Tampilkan postingan dengan label Dian Vivian Manumpil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dian Vivian Manumpil. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juli 21, 2024

Pembinaan Warga Gereja

Pembinaan Warga Gereja

Gereja merupakan Lembaga yang memiliki organisasi. Tetapi lebih dari itu, bahwa gereja merupakan komunitas orang
percaya. Sesuai dengan perintah Allah dalam Matius 28:18-20, setelah menjadi murid Kristus, dibaptis, kemudian murid Kristus harus mendapatkan pengajaran, baik itu mengenai doktrin iman Kristen, mengenai bagaimana pola hidup Kristen, dan sebagainya. Pengajaran tersebut memiliki tujuan bahwa orang Kristen harus
mengalami perubahan, baik itu secara rohani dan karakter. Dengan demikian orang percaya dapat menjadi saksi bagi orang lain, seperti yang dikatakan dalam 1 Petrus 2:9-10 bahwa, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” Untuk mencapai hal tersebuy memerlukan proses belajar. Dalam hal ini, gereja memiliki tanggung jawab, yaitu memberikan pembinaan atau pendidikan kepada warga jemaat. Membina warga jemaat memerlukan perencanaan yang baik. Seorang Pembina harus mengetahui kebutuhan dari jemaat, tantangannya, bentuk pembinaan dan strateginya. Sehingga pembinaan tersebut dapat berjalan dengan efektif. Dengan demikian tujuan pembelajaran dapat dicapai.

Rumusan tujuan pembinaan warga gereja sangat beragam. Masing-masing pendidik menentukan tujuannya sendiri-sendiri, tergantung pada perspektif teologis yang dianutnya. Hal itu wajarwajar saja. Yang jelas bahwa tujuan dari suatu usaha adalah sangat penting, termasuk tujuan dari pembinaan warga gereja itu sendiri.


Pada umunya setiap tujuan mengandung tiga aspek, yaitu: aims,goals, dan objectives. Aims adalah tujuan yang diusahakan untuk dicapai pada akhirnya (secara mutlak), atau lebih tepat disebut ultimate aims (tujuan akhir). Goals adalah tujuan yang hendak dicapai dalam jangka waktu tertentu. Dan objectives adalah tujuan yang hendak dicapai dalam suatu proses belajar-mengajar.

Dari ketiga aspek tersebut, tujuan yang hendak dipaparkan dalam bagian ini adalah aims atau ultimate aims. Secara umum, tujuan-tujuan pendidikan Kristen berkembang dari penegasan tentang Allah yang diperkenalkan melalui Kristus dalam Alkitab.

Pekerjaan asuhan Kristen adalah menjelaskan kabar baik tentang kasih Allah di dalam Kristus ini dalam cara begitu rupa, sehingga mereka yang lahir di dalam iman ini akan mengenalnya dalam hidup mereka sendiri, dan mereka yang menjawab dalam iman dapat memahaminya.

Maksud asuhan Kristen adalah menolong orang dalam hubungan mereka yang berkembang dengan Allah di dalam Kristus sehingga mereka hidup dan memuliakan Dia serta secara efektif melayani orang lain, dalam jaminan bahwa mereka ikut serta dalam kehidupan kekal kini dan selamanya.

Lawrence O. Richards mengemukakan bahwa tujuan pembinaan warga gereja hanya dapat dipahami jika terlebih dahulu kita memahami tujuan gereja. Dari dasar pemikirannya tentang natur gereja sebagai organism yang hidup.

Menurut Richards pendidikan Kristen seharusnya bukan hanya bertujuan untuk sekadar memiliki penguasaan pengetahuan atau kebiasaan tertentu. Sebagaimana halnya tujuan gereja adalah mencapai keserupaan dengan Kristus, pendidikan Kristen juga hendaknya diarahkan bagi pencapaian transformasi secara progresif sehingga keserupaan dengan Allah dalam hal sifat, nilai, motif, sikap serta pemahaman bisa terwujud. Pendidikan Kristen seharusnya dirancang untuk membantu proses tersebut berjalan dengan normal dan tidak terkesan dipaksa-paksa.

Robert W. Pazmino sendiri melihat tujuan pembinaan di gereja erat kaitannya dengan lima tugas utama gereja, yaitu: proclamation (kerygma), community formation (koinonia), service (diakonia), advocacy (prophetia), dan worship (liturgia). Menurutnya pembicaraan yang tanpa menyinggung sama sekali hubungan pendidikan Kristen dengan tugas gereja hanyalah merupakan pengalaman intelektual saja.

Dengan mengaitkan hubungan antara tugas gereja dengan tujuan pendidikan Kristen, Pazmino mengemukakan tugas pendidikan Kristen bertujuan untuk menyampaikan kebenaran Kristen dan mengaitkannya dengan kehidupan orang percaya.14 Dalam hal ini Pazmino memadukan tujuan pendidikan Kristen dari aspek pengetahuan Alkitab tentang Yesus Kristus dan aspek pengalaman Kristen bersama dengan Yesus Kristus.

Sedangkan bagi Andar Ismail, tujuan pembinaan jemaat adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus (Efesus 4:12) – membelajarkan orang dewasa seumur hidup sesuai dengan kepenuhan Kristus (Efesus 4:13).

Pembinaan warga jemaat dilaksanakan agar setiap orang dewasa menjadi bagian yang integral dalam seluruh tubuh yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih (Ef. 4:16).

Menurut Michael Harton, dalam merencanakan perumusan pembinaan di jemaat, yang adalah orang dewasa, maka kita harus memulainya dari penilaian terhadap kebutuhan orang dewasa itu sendiri. Untuk itu sangat penting mengkonsultasikan kebutuhan orang dewasa dengan berbagai sumber informasi yaitu memperkaya pengertian kita dengan literatur tentang tugas dan pengembangan orang dewasa dan dengan bertanya langsung kepada orang dewasa itu

Sabtu, Maret 16, 2024

NABI PALSU, TANDA MUJIZAT, DAN NUBUAT

NABI PALSU, TANDA MUJIZAT DAN NUBUAT



Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengkritik aliran tertentu, juga bukan untuk menghakimi Hamba Tuhan tertentu. Namun bertujuan untuk memberikan masukan bahwa banyak sekali masa-masa sekarang ini terjadi penyesatan terhadap tafsir dan penelaahan Firman Tuhan yang dikemas dalam hal-hal yang bersifat supranatural dan nubuatan.

* Matius 24:3-5,10-11
24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

* Matius 7:22
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?


1. PERZINAHAN ROHANI

Perzinahan rohani banyak terjadi di gereja masa kini, para nabi dan rasul yang palsu berkembang subur sebagai seorang pembicara yang diminati jemaat masa kini. Pengajaran para nabi palsu akan menjatuhkan iman yang sesungguhnya. Umat Kristen justru menyukai pengajaran mereka dan ini akan menimbulkan keimanan yang “semu”. Kita telah diperingatkan untuk menjadi bijaksana/arif dalam menelaah terhadap nubuat-nubuat yang mereka ucapkan. Selidikilah setiap tutur kata dan perilaku mereka, dan ini bukan berarti kita mencobai Tuhan.

Sebaiknya kita tidak boleh merasa terbebas dari dosa ini, hanya karena kita tidak menyimpan jimat-jimat atau pergi ke dukun dan ahli nujum. Perlakuan kita mengkultuskan hamba Tuhan tertentu, itu juga merupakan suatu dosa idolatri.

* Hosea 4:12
Umat-Ku bertanya kepada pohonnya, dan tongkatnya akan memberitahu kepadanya, sebab roh perzinahan menyesatkan mereka, dan mereka berzinah meninggalkan Allah mereka.


------------------------------------------------

2. PENGAJARAN & NABI PALSU


*Matius 24:11
Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.


Kurangnya kepekaan rohani dan ketidak-mampuan untuk menguji roh-roh seperti yang dihimbau di dalam Alkitab menimbulkan masalah yang serius. Dalam iklim rohani yang demikianlah ajaran-ajaran yang tidak Alkitabiah secara tidak kentara menyusup masuk ke dalam gereja.

Alkitab mengungkapkan bahwa kepalsuan hadir berdampingan dengan kebenaran. Ada banyak aspek dari kekristenan palsu yang sudah dan yang akan menyatakan diri :


1. Orang Kristen palsu - pengajar-pengajar palsu

*2 Korintus 11:26
11:26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.


2. Injil palsu

* Galatia 1:8
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.


3. Tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu

* Matius 24:24
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.


4. Kebenaran palsu

* Roma 10:3
Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.


5. Gereja palsu

* Wahyu 2:9
Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.


6. Kristus palsu

* 2 Tesalonika 2:8-10
2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
2:9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,
2:10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.

Untuk mengetahui penipuan-penipuan seperti yang tercantum diatas bukanlah sesuatu yang mudah. Kita harus mengetahui penyebab penipuan, sifat-sifat penipuan, konsekuensi penipuan, dan jalan keluar dari penipuan. Kebohongan, penyimpangan, dan penyangkalan terhadap kebenaran Allah berasal dari sifat dasar Iblis.

Iblis selalu berusaha menyebarkan kebohongan dan kepalsuan dengan tujuan supaya dialah yang disembah, bukan Allah pencipta. Oleh karena itu, Iblis menjanjikan popularitas, kebebasan, kekayaan dan kenikmatan kepada manusia. Penipuan dalam hal rohani bermacam-macam ragamnya.

Namun kita dapat mengenali empat ciri utama : Ajaran-ajaran yang menipu cenderung menurunkan Allah dari takhta-Nya, mendewakan manusia, menyangkal keberadaan dosa, atau meremehkan dosa, dan mendeskreditkan firman Allah.

Sering juga kita jumpai didalam kekristenan ada praktek-praktek yang menyerupai kebatinan, mistik, okultisme, kepercayaan-kepercayaan Timur, dan lain-lain. Penipuan dan ajaran-ajaran sesat mengikat kita kepada Iblis dan rencana-rencananya. Mungkin diantara kita ini ada yang terikat pada hal-hal tersebut, namun janganlah kuatir. Kita kembali kepada pengajaran Tuhan Yesus dan Kebenaran Allah memerdekakan kita dari keterikatan itu :

* Yohanes 8:31-32
8:31 …….. "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Oleh karena itu, pelajarilah firman Allah setiap hari dan biarkanlah Anda diperbaharui oleh kebenaran-Nya. Akui semua dosa yang Anda ketahui dan mintalah pengampunan dari Tuhan.


