Minggu, September 08, 2024

AKU BERASAL DARI ALLAH Minggu 8 September 2024

AKU BERASAL DARI ALLAH

Pdt. Seba Daud
Gembala GPdI Beth Eden Manado Tua

1 Yohanes 4:4 (TB) Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

1 John 4:4 (NET) You are from God, little children, and have conquered them, because the one who is in you is greater than the one who is in the world.

KAMU BERASAL DARI ALLAH, sudara2. Ada banyak suku, ada banyak asal, tapi satu hal harus kita sadari, bahwa kita berasal dari Allah. 
Tidak mudah kita menjalani hidup ini. Ada saatnya kita berlimpah, ada saatnya kita kekurangan, tapi biasanya Tuhan mengosongkan sesuatu untuk diisinya dengan berlimpah-limpah. Allah sanggup kita melakukan segala sesuatu bagi kita. 

AKU BERASAL DARI ALLAH 
🎁 Orang yang berasal dari Allah Kuat menghadapi tantangan hidup.
Kita banyak tantangan, namun Allah sumber segala sesuatu. Sumber Kekuatan, hikmat, sukacita, berkat.
🎁 Orang yang berasal dari Allah akan terus melihat Mujizat Allah. 
Kita akan terus mengalami Mujizat dalam hidup kita. Saya mengimani satu hal Membuat Tuhan terheran-heran melihat pelayanan kita padaNya, maka Tuhanpun akan buat kita terheran-heran dengan segala perbuatanNya. 
🎁 Orang yang berasal dari Allah tidak dapat ditundukkan oleh dunia.
Saudara hati - hatilah saat kita sedang berada *diatas, ada banyak godaan, cobaan yang akan dihadapi. Namun ingat satu hal, kekuatan dunia tidak dapat menundukkan orang yang berasal dari Allah. 
🎁 Orang yang berasal dari Allah tidak dapat dilenyapkan oleh siapapun. Kisah Para Rasul 5:34-39 (TB) Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.
Sesudah itu ia berkata kepada sidang: "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!
Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.
Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.
Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,
tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima.

Jadilah anak-anak Tuhan yang bersemangat dalam Tuhan. Firman Allah adalah jaminan hidup kita. Imani dan lakukan Firman Allah. Kamu berasal dari Allah, dan hidupmu dijamin oleh Allah. Amin.

Minggu, September 01, 2024

Alkitab adalah Kebenaran

Alkitab itu Kebenaran

Daniel 2:1-5 (TB)  Pada tahun yang kedua pemerintahan Nebukadnezar bermimpilah Nebukadnezar; karena itu hatinya gelisah dan ia tidak dapat tidur.
Lalu raja menyuruh memanggil orang-orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim, untuk menerangkan kepadanya tentang mimpinya itu; maka datanglah mereka dan berdiri di hadapan raja.
Kata raja kepada mereka: "Aku bermimpi, dan hatiku gelisah, karena ingin mengetahui mimpi itu." 
Lalu berkatalah para Kasdim itu kepada raja (dalam bahasa Aram): "Ya raja, kekallah hidupmu! Ceriterakanlah kepada hamba-hambamu mimpi itu, maka kami akan memberitahukan maknanya."
Tetapi raja menjawab para Kasdim itu: "Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing; 

Daniel 2:1-5 (NET)  In the second year of his reign Nebuchadnezzar had many dreams. His mind was disturbed and he suffered from insomnia.
The king issued an order to summon the magicians, astrologers, sorcerers, and wise men in order to explain his dreams to him. So they came and awaited the king’s instructions.
The king told them, “I have had a dream, and I am anxious to understand the dream.”
The wise men replied to the king: [What follows is in Aramaic] “O king, live forever! Tell your servants the dream, and we will disclose its interpretation.”
The king replied to the wise men, “My decision is firm. If you do not inform me of both the dream and its interpretation, you will be dismembered and your homes reduced to rubble!

