup dalam Roh Allah kita akan peka dengan kehendak Tuhan, mampu memberi pengampunan, mampu melihat rencana Tuhan dan bersyukur atasnya. Seperti halnya Yusuf yang mampu melepaskan pengampunan kepada sanak saudaranya yang telah menyakitinya.

Sebab itu Roh Allah perlu dijaga, agar Ia terus bekerja, memimpin hidup kita agar kita terus berkenan di hadapan Allah. 

Sabtu, Januari 18, 2025

Khotbah Fasting Week Sabtu, 18 Januari 2025

Yesaya 41:10 (TB) janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. 

Isaiah 41:10 (NET) Don’t be afraid, for I am with you! Don’t be frightened, for I am your God! I strengthen you – yes, I help you – yes, I uphold you with my saving right hand!

Tujuan Tuhan memegang kita untuk membawa kita pada Kemenangan. Kemenangan dilihat dari dua sisi, jasmani dan rohani. Secara rohani, berkemenangan dalam keluarga, karir, usaha maju, berhasil dalam studi, berprestasi, kehidupan yang makmur, dsb. Kemenangan secara Rohani, kita tetap percaya kepada Tuhan, setia beribadah, setia melayani, tetap hidup dalam Kekudusan, berintegritas, bersih, dan masuk sorga. Tuhan ingin kita meraih kemenangan yang bersifat lengkap rohani dan jasmani, dalam segala aspek kehidupan.
Misalnya dalam PL, Tuhan membawa bangsa Israel ke Tanah perjanjian, dalam perjalanan mereka ada banyak tantangan, namun Tuhan memberi mereka kemenangan dengan menang melawan tempat tempat yang akan mereka tundukkan, menang secara jasmani  dengan melewati kelaparan, dipelihara di beri makan oleh Tuhan. 
1. Tuhan mau kemenangan yang lengkap : jasmani dan rohani
2. Tuhan punya prioritas, kemenangan Rohani yang utama, dan jasmani adalah bonus
3. 

Jumat, Januari 17, 2025

Renungan Malam, 17 Januari 2025

Bilangan 17:1-13 (TB) TUHAN berfirman kepada Musa: 

"Katakanlah kepada orang Israel dan suruhlah mereka memberikan kepadamu satu tongkat untuk setiap suku. Semua pemimpin mereka harus memberikannya, suku demi suku, seluruhnya dua belas tongkat. Lalu tuliskanlah nama setiap pemimpin pada tongkatnya. 

Pada tongkat Lewi harus kautuliskan nama Harun. Bagi setiap kepala suku harus ada satu tongkat. 

Kemudian haruslah kauletakkan semuanya itu di dalam Kemah Pertemuan di hadapan tabut hukum, tempat Aku biasa bertemu dengan kamu.

Dan orang yang Kupilih, tongkat orang itulah akan bertunas; demikianlah Aku hendak meredakan sungut-sungut yang diucapkan mereka kepada kamu, sehingga tidak usah Kudengar lagi."

Setelah Musa berbicara kepada orang Israel, maka semua pemimpin mereka memberikan kepadanya satu tongkat dari setiap pemimpin, menurut suku-suku mereka, dua belas tongkat, dan tongkat Harun ada di antara tongkat-tongkat itu. 

Musa meletakkan tongkat-tongkat itu di hadapan TUHAN dalam kemah hukum Allah. 

Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam. 

Kemudian Musa membawa semua tongkat itu keluar dari hadapan TUHAN kepada seluruh orang Israel; mereka melihatnya lalu mengambil tongkatnya masing-masing. 

TUHAN berfirman kepada Musa: "Kembalikanlah tongkat Harun ke hadapan tabut hukum untuk disimpan menjadi tanda bagi orang-orang durhaka, sehingga engkau mengakhiri sungut-sungut mereka dan tidak Kudengar lagi, supaya mereka jangan mati." 

Dan Musa berbuat demikian; seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, demikianlah diperbuatnya. 

Tetapi orang Israel berkata kepada Musa: "Sesungguhnya kami akan mati, kami akan binasa, kami semuanya akan binasa.

Siapa pun juga yang mendekat ke Kemah Suci TUHAN, niscayalah ia akan mati. Haruskah kami habis binasa?" 


Numbers 17:1-13 (NET) The Lord spoke to Moses:

“Speak to the Israelites, and receive from them a staff from each tribe, one from every tribal leader, twelve staffs; you must write each man’s name on his staff.

You must write Aaron’s name on the staff of Levi; for one staff is for the head of every tribe.

You must place them in the tent of meeting before the ark of the covenant where I meet with you.

And the staff of the man whom I choose will blossom; so I will rid myself of the complaints of the Israelites, which they murmur against you.”

So Moses spoke to the Israelites, and each of their leaders gave him a staff, one for each leader, according to their tribes – twelve staffs; the staff of Aaron was among their staffs.

Then Moses placed the staffs before the Lord in the tent of the testimony.

On the next day Moses went into the tent of the testimony – and the staff of Aaron for the house of Levi had sprouted, and brought forth buds, and produced blossoms, and yielded almonds!

So Moses brought out all the staffs from before the Lord to all the Israelites. They looked at them, and each man took his staff.

The Lord said to Moses, “Bring Aaron’s staff back before the testimony to be preserved for a sign to the rebels, so that you may bring their murmurings to an end before me, that they will not die.”

So Moses did as the Lord commanded him – this is what he did.

The Israelites said to Moses, “We are bound to die! We perish, we all perish!

Anyone who even comes close to the tabernacle of the Lord will die! Are we all to die?”

Sering kali kita perlu bukti untuk percaya. Setelah melihat baru kita percaya. Hal ini juga yang terjadi atas bangsa Israel ketika mereka meragukan kepemimpinan Musa dan Harun atas bangsa Israel. Mereka tidak percaya Musa dan Harun dipilih dan diangkat Tuhan untuk memimpin.

Allah mengetahui ketidakpercayaan mereka atas kepemimpinan Musa. Allah menyuruh Musa untuk mengumpulkan tongkat dari setiap suku bangsa Israel. Semua tongkat ditaruh di dalam Kemah Pertemuan. Allah menumbuhkan tunas atas tongkat Harun sebagai bukti Allah memilih Harun dari suku Lewi.

Hal ini terjadi atas Tomas, murid Yesus. Tomas tidak percaya kalau Yesus sudah bangkit. Tomas perlu bukti kalau Gurunya sudah bangkit dari kematiannya, sampai akhirnya ia melihat Gurunya dan mencucukkan jarinya ke lubang bekas paku di tangan Gurunya. Tomas baru percaya kalau Yesus bangkit.

Berbeda dengan Abraham yang percaya kepada janji Allah sekalipun tidak ada dasar untuk percaya. Di usianya yang hampir seratus tahun bisa mempunyai keturunan. Tetapi Abraham percaya dengan janji Allah. Dan Allah menggenapi janji-Nya. Abraham memiliki anak yaitu Ishak.

Demikian juga sebagai anak Tuhan. Kita harus percaya dengan janji-Nya. Untuk mendapatkan janji Tuhan, hanya satu KUNCINYA YAITU PERCAYA SEKALIPUN MUSTAHIL. LAKUKAN PERINTAH-NYA, MAKA JANJI-NYA PASTI DIGENAPI.

Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya (Yoh. 20:29).

Entri yang Diunggulkan

Prayer In The Morning

  Prayer To God in the Morning Psalm 143:8 New International Version (NIV) 8  Let the morning bring me word of your unfailin...