---------------------------------------

3. TANDA DAN MUJIZAT

Mujizat adalah suatu peristiwa yang bertentangan dengan hukum alam atau bertentangan dengan apa yang biasanya terjadi.

Terjadinya suatu tanda dan mujizat tergantung pada kehendak Tuhan. Karena itu dalam menafsirkan ayat-ayat seperti Markus 11:22-24 yang menun-jukkan bahwa doa yang disertai iman bisa menghasilkan mujizat, kita juga harus memperhatikan ayat ini :

* 1 Yohanes 5:14
5:14 Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

Namun iblis mampu juga memberikan pernyataan kuasa/ tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang. Bagaimanakah mengetahui sesuatu itu datang dari Allah atau bukan?

* Ulangan 18:20-22
18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.
18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? --
18:22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Tetapi bagaimana bila tanda dan mujizat yang dari iblis itu itu benar-benar terjadi? Bagaimana jika sang nabi palsu itu bisa menbuat mujizat yang menakjubkan banyak orang?.

Sesungguhnya bukankah kita sudah diperingatkan bahwa di akhir zaman ini banyak orang akan melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat? Maka kita harus meneliti apakah tanda-tanda dan mujizat-mujizat itu mencerminkan buah-buah Roh atau tidak?. Apakah mujizat itu memuliakan Allah atau tidak?. Apakah mujizat itu mencerminkan kasih? Sebab hal-hal yang sifatnya sihir tidak akan mencerminkan buah-buah Roh.

* Galatia 5:22-23
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang datang dari Allah itu bukanlah sesuatu yang bisa diciptakan dan diperintahkan manusia.


* Matius 16:4
16:4 Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.

Bisakah manusia memerintah Allah untuk mengatraksikan sebuah mujizat untuk keperluan sebuah pertunjukan?. Allah mempunyai otoritas kapan dan dimana Dia mau menyatakan kuasaNya.

Dalam suatu kejadian mujizat, apakah nabi-nabi ini terpanggil untuk men-tobatkan orang-orang, apakah mereka setia kepada Kristus? Ataukah mereka itu hanya menyediakan hal-hal heboh untuk memikat para umat yang justru menjauhkan mereka ini dari kecintaannya kepada Tuhan melainkan hanya terpikat kepada nabi-nabi tersebut?

* Ulangan 13:1-3
13:1 Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat,
13:2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,
13:3 maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

Datangnya sebuah mujizat yang menyertai murid-muridNya adalah kehendak Allah dengan otoritasNya:

* Ibrani 2:3-4
2:3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan
2:4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya

* Kisah Para Rasul 14:3
14:3 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.


Namun bagaimana terhadap nabi-nabi palsu? Ada juga orang-orang Kristen yang bertanya-tanya bahwa, mengapa para nabi palsu ini dapat memberikan mujizat? dan tidak jarang mereka juga dapat mentobatkan orang, sehingga orang itu menjadi percaya dan datang kepada Yesus? Ada Pendeta yang terkenal akan kecintaannya kepada mamon, namun mengapa jemaatnya bertumbuh subur sampai puluhan ribu orang dan gerejanya sangat sukses?

Sebaiknya kita jangan mempermasalahkan kwalitas hamba Tuhan tersebut, yang harus kita lihat adalah keberhasilannya membawa orang-orang datang kepada Yesus. Mereka bekerja di ladang Tuhan, biarlah Tuhan sendiri yang membuat pekerjaan mereka berhasil atau tidak. Biarlah Tuhan sendiri yang menilai pantas tidaknya hamba Tuhan tersebut dalam melayaniNya. Sebab Tuhan Yesus melarang Paham Sectarianisme, paham-paham yang membenarkan alirannya/ kelompoknya sendiri.

* Markus 9:38-41 Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan
9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
9:39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
9:40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
9:41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."


---------------------------------------

4. NUBUAT dan WAHYU BARU


Marilah kita pelajari dulu beberapa contoh Nubuat dan Wahyu yang ditulis di Alkitab yang terjadi pada tokoh-tokoh di Alkitab :

* Keluaran 19:9
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu." Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.

* Kisah Para Rasul 14:3
14:3 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat

* 2 Korintus 12:12
Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.

* Ibrani 2:3,4
2:3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan
2:4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

Nubuat dan Wahyu terjadi kepada umatNya atas kehendak dan otoritas Allah.

Sangat sering sekali kita mendengar ucapan-ucapan dari para tokoh rohani yang mengklaim bahwa pernyataannya itu sebuah “Nubuat”. Adanya pengakuan dari mereka tentang nubuat yang katanya disampaikan dari Roh Kudus kepadanya: "Tuhan berbicara kepadaku." Begitu mudahnya mereka mengklaim ini adalah suara Tuhan.

Dalam menilai Nubuatan dan Wahyu kita harus berdasar kepada Alkitab. Alkitab memiliki tempat yang lebih tinggi daripada Nubuatan/ Wahyu dan Pengelihatan. Sewaktu kita membaca Firman Tuhan, kita harus lebih taat, daripada Tuhan harus mengirimkan wahyu terlebih dahulu, yang hanya memberikan kita ketaatan yang palsu.

Sebuah Wahyu harus bergantung pada kenyataan keberadaan Yesus yang tidak pernah berubah baik kemarin, hari ini dan untuk selama-lamanya

* Ibrani 13:8
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Sebuah Wahyu harus diperiksa kebenarannya terhadap Alkitab. Alkitablah sebagai satu-satunya standard kebenaran. Oleh karena itu kita harus belajar baik-baik Firman Tuhan, agar kita mengerti dan bisa membedakan apakah suatu nubuatan/ wahyu dan penglihatan itu benar atau tidak benar.

* 1 Yohanes 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Dengan mengabaikan 1Yoh. 4:1, maka tidak heran jika banyak orang Kristen tidak menguji nubuat dan wahyu baru itu dan menganggap pasti dari Roh Kudus, sehingga pasti tidak mungkin sesat. Maka tidaklah mengherankan jika iblis yang dapat menyamar sebagai malaikat terang dapat dengan mudah menipu banyak orang Kristen semacam ini untuk mempercayai kepada nubuat dan wahyu palsu.

* Yeremia 5:31
Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?

* Yeremia 14:14
Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.

* Yeremia 23:25
Aku telah mendengar apa yang dikatakan oleh para nabi, yang bernubuat palsu demi nama-Ku dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi!

Kita harus menilai motivasi apakah yang diberikan oleh nubuatan/ wahyu tersebut. Dalam sebuah Wahyu yang berasal dari Tuhan selalu ada maksud dan rencana Tuhan di dalamnya, yang berkaitan dengan pekerjaan Tuhan yang Tuhan mau kita turut terlibat di dalamnya dan sesuai dengan kehendak Tuhan, untuk kemajuan pekerjaan Tuhan itu sendiri.

Nubuat yang datang dari Allah tidak akan meleset, karena Kuasa Allah itu pasti! Adalah kewajiban setiap orang Kristen untuk juga menguji nubuat dan wahyu baru. Hal ini sangat penting untuk kita sadari, sebab banyak orang Kristen yang mengaku menerima nubuat dan wahyu langsung ditelan begitu saja tanpa mengujinya.

Akan tetapi, sangat disayangkan jika Alkitab menyuruh kita menguji tetapi ada banyak orang Kristen malah tidak mau menguji, bahkan ada pendeta yang melarang jemaatnya untuk menguji, sebab ia berpikir bahwa setiap fenomena supranatural dianggap pasti dari Roh Kudus sehingga tidak boleh diuji!

* Ulangan 18:22
"apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Terjemahan versi Bahasa Indonesia Sehari-hari:
"Kalau seorang nabi berbicara atas nama TUHAN, tetapi apa yang dikatakannya itu tidak terjadi, maka ramalan itu bukan dari TUHAN. Nabi itu berbicara atas namanya sendiri dan kamu tak usah takut kepadanya."

Nubuat dan wahyu baru tidak boleh bertentangan dengan Nubuat dan Wahyu yang telah tertulis dalam Alkitab!

* 2 Timotius 3:16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Jika nubuat dan wahyu baru bertentangan dengan Alkitab, maka nubuat dan wahyu baru itu pasti dari iblis! Allah tidak mungkin bertentangan dengan diri-Nya sendiri. Allah tidak mungkin membatalkan dan melawan hukum yang telah ditetapkan-Nya sendiri

* Mazmur 93:5
Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa.

* Markus 13:31
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.



-------------------------------------------

5. PENGETAHUAN IMAN


Iman timbul karena pendengaran akan Firman Allah. Namun hal ini sering kali berbelok kepada keyakinan kepada nabi-nabi yang mengarah kepada kultus diri. Iman seringkali dianggap sama dengan keyakinan. Iman dianggap suatu faktor yang sangat menentukan kuasa dan keberhasilan dari doa. Dengan iman yang teguh, maka kuasa makin nyata. Dengan iman yang makin mantap, maka Allah mendengar doa dan mau mengabulkan doa kita. Apakah iman itu dapat mengatur tanda-tanda dan mujizat?

Benarkah demikian?
Apakah Allah dapat diatur oleh iman atau Allah yang memberi anugerah iman ?

* Yesaya 40:13-14
40:13 Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?
40:14 Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?

* Roma 12:3
Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Apakah anugerah Allah yang mendahului doa kita dan doa kita yang menyebabkan anugerah itu turun? Apakah arti dari Allah Maha Berdaulat? siapakah yang mengatur dan mengarahkan? Allah mengatur dan mengarahkan manusia atau manusia yang mengarahkan dan mengatur Allah?

Iman yang benar bukanlah iman yang menentukan apa yang harus terjadi, atau iman yang menentukan terkabul tidaknya doa kita.

Iman yang benar adalah sikap yang mempercayakan seluruh hidup termasuk segala sesuatu dibawah otoritas dan kedaulatan Allah.

Tuhan Yesus berdoa dan berkata ; " .... tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi".

Iman yang benar bukanlah iman yang memaksakan kehendak Tuhan, melainkan iman yang mengutamakan kehendak Tuhan diatas segala kehendak kita.

Iman yang benar tidak tergantung dengan perkataan dan perbuatan para nabi, Iman adalah kepercayaan kita terhadap Tuhan dan suatu keyakinan akan kedaulatan Allah.