Mimpi Nebukadnezar (2:1-13)

Kita sangat sulit menentukan kapan kisah ini terjadi. Disebutkan bahwa kejadiannya pada tahun kedua pemerintahan Nebukadnezar (ay. 1). Daniel dibawa ke Babel pada tahun pertama pemerintahannya, dan sepertinya dia dididik selama tiga tahun sebelum dibawa menghadap raja (1:5). Kalau begitu bagaimanakah kisah ini bisa terjadi pada tahun kedua? Boleh jadi, meskipun telah ditentukan tiga tahun guna mendidik anak-anak muda yang lain, ternyata Daniel begitu lebih cepat maju hingga diberi tugas pada waktu dia baru satu tahun mengikuti pendidikan. Ini berarti bahwa pada tahun kedua dia sudah sangat pantas bekerja. Ada yang beranggapan bahwa kisah itu terjadi pada tahun kedua sesudah Nebukadnezar mulai memerintah seorang diri, atau pada tahun kelima atau keenam sejak ia mulai memerintah bersama ayahnya. Ada juga yang memahami hal ini terjadi pada tahun yang kedua, yaitu tahun kedua sesudah Daniel dan teman-temannya menghadap raja, dalam kerajaan Nebukadnezar, atau dalam pemerintahannya. Seperti halnya Yusuf, yang dalam tahun kedua setelah memperoleh kemampuan mengartikan mimpi, menunjukkan dan menguraikan mimpi Firaun, begitu juga Daniel, pada tahun kedua setelah ia menguasai keahlian itu lalu memberikan jasanya ini. Saya lebih menerima kemungkinan-kemungkinan ini daripada beranggapan, seperti beberapa orang, bahwa hal ini terjadi pada tahun kedua setelah Nebukadnezar menaklukkan Mesir, yakni tahun ketiga puluh enam pemerintahannya. Karena tampaknya, sesuai yang bisa kita baca di Kitab Yehezkiel, Daniel terkenal karena hikmat dan juga ketekunannya dalam berdoa, jauh sebelum itu. Oleh sebab itu bagian atau kisah ini menunjukkan bagaimana ia sampai menjadi begitu terkenal, sebab kedua hal ini tentu saja harus disebutkan pada awal pemerintahan Nebukadnezar.

I. Kebingungan Nebukadnezar karena mimpi yang dialaminya tidak diingatnya lagi (ay. 1): bermimpilah Nebukadnezar, yaitu, ia mendapat sebuah mimpi yang terdiri atas berbagai bagian yang berbeda, atau yang mengisi kepalanya begitu rupa sehingga rasanya ia mendapat banyak mimpi. Salomo berbicara tentang sebagaimana mimpi banyak, yang anehnya membingungkan dan mengandung perkataan sia-sia banyak (Pkh. 5:6). Mimpi Nebukadnezar ini tidak mengandung makna apa pun selain yang dapat disejajarkan dengan banyak mimpi biasa, dan sering kali menggambarkan hal-hal aneh kepada manusia seperti yang disebutkan di sini. Namun, ada kesan yang ditimbulkan padanya dari mimpi itu, yang mengandung bukti yang tidak diragukan lagi bahwa mimpi itu bersifat ilahi dan menubuatkan sesuatu

II. Percobaan Nebukadnezar terhadap para ahli sihir dan ahli nujum untuk mengetahui apakah mereka mampu mengatakan mimpi apa yang dialaminya, tetapi yang tidak diingatnya lagi. Mereka ini langsung dipanggil, untuk menerangkan kepadanya tentang mimpinya itu (ay. 2). Banyak hal yang kesannya kita simpan, namun kehilangan bayangannya. Meskipun kita tidak dapat mengatakan seperti apa hal itu, kita tahu bagaimana kita dipengaruhi olehnya. Demikian juga halnya dengan raja ini. Mimpinya terlepas dari ingatannya, dan dia tidak mungkin mengingatnya kembali. Namun, dia yakin bisa mengingatnya lagi apabila mendengarnya kembali. Allah mengatur sedemikian rupa hingga Daniel memperoleh kehormatan lebih besar, dan melalui dia, Allah Daniel juga. Perhatikanlah, Allah adakalanya mencapai tujuan-Nya dengan menghapus sesuatu dari ingatan manusia di samping menaruh sesuatu di dalam ingatan mereka. Para ahli sihir mungkin saja merasa bangga karena dipanggil menghadap ke kamar tidur raja, untuk melayani dia sesuai jabatan mereka.

