Tampilkan postingan dengan label Dian Vivian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dian Vivian. Tampilkan semua postingan

Minggu, Desember 07, 2025

Khotbah Minggu, 7 Desember 2025

Efesus 2:14 (TB) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

Ephesians 2:14 (NET) For he is our peace, the one who made both groups into one and who destroyed the middle wall of partition, the hostility,

Ada dua kelompok yaitu ;
1. Kelompok yang dekat (orang Yahudi). Garis keturunan Abraham - Ishak - Yakub
2. Kelompok yang jauh (orang Non Yahudi). Bukan garis keturunan Abraham - Ishak - Yakub

Kelompok yang jauh, malang sekali nasibnya
Efesus 2:12 (TB) bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

Tanpa Tuhan yang berdaulat dan kita menjalani Kehidupan ini, kita bisa salah arah, salah ambil keputusan, tidak memiliki pengharapan, tidak selamat, tidak memiliki jaminan, maka malang sekali nasib kita.

Kelompok yang dekat sebenarnya untung sekali nasibnya (Mereka mendapatkan pemberian, pemeliharaan, bantuan, dan pembelaan Tuhan). Namun demikian, kedekatan mereka harus dijaga dengan ketaatan terhadap Torat. Dan mereka gagal memenuhi standar yang ditetapkan Tuhan (Taryag Mitxvot:248 perintah;365 larangan); Efesus 2:15 (TB) sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,  

Karena itu, Kristus harus jadi Damai Sejahtera, baik bagi kelompok yang jauh maupun yang dekat.
Efesus 2:16 (TB) dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 

Ephesians 2:16 (NET) and to reconcile them both in one body to God through the cross, by which the hostility has been killed.
• Salib membuka kesempatan semua orang bisa datang kepada Yesus. Tidak lagi berdasarkan ikatan Darang Abraham, Ishak, dan Yakub, tapi berdasarkan darah Yesus.
• Salib memberi kesempatan bagi semua orang untuk menang bersama Yesus. Bukan dengan usaha sendiri, tapi dengan bersandar pada anugerah Allah.
• Salib memberi jaminan bagi semua orang untuk menikmati berkat Tuhan di dalam Yesus. Semua orang bisa. Perempuan Sidon, perwira Roma, orang Kusta, dll.
Mazmur 133:1-2 (TB) Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 
Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 

Psalms 133:1-2 (NET) A song of ascents, by David. Look! How good and how pleasant it is when brothers live together!
It is like fine oil poured on the head which flows down the beard – Aaron’s beard, and then flows down his garments.



Senin, Januari 13, 2025

Khotbah Doa Puasa Awal Tahun Senin,13 Januari 2025

Lukas 18:1-8 (TB)  Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun.
Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun,
namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Luke 18:1-8 (NET)  Then Jesus told them a parable to show them they should always pray and not lose heart.
He said, “In a certain city there was a judge who neither feared God nor respected people.
There was also a widow in that city who kept coming to him and saying, ‘Give me justice against my adversary.’
For a while he refused, but later on he said to himself, ‘Though I neither fear God nor have regard for people,
yet because this widow keeps on bothering me, I will give her justice, or in the end she will wear me out by her unending pleas.’”
And the Lord said, “Listen to what the unrighteous judge says!
Won’t God give justice to his chosen ones, who cry out to him day and night? Will he delay long to help them?
I tell you, he will give them justice speedily. Nevertheless, when the Son of Man comes, will he find faith on earth?”

Yesus mengajar kepada murid-murid bahwa kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu jemu. Berdoa merupakan tugas orang percaya.  
Lukas 18:6-8 (TB)  Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka.

Alkitab memberi jaminan bahwa orang yang selalu berdoa, Tuhan akan menjawab doanya.

Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Ketika Tuhan akan menjawab doa kita. Adakah kita masih tetap beriman kepadaNya. 

1 Tesalonika 5:17 (TB)  Tetaplah berdoa. 

Doa merupakan bagian dari iman kita. Orang yang beriman adalah orang yang berdoa. 