Untuk keyakinan bahwa kita pasti akan menerima apa yang kita minta :

* Markus 11:24
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Selama itu tidak ada landasan Alkitab, keyakinan itu harus diletakkan dibawah kedaulatan Allah. Namun bila landasan Alkitabnya jelas, misalkan tentang keyakinan akan kesetiaan Allah yang tidak pernah meninggalkan kita, dalam hal itu kita tidak boleh meragukannya sama sekali.

Namun apakah penyertaan Allah itu berarti kita tidak ada penyakit, tidak ada kesusahan, tidak ada kegagalan dan yang lain. Alkitab sama sekali tidak memberikan hal tersebut sebagai patokan atau prinsip yang harus selalu terjadi dalam segala situasi.

Iman berasal dari pendengaran dan pendengaran akan Firman Kristus

* Roma 10:17
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Bila memang benar-benar Kristus yang berfirman, maka kita akan dan harus melakukannya. Iman berarti percaya kepada Firman (janji) Allah serta kesediaan kita untuk mau menerima dan melakukan apa saja yang Tuhan kehendaki tanpa syarat.

Rasul Petrus dapat berjalan diatas air, karena Kristus sendiri yang memerintahkan ia untuk berjalan diatas air. Jadi mana yang lebih dahulu ada? ketetapan Firman Allah dahulu, baru lahir iman, atau iman dahulu, baru lahir ketetapan Allah?

Mana yang lebih dahulu ada, Elia minta hujan, baru Allah mau menurunkan hujan, atau Allah mau menurunkan hujan, baru kemudian memberikan anugerah iman kepada Elia .

* Yakobus 5:17
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.

* 1 Raja-raja 18:41,45
18:41 Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran."
18:45 Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.

* 1 Raja-raja 18:1
Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi."

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti segala sesuatu yang tidak kita lihat.

* Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Tanpa iman kita tidak punya landasan apa-apa dari semua yang kita harapkan, tanpa iman kita tidak mempunyai bukti apa-apa dari apa yang tidak kita lihat. Melalui iman, kita diselamatkan oleh anugerah (kasih karunia) Allah :

* Efesus 2:8-9
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Tanpa melalui Iman, anugerah keselamatan yang datang dari Allah tidak sampai (tersalur) dan terwujud dalam hidup kita.

Jadi bagaimana jika kita sakit? bolehkah kita minta sembuh? Jelas boleh! Apakah pasti sembuh? kita tidak tahu pasti! lalu bagaimana sikap yang benar? Allah mengizinkan kita mempunyai harapan, namun tetap harapan kita diletakkan pada otoritas dan kedaulatan kehendak Allah .

* 1 Yohanes 5:14
Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

Bila Allah memang ingin kita sembuh, kita pasti sembuh, bila tidak, kita tetap beriman hanya kepada Allah yang hidup :

* Daniel 3:16-18
3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

* Habakuk 3:16-19
3:16 Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami.
3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Jadi jelas bukan iman kita yang mengatur Allah, tetapi Allah adalah Allah atas iman kita, lebih dari itu, Allah adalah Allah atas segala sesuatu. Iman yang benar bukanlah iman yang dapat mengatur Allah, iman yang dapat mengatur Allah adalah iman kepada berhala!

* Ibrani 11:1
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat".

Iman sanggup melihat ke dalam dunia yang tidak kelihatan. Tidak terlihat bukan berarti hal itu tidak benar-benar ada. Ada, hanya saja kita tidak dapat melihatnya. Iman adalah bahan utama dalam setiap mujizat yang dikerjakan Allah.

Dalam sepanjang pelayanan Yesus, terhadap orang-orang yang sakit dan minta kesembuhan : Jawaban yang kerap terdengar dari mulut Yesus adalah, "Imanmu telah menyembuhkan engkau." Perhatikanlah, Yesus mengatakan, iman merekalah yang menyebabkan terjadinya mujizat itu.

Dalam Roma 12:3 ditegaskan ditegaskan, Allah telah memberikan kepada setiap orang suatu takaran iman. Menjangkau Allah dan menerima sesuatu dari Dia bukanlah hal yang berada di luar batas kemampuan manusia.

* Roma 12:3
Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.



--------------------------------------------

6. PELAYANAN TUHAN YESUS


Dalam pelayanan yang pernah dilakukan Yesus di dunia ini ; disamping mengajarkan Injil selalu diiringi dengan terjadinya Mujizat, orang buta dicelikkan, orang lumpuh berjalan, orang yang kerasukan dibebaskan, orang mati dibangkitkan, memberi makan 5000 orang dsb. Sehingga banyak orang berbondong-bondong datang ingin tahu siapa Yesus ini. Mereka ingin mengetahui bagaimana Yesus dengan otoritas-Nya mampu menghadirkan mujizat hanya dengan kuasa Firman-Nya. Signs and miracle make people obedient! Ini hal yang tidak dapat disangkal. Sebagian orang-orang yang mengikuti perjalanan Yesus kala itupun adalah karena mengharapkan melihat suatu Mujizat. Wow…… Yesus berkuasa!! Maka aku akan menjadi pengikutNya, maka aku akan mendengar pengajaranNya!, dst.

* Yohanes 4:48
Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."

* Yohanes 6:26
Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

Cara Demikian juga diikuti oleh beberapa penginjil terkemuka, dalam kegiatan mereka menginjil biasanya dalam pertemuan-pertemuan akbar/ Seminar/ KKR. Kegiatan penginjilan mereka ini tidak jarang diikuti dengan terjadinya sebuah tanda-tanda dan mujizat. Misalnya terjadinya sebuah mujizat kesembuhan terhadap orang orang yang sakit. Orang melihat kuasa Allah dan merasakan mujizat, kemudian mereka datang kepada Yesus.

Hal ini bisa menjadikan sesuatu cara yang baik untuk menarik banyak orang datang terutama orang-orang yang sama sekali belum pernah mendengar berita Injil. Maka pengijil-penginjil tersebut memberitahukan kabar keselamatan lebih dahulu dan membuat mereka ini menjadi percaya dengan pengungkapan akan Kuasa Allah. Hal ini baik-baik saja bahkan mungkin merupakan cara yang efektif, asalkan mereka dalam tahap berikutnya, mereka dibawa untuk lebih mengenal ajaran Yesus yang hakiki daripada sekedar melihat atau mengalami sebuah mujizat saja.

Kegiatan-kegiatan tersebut harus ditindak-lanjuti dengan pemuridan terhadap orang-orang yang baru percaya tersebut. Seperti saat panen, begitu banyak tuaian, setelah dituai, tidak bisa tuaian itu ditinggal begitu saja ditengah sawah, angin akan menghempas mereka, burung & tikus akan memakan mereka, air hujan akan membusukkkan mereka.

Maka tentu perlu sebuah LUMBUNG, Gereja lokal berfungsi sebagai lumbung untuk menyimpan mereka menjadi suatu hasil yang sangat berguna. Ambil advantage-nya terhadap kegiatan-kegiatan tersebut. Gereja-gereja akan merawat banyak sekali bayi-bayi rohani, dan diperlukan banyak sekali pekerja yang membawa jemaat baru ini untuk lebih dalam lagi dalam pengenalan akan Kristus. KKR membuahkan New Believers, New Believers perlu wadah, itulah tugas gereja lokal.

7. REFERENSI ALKITAB TENTANG KEWASPADAAN
TERHADAP NABI PALSU DAN PENGAJARANNYA


1. MUSUH DIANTARA KITA

Alkitab memberikan banyak peringatan kepada kita akan adanya musuh yang menyamar sebagai malaikat terang.

* 2 Korintus 11:14
Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.

* Matius 7:15
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

* Matius 10:16
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

* Lukas 10:3
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

* Ulangan 13:5-8
13:5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan--dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
13:6 Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,
13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,

* Yeremia 9:2-6
9:2 Sekiranya di padang gurun aku mempunyai tempat penginapan bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan, maka aku akan meninggalkan bangsaku dan menyingkir dari pada mereka! Sebab mereka sekalian adalah orang-orang berzinah, suatu kumpulan orang-orang yang tidak setia.
9:3 Mereka melenturkan lidahnya seperti busur; dusta dan bukan kebenaran merajalela dalam negeri; sungguh, mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan, tetapi TUHAN tidaklah mereka kenal.
9:4 Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap temannya, dan janganlah percaya kepada saudara manapun, sebab setiap saudara adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian ke mari sebagai pemfitnah.
9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.
9:6 Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN

* Yeremia 23:33-36
23:33 Apabila bangsa ini--baik nabi ataupun imam--bertanya kepadamu: Apakah Sabda yang dibebankan oleh TUHAN?, maka jawablah mereka: Kamulah beban itu! Sebab itu kamu akan Kubuang dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
23:34 Adapun nabi atau imam atau rakyat yang masih berbicara tentang Sabda yang dibebankan oleh TUHAN, kepada orang itu dan kepada keluarganya akan Kulakukan pembalasan.
23:35 Beginilah harus kamu katakan, masing-masing kepada temannya dan masing-masing kepada saudaranya: Apakah jawab TUHAN? atau: Apakah firman TUHAN?
23:36 Tetapi Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita.

2. NABI PALSU DAN PENGIKUTNYA MENYANGKALI KEBENARAN

* Nehemia 9:26
9:26 Tetapi mereka mendurhaka dan memberontak terhadap-Mu. Mereka membelakangi hukum-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu yang memperingatkan mereka dengan maksud membuat mereka berbalik kepada-Mu. Mereka berbuat nista yang besar.

* Yesaya 30:9-11,15
30:9 Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN;
30:10 yang mengatakan kepada para tukang tilik: "Jangan menilik," dan kepada para pelihat: "Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu,
30:11 menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel."
30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,


3. PERKATAAN PARA NABI PALSU : “DAMAI, DAMAI” TETAPI TANPA PERTOBATAN

* Yeremia 5:11-13
5:11 Sebab kaum Israel dan kaum Yehuda telah sungguh-sungguh berlaku tidak setia terhadap Aku, demikianlah firman TUHAN.
5:12 Mereka memungkiri TUHAN dan berkata: "Dia tidak berbuat apa-apa! Malapetaka tidak akan menimpa kita, perang dan kelaparan tidak akan kita alami.
5:13 Para nabi akan menjadi angin, firman TUHAN tidak ada pada mereka."