Daniel 2:27-45 (TB) Daniel menjawab, katanya kepada raja: "Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.
Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini: 
Sedang tuanku ada di tempat tidur, ya tuanku raja, timbul pada tuanku pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari, dan Dia yang menyingkapkan rahasia-rahasia telah memberitahukan kepada tuanku apa yang akan terjadi. 
Adapun aku, kepadaku telah disingkapkan rahasia itu, bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup, tetapi supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja, dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku. 
Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.
Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,
sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. 
Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.
Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.
Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja: 
Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan,
dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di mana pun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu — tuankulah kepala yang dari emas itu. 
Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.
Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. 
Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. 
Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.
Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.
Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, 
tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai."

🖋️ Patung kepala dari emas : Kerajaan Babilonia (605-539 SM)
🖋️ Dada dan lengan dari Perak : kerajaan Media - Persia (539-331 SM)
🖋️ Perut dan pinggang dari Tembaga : Kerajaan Yunani (331-168 SM)
🖋️ Paha dari Besi : Kerajaan Romawi (168 SM - 476 M)
🖋️ Kaki dari besi dan tanah liat : Kerajaan Modern (476-Kedatangan Tuhan kedua kali)

Kitab Suci umat Kristen bukan hanya bicara Moral melainkan Nubuatan. Daniel ditahun 604 SM sudah disingkapkan Tuhan, kerajaan - kerajaan yang nanti akan berkuasa. Peristiwa yang belum terjadi dan tersingkap melalui Nubuatan Tuhan melalui Daniel.

Apa yang disampaikan Alkitab itu Benar. Mari percaya Alkitab dengan segala Tulisan di dalamnya. Tetap setia menjalankan kebenaran Firman Allah, sebab Janji Firman Allah menjadi jaminan Keselamatan umat yang setia. 

Minggu, Agustus 25, 2024

JADILAH TENANG

JADILAH TENANG

1 Petrus 4:7 (TB) Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

1 Peter 4:7 (NET) For the culmination of all things is near. So be self-controlled and sober-minded for the sake of prayer.


Kita dengan berita bahwa ada bahaya perang dunia ke 3. 
Matius 24:6 (TB)  Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

Matthew 24:6 (NET)  You will hear of wars and rumors of wars. Make sure that you are not alarmed, for this must happen, but the end is still to come.

Kita umat Tuhan beruntung, karena Firman Allah telah menyampaikan kepada anak-anak Tuhan, dan tertulis dalam Alkitab. Kita berawas awas namun tak perlu gelisah, tapi Jadilah Tenang.


Gempa besar yang bisa terjadi kapan saja.
Matius 24:7 (TB) Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.

Matthew 24:7 (NET) For nation will rise up in arms against nation, and kingdom against kingdom. And there will be famines and earthquakes in various places.

Ketakutan akan Virus yang menyebar, semakin bahaya dan menakutkan. 
Lukas 21:26 (TB) Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Luke 21:26 (NET) People will be fainting from fear and from the expectation of what is coming on the world, for the powers of the heavens will be shaken.

Keadaan hari ini ada :
🖋️ Ancaman Perang
🖋️ Bahaya Gempa
🖋️ Hari esok ?



Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Umat Tuhan harus siap menghadapi tantangan yang akan datang.

MAKA JADILAH TENANG 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tenang bisa diartikan dengan tidak gelisah, tidak rusuh, tidak kacau, tidak ribut, aman, dan tenteram (tentang perasaan hati, keadaan).

TENANG adalah sikap hati yang benar yang tidak dipengaruhi oleh situasi dan kondisi di luar.