2 Timotius 3:5 (TB)  Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Orang orang yang beribadah namun memungkiri, tidak beriman dengan kekuatan ibadah itu sendiri. 

Doa adalah reaksi kita atas kehidupan ini, meminta agar Tuhan menyertai perjalanan hidup kita. Tuhan tidak pernah jemu dengan semua doa kita, dan doalah yang menggerakkan hati Tuhan untuk menjawab.

Minggu, Juli 28, 2024

Kotbah Minggu 28 Juli 2024

Tuhan Tak Pernah Ingkar Janji


Yosua 21:45 (TB) Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi. 


I. Allah telah berjanji untuk memberikan kepada keturunan Abraham tanah Kanaan menjadi milik mereka, dan kini akhirnya Dia menggenapi janji tersebut (ay. 43): Mereka menduduki negeri itu dan menetap di sana. Meskipun mereka sudah berkali-kali kehilangan keuntungan janji itu, dan Allah lama menunda penggenapannya, tetapi pada akhirnya segala kesulitan ditaklukkan, dan Kanaan menjadi milik mereka. Janji akan Kanaan surgawi sama pastinya bagi semua orang Israel rohani Allah, sebab janji itu berasal dari Dia yang tidak dapat berdusta.

II. Allah telah berjanji untuk memberi mereka istirahat di negeri itu, dan kini mereka merasakan istirahat di segala penjuru, istirahat dari kelelahan karena perjalanan mereka melalui padang gurun. Perjalanan panjang yang, mungkin, melelahkan sampai ke tulang sumsum mereka. Merasakan istirahat dari peperangan mereka di Kanaan, dan cemoohan yang pada awalnya dilayangkan musuh mereka kepada mereka. Mereka kini menetap, bukan hanya di tempat tinggal milik mereka sendiri, tetapi juga di tempat tinggal yang tenang dan damai. Meskipun masih ada orang Kanaan yang tersisa, tidak ada yang memiliki keberanian atau semangat untuk menyerang mereka, atau sampai membuat mereka merasa was-was. Istirahat ini akan terus ada sampai mereka, karena dosa dan kebodohan mereka sendiri, menaruh duri di tempat tidur dan mata mereka sendiri.

III. Allah telah berjanji untuk memberi mereka kemenangan dan keberhasilan dalam peperangan mereka, dan janji ini pun digenapi: Tidak ada seorangpun yang tahan berdiri menghadapi mereka (ay. 44). Mereka mendapat kemenangan dalam setiap pertempuran, dan ke mana pun pasukan mereka ditempatkan, mereka berhasil. Memang betul masih ada orang Kanaan yang saat itu tersisa di banyak bagian negeri itu, dan orang Kanaan itu di kemudian hari melawan mereka, dan menjadi sangat kuat. Akan tetapi,

1. Mengenai orang Kanaan yang tersisa pada waktu itu, hal ini tidaklah bertentangan dengan janji Allah, sebab Allah telah mengatakan bahwa Dia tidak akan menghalau musuh mereka sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit (Kel. 23:30). Orang Israel kini memiliki sebanyak yang dapat mereka miliki dan sebanyak yang dapat dikelola tangan mereka, sehingga orang Kanaan hanya dapat memiliki bagian-bagian negeri itu yang masih kurang digarap untuk menjaga terhadap segala binatang hutan. Dengan berjalannya waktu, mereka akan bertambah menjadi cukup banyak untuk menempati bagian-bagian itu.