* Yehezkiel 13:7
13:7 Bukankah penglihatan tipuan yang kamu lihat dan tenungan bohong yang kamu katakan, kalau kamu berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal Aku tidak berbicara?

* Ulangan 29:19
29:19 Tetapi apabila seseorang pada waktu mendengar perkataan sumpah serapah ini menyangka dirinya tetap diberkati, dengan berkata: Aku akan selamat, walaupun aku berlaku degil--dengan demikian dilenyapkannya baik tanah yang kegenangan maupun yang kekeringan—

* Yeremia 23:16-18
23:16 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN;
23:17 mereka selalu berkata kepada orang-orang yang menista firman TUHAN: Kamu akan selamat! dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan hatinya mereka berkata: Malapetaka tidak akan menimpa kamu!"
23:18 Sebab siapakah yang hadir dalam dewan musyawarah TUHAN, sehingga ia memperhatikan dan mendengar firman-Nya? Siapakah yang memperhatikan firman-Nya dan mendengarnya?

* Yeremia 23:21-22
23:21 "Aku tidak mengutus para nabi itu, namun mereka giat; Aku tidak berfirman kepada mereka, namun mereka bernubuat.
23:22 Sekiranya mereka hadir dalam dewan musyawarah-Ku, niscayalah mereka akan mengabarkan firman-Ku kepada umat-Ku, membawa mereka kembali dari tingkah langkahnya yang jahat dan dari perbuatan-perbuatannya yang jahat.

* Yeremia 8:6-9
8:6 Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: Apakah yang telah kulakukan ini! Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran.
8:7 Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN.
8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.
8:9 Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka?

* Ratapan 2:14
2:14 Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.

* Lukas 6:26
Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."

* Yeremia 14:14
Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.

* Yeremia 28:8-9
28:8 Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar.
28:9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."

* Mikha 2:11
Seandainya seseorang datang mereka-reka yang hampa dan dusta: "Aku bernubuat kepadamu tentang anggur dan arak," maka dialah yang patut menjadi orang yang bernubuat terhadap bangsa ini!


4. NABI-NABI YANG HANYA MENCARI KEUNTUNGAN MATERI

* Mikha 3:5
3:5 Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang.

* Yeremia 8:10-12
8:10 Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu.
8:11 Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.
8:12 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman TUHAN.

* Efesus 5:6
5:6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.

* Yohanes 10:12
10:12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

* Yehezkiel 13:1-16
13:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku:
13:2 "Hai anak manusia, bernubuatlah melawan nabi-nabi Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka yang bernubuat sesuka hatinya saja: Dengarlah firman TUHAN!
13:3 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.
13:4 Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel!
13:5 Kamu tidak mempertahankan lobang-lobang pada tembokmu dan tidak mendirikan tembok sekeliling rumah Israel, supaya mereka dapat tetap berdiri di dalam peperangan pada hari TUHAN.
13:6 Penglihatan mereka menipu dan tenungan mereka adalah bohong; mereka berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal TUHAN tidak mengutus mereka, dan mereka menanti firman itu digenapi-Nya.
13:7 Bukankah penglihatan tipuan yang kamu lihat dan tenungan bohong yang kamu katakan, kalau kamu berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal Aku tidak berbicara?
13:8 Sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH, oleh karena kamu mengatakan kata-kata dusta dan melihat perkara-perkara bohong, maka Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
13:9 Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan nabi-nabi yang melihat perkara-perkara yang menipu dan yang mengucapkan tenungan-tenungan bohong; mereka tidak termasuk perkumpulan umat-Ku dan tidak akan tercatat dalam daftar kaum Israel, dan tidak akan masuk lagi di tanah Israel; dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan ALLAH.
13:10 Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera--mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya--
13:11 katakanlah kepada mereka yang mengapur tembok itu: Hujan lebat akan membanjir, rambun akan jatuh dan angin tofan akan bertiup!
13:12 Kalau tembok itu sudah runtuh, apakah orang tidak akan berkata kepadamu: Di mana sekarang kapur, yang kamu oleskan itu?
13:13 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Di dalam amarah-Ku Aku akan membuat angin tofan bertiup dan di dalam murka-Ku hujan lebat akan membanjir, dan di dalam amarah-Ku rambun yang membinasakan akan jatuh.
13:14 Dan Aku akan meruntuhkan tembok yang kamu kapur itu dan merobohkannya ke tanah, supaya dasarnya menjadi kelihatan; tembok kota itu akan runtuh dan kamu akan tewas di dalamnya. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
13:15 Begitulah Aku akan melampiaskan amarah-Ku atas tembok itu dan kepada mereka yang mengapurnya dan Aku akan berkata kepadamu: Lenyap temboknya dan lenyap orang-orang yang mengapurnya,
13:16 yaitu nabi-nabi Israel yang bernubuat tentang Yerusalem dan melihat baginya suatu penglihatan mengenai damai sejahtera, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

* Yeremia 23:30-32
23:30 Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang mencuri firman-Ku masing-masing dari temannya.
23:31 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang memakai lidahnya sewenang-wenang untuk mengutarakan firman ilahi.
23:32 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya. Aku ini tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman TUHAN.

5. DALAM KEPUNGAN SERIGALA

* Matius 7:15,20-23
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

* Yesaya 56:10-11
56:10 Sebab pengawal-pengawal umat-Ku adalah orang-orang buta, mereka semua tidak tahu apa-apa; mereka semua adalah anjing-anjing bisu, tidak tahu menyalak; mereka berbaring melamun dan suka tidur saja;
56:11 anjing-anjing pelahap, yang tidak tahu kenyang. Dan orang-orang itulah gembala-gembala, yang tidak dapat mengerti! Mereka semua mengambil jalannya sendiri, masing-masing mengejar laba, tiada yang terkecuali.

* 2 Korintus 11:19-20
11:19 Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana:
11:20 karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu.

* Yehezkiel 13:17-19,22
13:17 "Engkau anak manusia, tujukanlah mukamu kepada kaum perempuan bangsamu yang bernubuat sesuka hatinya saja dan bernubuatlah melawan mereka.
13:18 Katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah dukun-dukun perempuan, yang mengikatkan tali-tali azimat pada semua pergelangan dan mengenakan selubung pada kepala semua orang, tua atau muda, untuk menangkap jiwa orang. Apakah kamu hendak menangkap jiwa orang yang termasuk umat-Ku dan membiarkan orang-orang lain hidup untuk kepentinganmu?
13:19 Kamu melanggar kekudusan-Ku di tengah-tengah umat-Ku hanya demi beberapa genggam jelai dan beberapa potong roti, dengan membunuh orang-orang yang tidak patut mati, dan membiarkan hidup orang-orang yang tidak patut hidup, dalam hal kamu berbohong kepada umat-Ku yang sedia mendengar bohong.
13:22 Oleh karena kamu melemahkan hati orang benar dengan dusta, sedang Aku tidak mendukakan hatinya, dan sebaliknya kamu mengeraskan hati orang fasik, sehingga ia tidak bertobat dari kelakuannya yang fasik itu, dan kamu membiarkan dia hidup.


6. LEPAS DARI CENGKERAMAN IBLIS

* Yeremia 23:14-15
23:14 Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora."
23:15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri."

* 2 Korintus 11:13-15
11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.
11:14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.
11:15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.

* 1 Timotius 4:1-2
4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

7. KEARIFAN / HAL MEMAHAMI:

* Yeremia 23:25-27
23:25 Aku telah mendengar apa yang dikatakan oleh para nabi, yang bernubuat palsu demi nama-Ku dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi!
23:26 Sampai bilamana hal itu ada dalam hati para nabi yang bernubuat palsu dan yang menubuatkan tipu rekaan hatinya sendiri,
23:27 yang merancang membuat umat-Ku melupakan nama-Ku dengan mimpi-mimpinya yang mereka ceritakan seorang kepada seorang, sama seperti nenek moyang mereka melupakan nama-Ku oleh karena Baal?

* 2 Petrus 2:1
2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

* Kolose 2:18-19
2:18 Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
2:19 sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya

* Efesus 4:14-15
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

* 1 Yohanes 2:20-26
2:20 Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.
2:21 Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
2:23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.
2:24 Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.
2:25 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.
2:26 Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.

* Kisah Para Rasul 20:29-31
20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.
20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
20:31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

* Matius 10:16-17
10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.

* Lukas 10:3
10:3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

* Matius 24:25
24:25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.


Ada banyak tokoh-tokoh rohani atau hamba Tuhan masa kini yang sangat berhasil sepertinya mereka sedang menggeser posisi Kristus. Mereka begitu senang dipuji, diperhatikan, disanjung dan ditinggikan, seharusnya mereka berada pada posisi sama dengan jemaat Tuhan, tapi kemudian ia melompat ketengah-tengah perhimpunan dan menggeser posisi Anak Domba dan mereka menerima segalanya, maka dia kemudian menjadi tokoh idola, ini banyak kali terjadi. Jika kita berbicara tentang idola, kita sedang berbicara mengenai sesuatu yang Allah tidak suka, suatu berhala. Orang benar akan hidup oleh iman, jadikan Yesus sebagai pusat, bukan figur manusia.

8. BERGAUL ERAT DENGAN ALLAH


Pengalaman dengan Allah Yang Sejati tidak sama dengan pengalaman yang Mengesankan Dengan "hal-hal yang Supranatural" atau suatu pengalaman yang hanya bersumber dari tanda-tanda dan mujizat.

Kesalahan dari umat Kristen dalam usaha membuktikan keotentikan pengalaman mereka dengan Allah adalah keterlibatannya dengan pengalaman-pengalaman supranatural (miracles, keajaiban-keajaiban). Memang Alkitab mencatat tentang peristiwa-peristiwa keajaiban yang dilakukan baik oleh nabi-nabi, rasul-rasul bahkan Tuhan Yesus sendiri. Oleh sebab itu hal benar tidaknya "keajaiban dapat terjadi dalam hidup manusia" tidak perlu dipertanyakan lagi. Yang perlu dipertanyakan adalah "apa maksud Allah dan sampai di mana kepentingan dari pengalaman tersebut" dalam konteks keselamatan?

Keajaiban hanyalah sarana yang dipakai Allah untuk "menuntun" manusia kepada "iman". Iman yang sejati tak pernah dapat dibangun di atas landasan "pengalaman terhadap keajaiban-keajaiban ilahi". Dan Iman yang sejati hanya dapat dibangun di atas landasan firman Tuhan (Alkitab).