Kita tidak bisa mengendalikan apa yang ada diluar, yang dibicarakan orang, yang terjadi terhadap diri kita atau orang lain. Yang bisa kita kendalikan hanyalah diri kita, sebab segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jernih payah dan usaha menjaring angin.

Yesaya 32:17 (TB) Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Kalau ingin tenang, harus ada Kebenaran. Dan Alkitab adalah satu satunya Kebenaran.

Yesaya 30:15 (TB)  Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan.

Sikap hati kita harus berbalik pada kehendak Tuhan, bertobat dari kesalahan kita, dan tenang dalam mengambil sikap. Kalau kita ada masalah Firman Tuhan berkata Diam. Karena dalam tinggal tenang terletak kekuatan kita.


Ada PBB

🖋️ Percaya TUHAN PEGANG KENDALI

Kejadian 15:6 (TB) Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.  

Yakobus 1:6-8 (TB) Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 

Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. 

Tuhan pegang kendali, Dia tidak pernah hilang kendali atas kehidupan.


🖋️ Berharap  PADA JANJI TUHAN 

Manusia dapat berubah, janjipun dapat berubah, pemikiran bisa berubah, keadaan juga berubah, namun Tuhan tidak pernah berubah.

Roma 4:18 (TB)  Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 

Masa depan kita bisa saja kabur, tak jelas, dalam pandangan kita. Tapi percayalah harapan kita jelas ditangan Tuhan.

Harapan merupakan kompas kehidupan yang akan membawa kita bertemu kehendak Tuhan. 

🖋️ Berserah PADA KEHENDAK TUHAN 

Ibrani 11:17-19 (TB) Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,

walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."  

Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Berserah berati Taat. Ikuti cara Tuhan, sekalipun keinginan kita lain, namun rancangan Tuhanlah yang terbaik. Karena itu berserah, serahkan semuanya pada Kendali Tuhan.


1 Petrus 4:7 (TB) Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Keruntuhan menyedihkan jemaat dan bangsa Yahudi yang dinubuatkan oleh Juruselamat kita sudah sangat dekat. Akibatnya, masa aniaya dan penderitaan kamu akan segera terjadi. Kehidupanmu sendiri dan musuh-musuhmu akan segera mencapai akhirnya. Bahkan dunia sendiri tidak akan bertahan lama. Lautan api akan mengakhirinya, dan segala sesuatu akan ditelan ke dalam kekekalan tanpa akhir. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hal ini terdiri atas serangkaian nasihat.

1. Perihal sikap tenang dan berjaga-jaga: “Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang (ay. 7). Biarlah pikiran dan akal budimu menjadi awas, tidak goyah, dan mantap. Jagalah dengan ketat agar kamu menjauhkan diri dari segala kesenangan duniawi. Jangan biarkan dirimu terperangkap oleh dosa-dosa dan godaan-godaan masa lalu (ay. 3), supaya kamu dapat berdoa. Usahakanlah agar kamu senantiasa dalam keadaan tenang dan mawas diri, sehingga layak untuk berdoa. Seringlah berdoa, kalau-kalau kesudahan ini akan menimpamu tanpa disangka-sangka” (Luk. 21:34; Mat. 26:40-41). Ketahuilah bahwa,

(1) Pertimbangan akan kesudahan yang sudah dekat merupakan alasan kuat untuk membuat kita bersikap bijak di dalam semua urusan duniawi, dan bersungguh-sungguh dalam urusan keagamaan.

(2) Orang-orang yang hendak berdoa dengan suatu tujuan harus tenang supaya dapat berdoa. Mereka harus menjaga roh mereka sendiri, memperhatikan setiap peluang yang cocok, dan melakukan tugas mereka dengan sebaik-baiknya.

(3) Mengatur atau menguasai tubuh dengan benar sangat berguna untuk mengerjakan kebaikan bagi jiwa. Ketika keinginan dan kehendak tubuh dikendalikan dan dikuasai oleh firman Allah serta akal sehat, dan semua minat menyangkut tubuh tunduk kepada minat serta kebutuhan jiwa, maka tubuh itu tidak akan menjadi musuh, melainkan sahabat dan penolong bagi jiwa.