2. Mengenai merajalelanya orang Kanaan di kemudian hari, hal itu sepenuhnya akibat kepengecutan dan kemalasan orang Israel, dan hukuman terhadap kecenderungan mereka akan dosa penyembahan berhala dan kekejian lain yang dilakukan bangsa-bangsa lain, yang sebenarnya hendak disingkirkan Allah dari hadapan mereka, tetapi justru mereka lindungi dan manjakan. Pengalaman orang Israel akan kesetiaan Allah di sini dicatat dan menjadi bukti akan kemuliaan Allah, serta bukti kebenaran akan janji-Nya yang sering kali diragukan. Dan juga penguatan bagi semua orang percaya sampai kepada akhir zaman, bahwa Tidak ada yang tidak dipenuhi, tidak, tidak ada sesuatu pun dari segala yang baik, begitu lengkapnya ungkapan ini, yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, yang tidak tergenapi, melainkan pada waktunya semuanya terpenuhi (ay. 45). Pengakuan seperti ini, yang di sini dibuat oleh Yosua atas nama seluruh Israel, kita dapati di kemudian waktu dibuat oleh Salomo, dan seluruh Israel sebagai tanggapannya mengucapkan Amin terhadap pengakuan itu (1Raj. 8:56). Kebenaran janji Allah yang mutlak benar, dan penggenapannya yang sempurna, itulah yang siap diberi kesaksian kebenarannya oleh semua orang kudus. Dan, jika sampai ada sesuatu dari janji-Nya yang tidak terpenuhi, maka mereka sama siapnya untuk mengakui bahwa mereka sendirilah yang harus disalahkan.

Menerima janji Tuhan terkadang disalahartikan dengan diam dan duduk menadahkan tangan untuk menantikan tercurahnya penggenapan atas janji itu.

Namun dari kisah penggenapan janji Tuhan atas Israel, kita mempelajari hal berbeda.

Allah pernah berjanji kepada umat pilihan-Nya bahwa Ia akan memberikan tanah kepada mereka, dan Ia kemudian memang menggenapi janji-Nya kepada umat-Nya. Namun di dalam penggenapan itu tidak terkandung maksud bahwa umat pilihan-Nya dibiarkan menerimanya secara pasif, hanya dengan menunggu dan menadahkan tangan. Umat Tuhan harus aktif di dalam ketaatan kepada perjanjian Tuhan. Allah memang telah berjanji memberikan tanah, tetapi bangsa itu harus menyadari bahwa kepemilikan penuh atas tanah itu hanya bisa terjadi melalui ketaatan dan kesetiaan penuh kepada Allah.

Bila mereka tidak setia dan tidak taat kepada Tuhan, maka kepemilikan penuh atas tanah itu tidak akan terwujud. Meski banyak musuh yang berusaha mengalahkan mereka, sepanjang umat setia kepada Tuhan maka tak ada satu musuh pun yang dapat mengalahkan mereka. Telah terbukti bahwa Allah menggenapi janji-Nya kepada Israel, meski hal itu memakan waktu lama karena semua itu terjadi berdasarkan waktu Tuhan sendiri. Oleh karena itu diperlukan kesetiaan untuk menantikan saatnya tiba.

Lalu bagaimana kita menantikan penggenapan janji Tuhan? 

☝️Percayalah kepada Tuhan, sang Pemberi janji. Sebuah janji tidak bermakna apa-apa jika sang pemberi janji bukanlah pribadi yang layak dipercaya. 

✌️Belajarlah untuk melihat penggenapan janji Tuhan lewat cara dan waktu-Nya. Hal yang sering membuat kita tidak sabar menantikan janji Tuhan,karena kita ingin janji itu digenapi lewat cara dan waku kita, bukan lewat cara dan waktu-Nya. 

Maka belajarlah untuk memercayai janji-Nya dan percaya bahwa cara dan waktu-Nya selalu yang terbaik bagi kita. Dan dalam penantian akan penggenapan janji itu, latihlah diri untuk selalu taat akan firmanNya.

We encounter this same faithfulness every day. We will never reach a point in our relationship with God where we will only look to the past to see God’s faithfulness. This is because He continues to be faithful in our present and will continue to be faithful in our future.

TETAP SETIA

Entri yang Diunggulkan

Prayer In The Morning

  Prayer To God in the Morning Psalm 143:8 New International Version (NIV) 8  Let the morning bring me word of your unfailin...