2 RAJA 22:8-13; 23:1-3 
MAZMUR 119:33-37,40 
MATIUS 7:15-20 

Matius 7:15-16a 
Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 

Serigala adalah salah satu binatang buas yang memangsa korbannya dengan cara sembunyi dan licik. 

Beberapa serigala bekerja sama untuk menangkap dan membunuh hewan lain yang lebih besar, seperti rusa, kijang. 

Serigala terkenal kelicikannya yang pandai manfaatkan situasi korbannya pada saat sedang sakit atau terluka. 

Ungkapan kata serigala berbulu domba sering dipakai untuk mengungkapkan perbuatan yang licik dan jahat. 

Yesus juga menggunakan kata serigala berbulu domba untuk mengingatkan agar waspada terhadap pengajaran dari nabi-nabi palsu yang memanipulasi ajaran Yesus untuk kepentingan pribadi. 

Seperti apakah pengajaran dari nabi-nabi palsu itu? kita perlu mendeteksi pola pikir dan cara kerja nabi-nabi palsu. 

Memang kita diberitahu oleh Yesus kiat untuk mengetahui yang mana nabi-nabi palsu yakni : dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.  (Matius 7:20)

Yesus menggunakan simbol pohon yang menghasilkan buah yang baik atau buah yang tidak baik. 

Matius 7:17-18 
Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 

Akan tetapi kita baru ketahui dikemudian hari padahal alangkah lebih baiknya kita waspada sejak dini, sejak awal supaya akibatnya tidak sampai merugikan kita atau sempat menyesatkan kita. 

Nabi-nabi palsu adalah orang-orang yang memberitakan Injil tetapi motivasi dan tujuannya untuk kepentingan atau keuntungan diri sendiri atau kelompok tertentu. 

Ada beberapa hal yang dapat kita ketahui ciri-ciri nabi palsu dan seperti apa ajaran nabi palsu : 

Pertama 
Latar belakang dan rekam jejak dari pengajar atau pemberita Injil 

Roma 16:17 
Aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 

Paulus menasehati jemaat di Korintus agar mereka tidak terpedaya oleh pemberitaan tentang Yesus yang lain yang tidak sesuai dengan pemberitaan Injil Kristus yang Paulus ajarkan kepada mereka. 

2 Korintus 11:3-4 
Aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima. 

Harus dipahami bahwa pengalaman dengan Allah Yang Sejati adalah pengalaman dengan kuasa pembebasan dari dosa. Tak seorangpun yang dapat membuktikan bahwa pengalaman mereka adalah pengalaman "yang otentik" dengan Allah yang sejati, kecuali mereka mengalami tanda-tanda dari "kuasa pembebasan dari dosa".

Banyak orang Kristen yang secara rasionil "sudah mengenal" kebenaran-kebenaran firman Tuhan. Bahkan banyak di antara mereka yang sudah dapat mengembangkan konsep pemikiran teologi yang betul-betul dilandaskan atas kebenaran-kebenaran firman Allah (Alkitab). Tetapi tanpa mereka mengupayakan untuk mendapat tanda-tanda dan mujizat.

Orang Kristen yang mengenal Allah adalah orang Kristen yang mengalami kebenaran firman yang membebaskan.

Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 8:31-32, :
"Jikalau kamu tetap di dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu"

Maka cintailah Sang Pembuat mujizat itu, Allah Maha Besar!!!


Selasa, Agustus 25, 2020

Menuju Keesaan Gereja

 

Sampul Depan

 

RINGKASAN BUKU "MENUJU KEESAAN GEREJA"

 

Spesisfikasi 

Judul Buku      : Menuju Keesaan Gereja

Penulis             : Dr. Christiaan de Jonge

Penerbit           : BPK Gunung Mulia, Jakarta

Tahun              : 2014

Tebal               : xviii + 242 halaman

 

Buku ini membahas banyak hal  tentang oikumene. Dimulai dengan pendahuluan yang membahas pengertian oikumenika. Oikumenika adalah ilmu yang menyangkut oikumene. Oikumenika membahas usaha-usaha orang Kristen dan gereja-gereja yang berbeda-beda untuk menjadi satu atau esa. Jadi, dengan kata lain oikumene bertolak  dari perbedaan-perbedaan paham teologis yang hendak diatasi. Soal perbedaan ini dapat didekati dari beberapa segi. Yang pertama adalah dari segi historis, yakni melihat bagaimana usaha-usaha mewujudkan keesaan ini dalam sejarah gereja. Selain dari segi historis, juga ada segi praktis. Dalam sejarah gerakan oikumenis seringkali kerinduan untuk menjadi esa lahir dari kerjasama yang  telah ada, umpamanya dibidang pekabaran Injil. Karena ada tugas yang dihadapi bersama, maka orang-orang Kristen dan gereja-gereja mencoba memperdalam kerjasama yang ada dan mencari dasar teologis bersama untuk kerjasama mereka.   

Oikuimene adalah bahasa Yunani yang berasal dari kata oikeo yang berarti tinggal, berdiam, atau juga mendiami. Oleh sebab itu arti harafiah oikumene adalah “yang didiami”. Tetapi participium ini telah beroleh arti khusus sebagai kata benda. Arti pertama adalah geografis: dunia yang didiami (Luk 4:5; Rm 10:18; Ibr 1:6). Dapat juga berarti: umat manusia (Kis 17:31; 19:27; Why 12:9). Dapat juga mendapat arti politik: kekaisaran Romawi (Kis 24:5) dan semua penduduknya (Kis 17:6).

 Arti Ekumenisme | HIDUPKATOLIK.com

Akar-Akar Gerakan Oikumenis Pada Abad-Abad Lalu, Sampai Dengan Konperensi Pekabaran Injil Sedunia Di Edinburgh (1910)

Pada zaman reformasi Katolik Roma untuk pertama kali (sejak khisma dengan Gereja Ortodoks Yunani tahun 1054) diperhadapkan dengan ancaman perpecahan besar-besaran. Walaupun Luther dengan cepat dikucilkan dari gereja (1521), namun tetap diusahakan mencari perdamaian dengan pengikut-pengikutnya, kaum Injili, demi kesatuan kaum Kristen dari ancaman Turki. Usaha-usaha ini, yang didorong oleh pertimbangan-pertimbangan politik, menghasilkan pembicaraan-pembicaraan di Leipzig (1539), Hagenau (1540), Worms (1540) dan Regensburg (Ratisbon, 1541) di wilayah kekaisaran Jerman dan di Prancis, tetapi persetujuan tidak dicapai.  Dikalangan kaum Injili ternyata tidak mungkin juga untuk mencapai kesatuan. Walaupun kaum Injili memisahkan diri dai Roma, namun tetap ada kesadaran, baik  di kalangan Protestan maupun Katolik-Roma bahwa satu warisan menjadi milik bersama, yaitu warisan gereja kuno. Kaum Reformator mengakui ketika simbol gereja kuno (pengakuan iman rasuli, Nicaea-Constatinopel dan Athanisius) sebagai simbol  oikumenis dan lebih luas, menerima hasil  konsili-konsili oikumenis gereja kuno sebagai sesuai dengan Alkitab.

Timbul kesadaran bahwa usaha-usaha untuk memulihkan perpecahan yang diakibatkan reformasi harus bertolak dari warisan bersama. Kesadaran ini hidup khususnya di kalangan kaum humanis, cendikiawan katolik maupun Protestan yang mengecam keadaan gereja Katolik Roma pada zaman itu karena telah menyimpang dari ajaran dan praktik gereja kuno. Namun usaha perdamaian mereka agak bersifat intelektual dan individual, dan kurang berakar dalam gereja.

Pada abad ke-17 dan ke-18, usaha-usaha dari abad reformasi dilanjutkan:

1.      Mencari titik persatuan dalam warisan gereja kuno.

2.      Merumuskan semacam daftar pasal-pasal iman yang dianggap azasi untuk iman Kristen, yang harus diterima secara mutlak, sedangkan pasal-pasal iman yang dianggap tidak azasi tidak boleh menjadi alas an untuk perpecahan antara orang-orang Kristen.

Kekurangan usaha-usaha di atas adalah bahwa yang pertama  dianggap terlalu intelektualitas untuk diterima secara umum di gereja-gereja. Sedangkan yang kedua waktunya belum matang. Gereja-gereja masih terlalu mengindahkan rumusan-rumusan konvesional masing-masing.

Setelah rumusan-rumusan konfesional kehilangan peranan yang menentukan. Pada zaman pencerahan dan pietisme munculah pendapat yang mengatakan bahwa iman Kristen bertolak dari hati pribadi. Kesalehan pribadi, penghayatan iman secara individual adalah yang terutama, dan semua hal lain, seperti keanggotaan gereja atau penerimaan suatu konfeksi adalah hal kedua. Dengan penekanan pada individu maka konfeksi gereja direlativer. Gereja berusaha mencari hubungan dengan gereja-gereja lain. Pietisme, yang muncul di gereja Lutheran Jerman, sejak awal bersifat terbuka terhadap usaha-usaha yang sedemikian di kalangan Calvinis, bahkan Katolik Roma.

Sikap terbuka di kalangan pietis kemudian sangat mempengaruhi perhimpunan-perhimpunan pekabaran injil. Perhimpunan-perhimpunan ini juga mengutamakan iman sederhana kepada Yesus Kristus. Pada abad ke-19 timbulah usaha lain sbb:

1.      Usaha mempersatukan orang-orang Kristen dari gereja-gereja yang mempunyai dasar teologis atau konfesional yang sama.

2.      Usaha untuk mempersatukan orang-orang Kristen Protestan dalam satu perhimpunan yang diprakarsai oleh Thomas Chalmers (1780-1847), yang kemudian hasilnya ialah pembentukan Evangelical Alliance di London, tahun 1846. Namun ini juga tidak pernah berhasil untuk menupulkan orang-orang Kristen yang dapat dianggap wakil gereja mereka dan tetap bersifat perhimpunan yang pribadi.

3.      Voluntary movement yang lahir karena pengaruh Revivalism, gerakan kebangunan rohani di Amerika Serikat. Misalnya: YMCA (Persatuan para pemuda Kristen 1844), YWCA (persatuan para pemudi Kristen 1854), SCM (gerakan mahasiswa kristen). Yang memiliki pandangan bahwa bukan konfeksi gereja yang penting, tetapi iman murni kepada sang juruselamat. Tugas bersama orang Kristen adalah menginjili.