2. Perihal kasih: Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain (ay. 8). Inilah aturan yang mulia dalam Kekristenan. Orang-orang Kristen harus saling mengasihi, yang menyiratkan rasa sayang kepada pribadi-pribadi, keinginan agar mereka sejahtera, dan upaya sepenuh hati untuk mencapainya. Kasih sayang kepada satu sama lain ini janganlah dingin, tetapi dengan sungguh-sungguh, yakni tulus, kuat, dan bertahan lama. Kasih sayang yang sungguh-sungguh semacam ini dianjurkan sebagai yang terutama melebihi segala hal, yang menunjukkan betapa pentingnya hal itu (Kol. 3:14). Kasih lebih besar daripada iman ataupun pengharapan (1Kor. 13:13). Salah satu akibat luar biasa yang dihasilkan oleh kasih adalah bahwa, ia mampu menutupi banyak sekali dosa. Ketahuilah,

(1) Di dalam diri semua orang Kristen harus ada kasih yang lebih sungguh-sungguh terhadap satu sama lain dan terhadap orang lain: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain. Rasul Petrus tidak berkata supaya mereka mengasihi orang tidak percaya, para penyembah berhala, atau orang-orang yang murtad, melainkan seorang akan yang lain di antara sesama orang Kristen. Peliharalah kasih persaudaraan (Ibr. 13:1). Terdapat suatu hubungan istimewa di antara semua orang Kristen yang tulus. Ada sifat yang ramah dan menyenangkan dan baik di dalam diri mereka, yang menuntut kasih sayang yang istimewa.

(2) Tidaklah cukup bagi orang-orang Kristen untuk tidak berbuat jahat, atau saling menghormati begitu saja. Mereka harus saling mengasihi dengan sungguh dan sepenuh hati.

(3) Sungguh merupakan ciri kasih sejati untuk menutupi banyak sekali dosa. Kasih membuat orang cenderung memaafkan dan melupakan pelanggaran yang dilakukan orang terhadap diri mereka, untuk menutupi dan menyembunyikan dosa orang lain, bukannya memperburuk dan menyebarkannya. Kasih mengajar kita untuk mengasihi mereka yang lemah dan telah melakukan banyak kejahatan sebelum mereka bertobat. Kasih juga mempersiapkan belas kasihan Allah yang telah berjanji untuk mengampuni orang-orang yang mengampuni orang lain (Mat. 6:14).

3. Perihal memberikan tumpangan (ay. 9). Artinya, menjamu orang asing dan pelancong dengan ramah tanpa memungut bayaran. Mereka yang paling layak menerima keramahan Kristen ini adalah sesama orang Kristen juga. Kedekatan hubungan mereka, serta gentingnya keadaan mereka dalam masa aniaya serta kesukaran ketika surat Petrus ini ditulis, mengharuskan orang-orang Kristen saling memberikan tumpangan. Adakalanya semua harta benda orang Kristen dirampas, dan mereka diusir ke negeri-negeri yang jauh demi keselamatan diri. Dalam hal ini, mereka akan mati kelaparan apabila sesama orang Kristen tidak mau menyambut mereka. Oleh sebab itu, aturan yang ditetapkan Rasul Petrus di sini sungguh bijaksana dan penting. Di ayat lain, hal ini bahkan diperintahkan (Ibr. 13:1-2; Rm. 12:13). Cara melaksanakan tugas ini adalah, harus dikerjakan dengan cara yang tenang, ramah, dan tepat, dengan tidak bersungut-sungut atau menggerutu karena pengeluaran ataupun kerepotan yang diakibatkan. Ketahuilah,

(1) Orang-orang Kristen tidak saja harus mengasihi, tetapi juga saling memberikan tumpangan.

(2) Apa pun yang dilakukan orang Kristen dengan kasih ataupun memberikan tumpangan, harus dilakukannya dengan sukacita, dan tanpa bersungut-sungut. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

4. Perihal memanfaatkan karunia-karunia (ay. 10).

(1) Aturannya adalah, karunia apa pun, baik yang biasa maupun luar biasa, kekuatan, kemampuan, atau kecakapan berbuat baik apa saja yang diberikan kepada kita, harus kita gunakan untuk melayani seorang akan yang lain, tanpa menganggap diri sendiri sebagai tuan, tetapi hanya pengurus yang baik dari kasih karunia, atau berbagai karunia dari Allah. Ketahuilah,

[1] Kemampuan apa saja yang kita miliki untuk berbuat baik, haruslah kita akui sebagai karunia atau pemberian Allah dan menyatakannya sebagai kasih karunia-Nya.

[2] Apa pun kasih karunia yang kita terima, kita harus memandangnya sebagai sesuatu yang diterima untuk digunakan bagi kebaikan seorang akan yang lain. Janganlah kita menganggapnya sebagai milik sendiri, atau menyembunyikannya, tetapi layanilah seorang akan yang lain dengan cara sebaik mungkin.

[3] Dalam menerima dan menggunakan berbagai karunia Allah, kita harus memandang diri sendiri sebagai pengurusnya semata, dan bertindak sesuai dengan itu. Semua karunia yang dipercayakan kepada kita merupakan milik Allah, dan harus dilaksanakan seperti yang ditunjukkan-Nya. Seorang pengurus dituntut agar ia didapati setia.

(2) Rasul Petrus memberikan dua contoh khusus mengenai bagaimana menggunakan karunia Allah itu, yaitu dalam berbicara dan melayani. Mengenai kedua hal ini ia memberikan aturan-aturan sebagai berikut:

[1] Jika ada orang, baik seorang hamba Tuhan di depan umum maupun orang Kristen dalam percakapan pribadi, yang berbicara atau mengajar, ia harus melakukannya sebagai orang yang menyampaikan firman Allah, yang mengarahkan jemaat kepada firman Allah yang menjadi pokok perkataan kita. Apa yang oleh orang Kristen secara pribadi, atau oleh hamba Tuhan di depan umum, diajarkan dan disampaikan, haruslah merupakan firman dan petunjuk Allah yang murni. Mengenai cara berbicara, hal itu harus dilakukan dengan sungguh, penuh hormat, dan khidmat, seperti yang seharusnya diperbuat terhadap firman yang kudus dan ilahi.

[2] Jika ada orang yang melayani, baik sebagai diaken yang membagi-bagikan sedekah dari gereja dan mengurus kaum miskin, atau secara pribadi, melalui pemberian kasih dan sumbangan, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah. Orang yang telah menerima banyak hal dan kemampuan dari Allah, harus banyak melayani sesuai kemampuannya. Aturan-aturan ini harus diikuti dan dilaksanakan demi tujuan ini, yakni supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu, baik di dalam semua karunia, pelayanan, maupun pekerjaanmu, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga (Mat. 5:16), karena Yesus Kristus, yang telah mendapatkan dan memberikan karunia-karunia ini kepada manusia (Ef. 4:8). Hanya melalui Dia sajalah kita dan pelayanan kita diperkenan oleh Allah (Ibr. 13:15), dan kepada Dia, Yesus Kristus, yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin. Ketahuilah,

Pertama, bahwa merupakan kewajiban orang-orang Kristen secara pribadi, dan juga para hamba Tuhan di depan umum, untuk berbicara seorang kepada yang lain mengenai hal-hal dari Allah (Mal. 3:16; Ef. 4:29; Mzm. 145:10-12).

Kedua, sungguh menjadi urusan semua pemberita Injil agar tetap melekat pada firman Allah, dan memperlakukan firman itu sebagaimana yang seharusnya dilakukan terhadap perkataan Allah.