4.      Usaha untuk bekerja sama di bidang pekabaran injil. Dimulai dengan penerjemahan Alkitab. Lembaga Alkitab yang pertama untuk penyebaran Alkitab di lapangan pekabaran injil adalah British and Foreign bible Society, tahun 1804. Juga diadakannya konferensi-konferensi yang menghasilkan pemahaman bahwa dalam pekabaran injil perlu suatu pembagian lapangan pekabaran injil untuk menghindari apa yang disebut “pekabaran injil rangkap”.

Sejak 1854 diadakan konperensi-konperensi pekabaran injil untuk dunia anglo-Amerika, tahun 1866 untuk daratan Eropa, tahun 1860 di Liverpool dan 1885 di London diadakan Konperensi Pekabaran Injil International. Tahun 1900 di New York diadakan Eucumenical Conference on Foreign Missions, yang diselenggarakan oleh Evangelical Alliance.

Usaha ini bermuara pada konperensi pekabaran injil sedunia di Edinburgh (14-23 juni 1910), yang dipelopori oleh John Raleigh Mott (1865-1955). Konperensi ini untuk membahas sejumlah persoalan yang timbul di lapangan pekabaran injil. Pokok-pokok yang di bahas: 1) Pekabaran injil di seluruh dunia. 2) Gereja di lapangan pekabaran injil. 3) Pendidikan dan pengkristenan. 4) Berita Kristen dan agama-agama bukan Kristen. 5) Persiapan para pekabar injil. 6) Hubungan dengan pangkal di dalam negeri. 7) Hubungan dengan pemerintah. 8) Kerjasama dan keesaan.

Keputusan ini di kemudian hari ternyata berarti langkah awal di sejarah oikumene, sehingga konperensi pekabaran injil sedunia di Edinburgh 1910 dilihat sebagai saat kelahiran gerakan oikumenis.

Perang Dunia I - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Akibat Edinburgh (I) : International Missionary Council 1921-1961

Continuation Comite yang terbentuk di  Edinburg 1910 terhambat karena pecahnya Perang Dunia Dunia Pertama (1914-1918). Baru pada tahun 1921 didirikan International Missionary Council (IMC), yang ketuanya John Mott. Setelah Edinburg, berdirilah dewan-dewan semacam itu seperti Dewan-dewan Kristen Nasional ( di India, Korea, Jepang, India dan Tiongkok). Sejak Tahun 1912 mulai diterbitkan International Review of Mission (IRM), majalah untuk pekabaran Injil dan missiologiyang ada sampai sekarang.

Konperensi-konperensi pekabaran Injil yang diadakan sejak Edinburg sampai saat IMC memutuskan untuk menggabungkan diri dengan Dewan Gereja-gereja Sedunia adalah sebagai berikut:

1.      Konperensi di Yerusalem (23 Maret-8 April 1928) yang membicarakan hubungan antara gereja-gereja muda dan tua, hubungan dengan agama-agama lain, sekularisasi serta comprehensive approach to the Jews. Comprehensive approach bertolak dari pendapat bahwa Injil menyangkut seluruh manusia, yaitu jiwanya, hubungannya dengan sesama manusia dan dunia sekitarnya. Oleh sebab itu pekabaran Injil tidak boleh membatasi diri pada pemberitaan orang-perorangan. Pekabaran Injil juga termasuk pekerjaan sosial, medis, pendidikan, singkatnya kegiatan-kegiatan yang mencakup segala bidang kehidupan. Pekabaran Injil adalah pemberitaan kabar syalom yang menyangkut manusia seutuhnya.

2.      Tambaran 12-29 desember 1938, yang memainkan peran penting dalam konperensi ini adalah buku Dr. H. Kraemer, the Christian message in a non-Christian World untuk melawan buku Rethinking Missions (1932) yang membicarakan tentang adanya pengaruh Barth dan demikian pengaruh ini masuk dunia pekabaran Injil international, menolak kolonialisme, memberi perhatian kepada kemandirian gereja-gereja muda, pendidikan untuk pendeta-pendeta pribumi dan pendidikan teologia yang baik, kerjasama dan keesaan.

3.      Whitby (kanada) 5-24 juni 1947. Temanya adalah: The Christian Witness in a Revolutionary World (kesaksian Kristen dalam dunia yang revolusioner). Gereja-gereja tua dan muda mulai saling mengakui sebagai “partners in obedience” (mitra dalam ketaatan), yang sama-sama diperhadapkan dengan tugas mengabarkan injil di seluruh dunia. Istilah “partners in obedience” menunjukan bahwa tidak ada perbedaan antara gereja tua dan muda karena keduanya adalah bagian gereja oikumenis, gereja sedunia, yang memiliki tugas yang sama. Keduanya haruslah saling membantu dalam melaksanakan tugas ini. Ini menunjukan bahwa dunia tidak lagi di bagikan dalam lapangan pekabaran Injil.

4.      Willingen (jerman) 5-12 juli 1952, dengan tema “The Missionary Obligation of The Church” (Kewajiban gereja untuk mengabarkan Injil).

5.      Achimota (Ghana, Africa), 28 desember 1957- 8 januari 1958. Yang bertema “The Christian Mission in This Hour” (Misi Kristen pada saat ini). Diputuskan untuk mengintegrasikan IMC dengan DGD.

 IG: WarungSejarahRI on Twitter: "Buku Lawas > Menuju Keesaan ...

 Akibat Edinburg (II): Gerakan Faith And Order 1910-1937

Tujuan Faith and Order, yang dirumuskan oleh Brent, adalah mencari jalan menuju keesaan gereja. Untuk mencapai tujuan ini Brent mengusulkan untuk mengadakan suatu konperensi yang mempercakapkan soal-soal iman dan tata gereja  dan melihat bagaimana halangan-halangan untuk keesaan gereja dapat diatasi.

Perkembangan yang terjadi di kalangan gereja-gereja yang bercorak Anglikan. Rumusan dasar keesaan di Anglikan Communion yang dikenal dengan nama Lambeth Quadrilateral mencantumkan empat hal yang menggabungkan gereja-gereja Anglikan yaitu: 1) Alkitab sebagai ukuran iman. 2) Pengakuan iman rasuli dan pengakuan iman nicea-constantinopel. 3) Kedua sakramen, baptisan dan perjamuan kudus. 4) Jabatan uskup yang historis. Penekanan pada keesaan gereja yang kelihatan dan terwujud secara organisatoris merupakan sumbangan Anglican Communion kepada gerakan Faith and Order.

 

Akibat Edinburg (III): Gerakan Life And Work 1919-1937; World Alliance 1914-1948

Prasejarah Life and Work terdapat dalam aksi Kristen di bidang sosial pada abad ke-19. Banyak organisasi Kristen melibatkan diri dalam aksi sosial. Maka timbulah kesadaran bahwa dalam menghadapi hal-hal sosial orang-orang Kristen harus bekerjasama. Kerjasama ini di bidang sosial-ekonomi dan bidang perdamaian internasional. Salah seorang pelopor gerakan ini adalah J.H. Wichern (1808-1881). World Aliance adalah salah satu organisasi di bidang ini. Sesudah Perang Dunia Pertama, World Alliance membicarakan pada konperensi-konperensi soal-soal International seperti Liga Bangsa-bangsa, pelucutan senjata, nasionalisme, dan internasionalisme. Usaha-usaha lain yang mereka lakukan adalah: 1) memperjuangkan kebebasan beragama; 2) melawan halangan-halangan untuk gereja-gereja, sekolah-sekolah dan institut-institut Kristen; 3) mencari penyelesaian konflik-konflik gerejani dan politik yang memecahkan gereja; 4) memajukan hubungan-hubungan persahabatan internasional antara gereja-gereja dan jemaat-jemaat; 6) mencari perdamaian; 6) mendukung usaha-usaha yang memajukan keadilan dalam hubungan antar bangsa.

 

Pembentukan Dewan Gereja-gereja Sedunia

Semangat untuk mendirikan Dewan Gereja-gereja Sedunia telah dikemukakan sejak ahir Perang Dunia pertama. Sejak 1933 organisai-organisasi oikumenis seperti Faith and Order, Life and Work, IMC, World Alliance, WSCF dan YMCA mulai membicarakan hal ini. Rencana untuk mengadakan siding raya DGD yang pertama tahun 1941 digagalkan karena Perang Dunia II (1939-1945). Pengalaman bersama semasa perang menyebabkan gerakan oikumenis semakin maju. Untuk membuka jalan ke siding DGD yang pertama, hubungan antar gereja-gereja Jerman harus dipulihkan kembali.

Sidang DGD pertama diadakan di Amsterdam, 22-23 Agustus 1948, dan pada tanggal 23 the World Council of Churches didirikan secara resmi.

 

Sejarah Singkat Dewan Gereja-gereja Sedunia dari Sidang Raya II – VI

Sidang Raya DGD II diadakan di Evanston, 15-31 agustus 1954 dengan tema “Kristus Harapan Dunia”. Ada 6 seksi, yaitu: 1) Faith and Order (Iman dan Tata Gereja- Keesaan Kita di dalam Kristus dan Perpecahan Kita Sebagai Gereja), 2) Penginjilan- pekabaran injil gereja kepada orang-orang yang ada di luar kehidupannya, 3) Masalah-masalah sosial- masyarakat yang bertanggung jawab di dalam perspektif seluruh dunia, 4) Perkara-perkara internasional-orang-orang Kristen dalam pergumulan terhadap masyarakat dunia, 5) Hubungan-hubungan antar kelompok-gereja ditengah-tengah ketegangan ras dan suku, 6) kaum awam- orang Kristen dalam panggilannya.

Sidang Raya DGD III New Delhi (19 nopember-5 desember 1961) dengan tema “Yesus Kristus terang dunia”. Tema ini dibahas dalam 3 seksi, yakni Witness, Service dan Unity. Beberapa peristiwa penting terjadi pada siding raya ini: 1) Penggabungan antara IMC dan DGD yang menunjukan bahwa gereja-gereja barat dan gereja-gereja dari Asia dan Afrika adalah sama penting di gerakan oikumenis. 2) Gereja-gereja ortodoks Rusia, Rumania, Bulgaria, Polandia menjadi anggota sehingga menjadi lebih nyata bahwa gerakan oikumenis bukan saja hal protestan. 3) Keanggotaan DGD diperluas kearah dunia ke3 dan kearah kekristenan pentakostal. 5) Untuk pertama kalinya peninjau-peninjau dari gereja Katolik Roma sebagai hasil sikap lebih terbuka gereja ini.

Sidang raya DGD IV di Uppsala, Swedia 4-20 juli 1968, dengan tema “Lihat, Aku Menjadikan Segala Sesuatu Baru” (Why 21:5). Penekanannya adalah pada pembangunan. Ada 6 seksi: 1) Roh Kudus dan katolisitas gereja. 2) Pembaharuan dalam pekabaran Injil. 3) Ekonomi dunia dan perkembangan masyarakat. 4) Menuju keadilan dan perdamaian dalam perkara-perkara internasiaonal. 5) Ibadah. 6) Menuju gaya hidup baru

Sidang Raya DGD V diadakan di Nairobi, Kenya dari 23 November – 10 Desember 1975. Semula siding ini akan diadakan di Jakarta, namun timbul ketegangan dengan kelompok-kelompok Muslim, dan memuncak pada pembunuhan seorang imam Anglikan. Temanya adalah “Jesus Christ frees and unites” (Yesus Kristus membebaskan dan mempersatukan). Ada enam seksi yaitu: 1) mengaku Kristus dewasa ini; 2) apa yang dibutuhkan untuk keesaan; 3) mencari persekutuan (dialog antara kepercayaan-kepercayaan, kebudayaan-kebudayaan dan ideologi-ideologi); 4) pendidikan untuk pembebasan dan persekutuan); 5) struktur-struktur ketidakadilan dan perjuangan untuk pembebasan; 6) kekuasaan, teknologi, kuallitas hidup.

Sidang  Raya DGD VI diadakan di Vancouver, Kanada, 24 Juli-10 Agustus 1983. Yang hadir sekitar 3000 peserta, dari 314 gereja. Temanya “Yesus Kristus, Kehidupan Dunia”.

 

Oikumene Denominasional

Sejak 1867 Gereja Anglikan mengadakan konperensi di London, dan pada tahun 1888 diputuskan untuk meneliti hubungan-hubungan dengan gereja-gerja lain, sehingga sehingga semangat oikumenis masuk ke dalam konperensi-konperensi. Reformed and Presbyterian Alliance, sejak bergabung dengan ICC (1970) bernama World Alliance of Reformed Church. WARC dapat dilihat sebagai wadah oikumenis sebab semangat oikumenis sudah ada sejak permulaan.  WARC sangat mendukung DGD. Pada tahun 1876 gereja Methodis mengadakan konperensi untuk mewujudkan kerjasama antara gereja-gereja Methodis di Amerika.  Pertemuan gereja-gereja Baptis pada tahun 1905 dibentuk Baptis World Alliance. Walaupun BWA menyetujui gerakan oikumenis dan menganjurkan anggota-anggotanya untuk terlibat di dalamnya, soal baptisan menjadi persoalan besar, sebab baptisan orang percaya (dewasa) sebagai satu-satunya baptisan yang sah.

Gereja Lutheran pada abd ke-19 telah mengadakan konperensi bersama, baru pada tahun 1947 nama Lutheran World Convention dirubah menjadi Lutheran World Federationn (LWF). Anggota-anggotanya tetap gereja-gereja Lutheran, tetapi tujuan ikut serta dalam gerakan oikumenis, lebih khusus menghadirkan unsure konfesional dalam DGD.  Berbeda dengan DGD, oikumene konfesional dianggap lebih utama dari oikumene geografis, sesuatu yang kadang-kadang menimbulkan ketegangan.

 

Oikumene di Asia

Pilon menyebut empat hal hal yang menentukan perlembangan oikumene di Asia: 1) Nasionalisme di Asia sesudah Jepang mengalahkan Rusia pada tahun 1905. Timbul perasaan bahwa orang Asia tidak perlu diatur oleh orang-orang Barat, sebab mereka dapat mengurus perkara-perkara mereka sendiri. 2) Pengaruh pekabaran Injil. 3) Pengaruh agama-agama lain. Gereja-gereja Asia harus menghadapi orang-orang yang bukan Kristen. 4) Pengaruh Alkitab (Yoh 17:21).

Setelah John Mott mengunjungi Asia, didirikanlah dewan-dewan pekabaran Injil nasional di India, Tiongkok dan Jepang. Di India dibentuk Church South of India (1947). Konperensi kedua IMC diadakan di Prapat, pada Maret 1957.  Di sana diputuskan untuk membentuk suatu dewan, East Asia Christian Conference (EACC). Pada tahun 1973 nama EACC dirubah menjadi Christian Conference of Asia (CCA) dan pada tahun berikutnya dibuka kantor CCA di Singapura. Ada panitia untuk Inter Church Aid (Perkara-perkara International untuk region Asia, gereja dan masyarakat), Urban and Rural Mission (Kerjasama dan pertukaran tenaga di bidang pekabaran Injil, kaum awam, literature dan komunikasi masa).

 

Oikumene di Indonesia

T. B. Simatupang mengatakan ada  lima jenis pengaruh yang nyata dalam sejarah pembentukan DGI, yaitu: 1) Alkitab (Yoh 17:21) dan pengakuan iman; 2) nasionalisme di Indonesia menjelang dan sesudah Perang Dunia kedua; 3) pengalaman pemuda Kristen dalam Perhimpunan Mahasiswa-mahasiswa Kristen dan pada Sekolah Tehologia Tinggi; 4) pengalaman pada masa Jepang; 5) pengaruh gerakan oikumenis dari luar (IMC, WSCF, DGD) dan pengaruh tokoh-tokoh di kalangan pekabaran Injil.

Usaha kerjasama di kalangan pekabaran Injil mulai di Indonesia dengan pembentukan Zendingconsulaat (Perwakilan Pekabaran Injil) pada tahun 1906. Doronganyang lebih langsung untuk gerakan oikumenis di Indonesia yang bermuara pada pembentukan DGI pada tahun 1950. Tujuan DGI adalah pembentukan gereja Kristen yang esa di Indonesia, termasuk bentuknya. Namun, jalan menuju keesaan itu sulit. Berbagai faktor non-teologis begitu berpengaruh sehingga persoalan keesaan gereja perlu ditunda.  Pada tahun 1976 ditulis suatu konsep oikumenis bahwa keesaan seharusnya keesaan dalam kepelbagaian, secara konkrit federasi. Pada Sidang Raya X di Ambon akhirnya ditetapkan Piagam Saling Mengakui dan Menerima dan Pemahaman Bersama Iman Kristen, akan tetapi gereja yang esa belum terwujud.

 

Gereja Katolik Roma dan Gerakan Oikumenis

Sebelum kepausan Paus Yohanes XXIII,  sikap Gereja Katolik Roma terhadap gerakan oikumenis ditentukan oleh pemahaman bahwa gereja yang benar seperti yang dimaksud dalam Pengakuan Iman hanya gereja yang dipimpin oleh Paus sebagai wakil Kristus. Telah terjadi keesaan, oleh sebab itu tidak perlu suatu gerakan oikumenis yang di luar Roma. Pada konperensi Edinburg lima orang Katolik hadir, tetapi ditekankan mereka tidak mewakili gereja mereka.

Itu tidak berarti bahwa sama sekali tidak ada perhatian untuk gerakan oikumenis dari pihak Katolik Roma. Telah  dilakukan upaya percakapan, tetapi gereja Ortodoks Timur dan gereja Anglikan menolak kepemimpinan Paus. Paus Yohanes XXII (1958-1963) memimpin Katolik-Roma pada suatu zaman baru. Pada tahun 1959 ia mengundang suatu konsili oikumenis (seluruh gereja Katolik) untuk membicarakan masa depan gereja. Pada saat Konsili Vatikanum II, Paus berpendapat bahwa pembaharuan gereja tidak mungkin kalau “saudara-saudara yang terpisah” tidak dilibatkan, sehingga pada tahun 1960 didirikan sekretariat untuk memajukan keesaan Kristen. Dokumen yang terpenting untuk sikap Gereja Katolik-Roma terhadap gereja-gereja lain adalah dekrit de oecumenismo “Unitatis redintegratio” (pemulihan kembali keesaan) yang mendobrak isolemen Roma dan mengajak orang-orang Katolik untuk bekerjasama dengan “saudara-saudara terpisah”. Sejak Paus XXII, ada hubungan Gereja Katolik Roma dengan DGD, LWF, WMC, dan hubungan bilateral dengan gereja-gereja Timur, serta Anglikan. Untuk mempererat kerjasama, mereka berkumpul dua kali setahun melalui Kelompok Kerjasama antara Gereja Katolik-Roma dan DGD. Akan tetapi, Gereja Katolik-Roma hanya ingin bekerjasama dengan DGD tetapi jalan untuk mencari bentuk keanggotaan menemuui jalan buntu. Setelah  Paus Yohanes I dan II naik takhta,  mereka berpegang teguh kepada ajaran resmi Katolik sehingga semakin sulit  untuk mewujudkan kerjasama dengan gereja-gereja lain dalam bentuk organisasi yang konkrit.

 

Dekrit Konsili Vatikan II “De Ecumenismo”

Dalam konsili Vatikan II (1961) dikeluarkan dekrit yang berisi sikap Katolik-Roma terhadap gerakan oikumenis yang sudah ada di luar. Dijelaskan bahwa gereja yang esa yang didirikan oleh Kristus, sejak zaman permulaan mengalami perpecahan-perpecahan. Baik pihak Katolik maupun bukan Katolik bersalah dalam perpecahan-perpecahan ini. Ditegaskan pula bahwa mereka yang hidup terpisah dari Roma melalui baptisan berada dalam tubuh Kristus, sehingga mereka patut disebut orang Kristen dan patut diterima oleh orang-orang Katolik sebagai saudara-saudara dalam Kristus.

Selain itu bahwa keterlibatan Gereja Katolik-Roma dalam gerakan oikumenis khususnya terwujud melalui dialog dan doa bersama. Usaha oikumenis dilihat sebagai perkembangan persekutuan yang secara azasi sudah ada. ibadah bersama diperbolehkan tetapi tidak dengan perayaan sakramen ekaristi. Orang-orang Kristen dianjurkan untuk melibatkan diri dengan gerakan oikumenis dengan memperhatikan perbedaan-perbedaan ini, khususnya untuk mencari bersama-sama dasar Kristen untuk menghadapi tantangan-tantangan zaman modern.