Ketiga, orang-orang Kristen jangan hanya sekadar melakukan kewajiban mereka semata, tetapi harus melaksanakannya dengan penuh semangat dan sesuai kemampuan mereka yang terbaik. Hakikat pekerjaan kristiani, yaitu kerja keras dan mulia, kebaikan hati dan kebajikan seperti Sang Guru, serta keunggulan pahalanya, semua ini menuntut agar usaha keras kita dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Juga, apa saja yang harus kita lakukan sesuai panggilan demi kehormatan Allah dan kebaikan orang lain, harus kita lakukan dengan sekuat tenaga.

Keempat, di dalam semua kewajiban dan pelayanan hidup ini, kita harus menjadikan kemuliaan Allah sebagai tujuan utama kita. Semua pandangan lain harus mematuhi tujuan ini, sehingga dapat menguduskan tindakan dan urusan sehari-hari kita (1Kor. 10:31).

Kelima, Allah tidak akan dipermuliakan melalui apa pun yang kita lakukan, apabila kita tidak mempersembahkannya kepada-Nya melalui perantaraan dan jasa Yesus Kristus. Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus, yang merupakan satu-satunya jalan kepada Bapa.

Keenam, pemujaan Rasul Petrus kepada Yesus Kristus, dengan menaikkan pujian dan mengakui kekuasaan-Nya yang tak terbatas dan kekal, membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Allah Mahatinggi atas semua orang yang terberkati sampai selamanya. Amin.

Minggu, Agustus 11, 2024

Khotbah Yohanes 17:17

APAKAH ALKITAB BISA DIPERCAYA?

Yohanes 17:17 (TB)  Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

John 17:17 (NET)  Set them apart in the truth; your word is truth.


"Menguduskan" artinya menjadikan kudus atau mengasingkan. Pada malam sebelum disalibkan Yesus berdoa supaya umat-Nya menjadi kudus, terpisah dari dunia dan dosa dengan maksud melayani dan menyembah Allah. Mereka harus terpisah agar dekat dengan Allah, hidup bagi Allah dan meneladani Allah. Pengudusan ini tercapai melalui pengabdian kepada kebenaran yang dinyatakan kepada mereka oleh Roh Kebenaran itu (bd. Yoh 14:17; 16:13). Kebenaran itu adalah baik Firman Allah yang hidup (lih. Yoh 1:1) maupun penyataan Firman Allah yang tertulis.
Berkualitas atau tidak dalam pandangan Allah dan manusia itu bergantung pada Firman.

Dasar Iman Orang Percaya :
🖋️ Pengharapan 
🖋️ Ketaatan 
🖋️ Kesetiaan

Pengharapan kita ada dalam Alkitab. Pengharapan, pertolongan, penghiburan ada dalam Alkitab yang adalah sumber kebenaran.
Taat dalam segala hal, taat bukan karena manusia, tapi Taat karena Firman Allah yang mengajarkan kita untuk TAAT. Kita taat karena Tuhan. Tuhan pasti jamin ketaatan kita.
Setia berarti tekun menjaga komitmen yang didasari Firman Allah. Karena itu Alkitab dapat dipercaya.

Banyak orang meragukan Alkitab dan kebenarannya. Ada banyak penyangkalan-penyangkalan manusia, yang merasa Alkitab tidak relevan dengan masa sekarang. Dalam media sosial banyak yang meragukan kebenaran Firman Allah. 

Mengapa kita harus percaya Alkitab sebab ;

2 Petrus 1:20-21 (TB)  Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

2 Peter 1:20-21 (NET)  Above all, you do well if you recognize this: No prophecy of scripture ever comes about by the prophet’s own imagination,
for no prophecy was ever borne of human impulse; rather, men carried along by the Holy Spirit spoke from God.

Alkitab penuh dengan Nubuat, bukan hanya tulisan moral, namun menyatakan kebenaran yang akan terjadi dimasa depan. Nubuat tidak terjadi kerena manusia, namun kehendak Allah melalui manusia, disampaikan untuk menyatakan sesuatu yang akan terjadi, dan pasti terjadi.