 

Baptism, Eucharist an Ministry

Baptism, Eucharist an Ministry (BEM) sejak konperensi pertama di Lausanne tahun 1927 telah menginventarisasikan apa yang diterima oleh masing-masing gereja mengenai iman dan tata gereja, di mana persamaan dan di mana perbedaan. Mereka memiliki konsep yang dimuat dalam buku Ecumenical Perspectives on BEM : Konsep mengenai Perjamuan, baptisan, jabatan,  dan juga konsep mengenai liturgi yang merupakan langkah maju yang penting kea rah keesaan melalui ibadah bersama.

Menurut mereka melalui baptisan orang mengambil bagian dari kematian Kristus, tanda pertobatan, pengampunan dan penyucian. BEM tidak mempersoalkan cara merayakan baptisan (percik atau selam). Perjamuan berdasarkan Perjanjian Baru. Arti perjamuan adalah mengucap syukur kepada Bapa, peringatan akan Kristus, dan seruan akan Roh Kudus.

Lima Dokumen Keesaan PGI

Sesudah Sidang Raya IX  di Tomohon (1980) DGI merumuskan lima dokumen yang harus menjadi pegangan untuk gereja yang esa yang hendak dibentuk di Indonesia pada Sidang Raya X di Ambon (1984). Lima Dokumen Keesaan Gereja-gereja di Indonesia, yaitu:

1.      Pokok-pokok Tugas Panggilan Bersama (PTPB) 1984-1989; semacam GBHN untuk PGI; di dalamnya ditetapkan apa yang harus dikerjakan oleh gereja-gerja selama periode 1984-1989;

2.      Pemahaman Bersama Iman Kristen (PBIK); yaitu suatu pengakuan iman yang menggantikan pemahaman bersama dari tahun 1967 (yang tidak pernah diterima secara resmi);

3.      Piagama Saling Mengakui dan Salinng Menerima (PSMSM) di antara gereja-gereja anggota PGI, yang mengatur saling mengakui secara praktis dan tidak mendalami masalah-masalah teologis.

4.      Tata Dasar Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, yang menggantikan tata dasar yang lama, mencantumkan nama yang baru untuk dewan gereja-gereja di Indonesia dan mencantumkan Pancasila sebagai satu-satunya azas untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

5.      Dokumen “Menuju kemandirian teologi, daya dan dana”; secara khusus membahas masalah pendewasaan gereja-gereja di Indonesia, supaya bebas dari gereja-gereja luar negeri dalam soal pembiayaan dan teologi, serta mempergunakan dan mengembangkan daya anggota-anggota gereja sendiri.

 

Pemahaman Mengenai Keesaan Gereja

Tujuan gerakan oikumenis adalah keesaan gereja. Akan tetapi keesaan yang bagaimana yang hendak dicapai? Menjadi persoalan yang sering terjadi adalah bagaimana keesaan gereja itu diwujudkan. Gerakan Faith and Order menciptakan “keesaan gereja yang kelihatan secara lengkap”. Tidak hanya menyangkut ajaran gereja, tetapi juga kehidupan beribadah dan tata gereja. Namun, disadari bahwa keesaan Nampak secara sempurna tidak mungkin tercapai. Oleh karena itu panita untuk persiapan konperensi Faith and Order yang kedua di Edinburg (1937) menguraikan tiga model keesaan, yaitu: 1) aksi bersama, 2) saling mengakui dan merayakan Perjamuan Kudus bersama, dan 3) mengusahakan keesaan gereja yang dipahami sebagai keesaan dalam keanekaragaman sebagaimana terdapat dalam satu tubuh (bdk 1 Kor 12). Setiap anggota tubuh memiliki ciri yang berbeda, tetapi tetap merasa diri anggota seluruh tubuh, sedangkan keesaan tubuh tidak menghalangi keanekaragaman dalam karunia-karunia yang dimiliki masing-masing anggota.

 

Evangelical-Ecumenical: Sekitar Church Growth

Gerakan “evangelical” atau Injili lahir di Inggris yang dipelopori oleh John Wesley. Mereka menolak kecenderungan kaum Anglikan untuk mengarah ke katolisme. Dengan demikian “evangelical” menunjuk kepada paham Protestan yang ortodoks yang disertai keinginan untuk mengadakan evangelisasi dan pekabaran Injil. Setelah pengabungan IMC dan DGD dan setelah konperensi pekabaran Injil sedunia di Bangkok (1972-1973), terjadi perbedaan pemahaman mengenai pekabaran Injil. Kaum evangelical menekankan pertobatan sebagai tujuan pekabaran Injil, sedangkan pelayanan sosial cenderung diabaikan karena dianggap bukan sebagai tugas seorang pekabaran Injil. Namun, pada konperensi pekabran Injil sedunia di San Antonio terlihat bahwa kedua kelompok telah saling mendekati.

Menurut McGavran dalam The Conciliar-Evangelical Debate, mengemukakan pemahamannya mengenai pekabaran Injil. Menurutnya, pekabaran Injil adalah memenagkan sebanayk mungkin orang bagi Kristus, dan membawa mereka masuk dalam gereja-gereja. Hal-hal organisatoris yang menyangkut gereja tidak penting, asal orang masuk. Memenangkan adalah membaptis. Kaum ekumenikal menekankan hal yang berbeda dari evangelical, seperti pelayanan sosial, perubahan struktur-struktur yang tidak adil, kehadiran Kristus untuk memberikan tanda-tanda shalom, tanpa menyangkal pentingnya orang menerima Kristus, memberi diri dibaptis, menjadi anggota gereja.

 

Teologi Asia

Teologi Asia sama sperti teologi Afrika Latin, yang merupakan teologi yang oikumenis. “Teologi oikumenis” yang dimaksudkan di sini adalah teologi yang lahir dari pertemuan oikumenis antara orang-orang Kristen dari gereja-gereja dan latar belakang yang berbeda. Ini merupakan usaha untuk meniadakan corak Barat yang berabad-abad lamanya melekat pada teologi Kristen, dengan mencoba merumuskan suatu pemahaman yang relevan untuk konteks kebudayaan yang berbeda dari kebudayaan Eropa Barat dan Amerika Utara.

Di India diusahakan untuk mengembangkan teologi sendiri. Diupayakan untuk menjelaskan iman Kristen kepada orang-orang yang berlatarbelakang Hindu dalam istilah-istilah yang tidak asing untuk mereka. Di Korea teologi Minjung, merupakan upaya untuk merumuskan suatu teologi yang memperhatikan pergumulan rakyat jelata yang sudah lama tertindas dan sekarang hidup dalam masyarakat yang mengalami pengaruh Barat melalui perang dan industrialisasi. Di Jepang Kanzo Uchimura mencari bentuk  kekkristenan yang bebas dari pegaruh Barat dengan mendirikan Non-Chruch Movement, suatu gerakan orang-orang Kristen yang tiidak mau menjadi anggota salah satu gereja yang dibawa dari Barat. Dalam iman, mereka mencari hubungan antara iman Kristen dan nilai-nilai kebudayaan Jepang.  Di Indonesia pokok-pokok yang mengundang refleksi teologis adalah peranan gereja dalam pembangunan nasional, hubungan iman Kristen dengan Pancasila sebagai ideologi negara, dan hubungan gereja dengan kebudayaan.

Dalam karangan “The Critical Asian Principle”, yang dimuat oleh D.J. Elwood, menunjuk tujuh hal yang menentukan konteks teologi Asia, yaitu: 1) keanekaragaman ras, bangsa, kebudayaan, dan agama; 2) penjajahan oleh bangsa-bangsa Barat pada masa lampau; 3) pembangunan nasional serta modernisasi yang diusahakan pada masa sekarng; 4) kebutuhan untuk mencari identitas diri yang baru pada zaman modern; 5) kehadiran agama-agama besar (Hindu, Budha, Islam); 6) pencarian tatanan sosial yang baru; 7) kenyataan bahwa pada umumnya umat Kristen adalah kaum minoritas. Ketujuh hal ini harus diperhatikan dalam perumusan teologi Asia. 

 

Dialog Antar Umat Beragama

“Dialog antar umat beragama” menunjuk kepada pertemuan serta percakapan antara orang-orang yang berbeda agama yang diadakan untuk saling mengenal dan saling belajar mengenai agama yang diyakini. Antara dialog dan pekabaran Injil terdapat hubungan erat. Verkuyl membedakan tiga bentuk dialog. Yang  pertama adalah dialog untuk memajukan saling pengertian antara orang-orang yang beragama lain. Kedua adalah dialog guna mencapai kerjasama untuk menghadapi masalah-masalah sosial yang dihadapi bersama, seperti masalah penderitaan manusiawi, ketidakadilan dan hal-hal yang mengancam perdamaian dunia.  Ketiga adalah dialog dalam rangka pemberitaan Injil. Orang-orang dari agama yang berbeda masing-masing memberi kesaksian tentang keyakinan mereka dan mencari kebenaran yang hendak dinyatakan Allah kepada manusia.

Gagasan untuk mengadakan dialog dengan agama lain muncul sejak permulaan gerakan oikumenis pada konperensi di Edinburg (1910), konperensi IMC di Yerusalem (1928) dan Tambaran (1938). Garis-garis petunjuk untuk dialog ditekankan bahwa manusia diciptakan Allah untuk hidup dalam persekutuan dengan Dia dan sesama manusia. Alasan lain untuk mengadakan dialog adalah  bahwa manusia di dunia modern tidak mau bertemu dengan sesama yang beragama lain.

Persoalan-persoalan teologis yang berkaitan dengan dialog, pertama-tama dialog teologis menyangkut orang-orang bukan sistem-sistem agama dan ideologis. Selain itu dialog hanya dapat didekati dengan penyesalan (karena sering gereja bertindak seakan-akan mempunyai monopoli atas kebenaran Allah), rendah hati, gembira dan tulus iklas.

 

Entri yang Diunggulkan

Prayer In The Morning

  Prayer To God in the Morning Psalm 143:8 New International Version (NIV) 8  Let the morning bring me word of your unfailin...