PENGGENAPAN NUBUATAN TERHADAP BANGSA ISRAEL 
Ulangan 28:13 (TB) TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, 

Deuteronomy 28:13 (NET) The Lord will make you the head and not the tail, and you will always end up at the top and not at the bottom, if you obey his commandments which I am urging you today to be careful to do.

Peraih hadiah nobel 214 orang Yahudi dari 965 peraih Nobel secara keseluruhan (22%). Penduduk Israel hanya 0,1% dari keseluruhan penduduk dunia. Pendapatan perkapita : Israel 43.588 dollar, Arab Saudi 23.139 dan Indonesia 4.135. Janji Firman Allah mengangkat menjadi kepala dan bukan ekor. Walaupun setiap hari perang, tapi pendapatan perkapita nya melebihi negara-negara lain. Sekali lagi Janji Firman Allah. 

Ulangan 30:3-5 (TB)  maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau. 
Sekalipun orang-orang yang terhalau dari padamu ada di ujung langit, dari sana pun TUHAN, Allahmu, akan mengumpulkan engkau kembali dan dari sana pun Ia akan mengambil engkau. 
TUHAN, Allahmu, akan membawa engkau masuk ke negeri yang sudah dimiliki nenek moyangmu, dan engkau pun akan memilikinya pula. Ia akan berbuat baik kepadamu dan membuat engkau banyak melebihi nenek moyangmu.

Deuteronomy 30:3-5 (NET)  the Lord your God will reverse your captivity and have pity on you. He will turn and gather you from all the peoples among whom he has scattered you.
Even if your exiles are in the most distant land, from there the Lord your God will gather you and bring you back.
Then he will bring you to the land your ancestors possessed and you also will possess it; he will do better for you and multiply you more than he did your ancestors.

Pembuangan Babel (jarak 1.000km)
🖋️ 605 SM, pembuangan pertama 
🖋️ 586 SM, pembuangan kedua
🖋️ 597 SM, pembuangan ketiga

Pemulihan 
🖋️ Rombongan pertama kembali pada tahun 538 SM di bawah pimpinan Zerubabel
🖋️ Rombongan kedua kembali pada tahun 457 SM di bawah pimpinan Ezra (pasal Ezra 7:1-10:44)
🖋️ Rombongan ketiga kembali pada tahun 444 SM di bawah pimpinan Nehemia.

Bertobat dan dipulihkan. Itulah janji Firman Allah dalam hidup orang percaya. 

🖋️ Tahun 70 M, Jenderal Titus menghancurkan Yerusalem sehingga bangsa Israel sebagai bangsa hilang dari muka bumi (sebagian kecil terserah). Orang Yahudi dibunuh.
🖋️ Tahun 1941 - 1945, Adolf Hitler membunuh orang Yahudi yang dikenal dengan Holocaust. 6 juta orang Yahudi dibunuh. 

Tapi Tuhan berkata Asalkan engkau bertobat : Sekalipun orang-orang yang terhalau dari padamu ada di ujung langit, dari sana pun TUHAN, Allahmu, akan mengumpulkan engkau kembali dan dari sana pun Ia akan mengambil engkau. 
TUHAN, Allahmu, akan membawa engkau masuk ke negeri yang sudah dimiliki nenek moyangmu, dan engkau pun akan memilikinya pula. Ia akan berbuat baik kepadamu dan membuat engkau banyak melebihi nenek moyangmu.

Alkitab dapat dipercaya? Ya.. Alkitab adalah Firman Allah, yang merupakan NUBUATAN bagi kita. Tuhan pulihkan keadaan kita asalkan kita berbalik dari dosa, dan melakukan kebenaran Firman Allah. Tetap Setia.


Minggu, Juli 28, 2024

Kotbah Minggu 28 Juli 2024

Tuhan Tak Pernah Ingkar Janji


Yosua 21:45 (TB) Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi. 


I. Allah telah berjanji untuk memberikan kepada keturunan Abraham tanah Kanaan menjadi milik mereka, dan kini akhirnya Dia menggenapi janji tersebut (ay. 43): Mereka menduduki negeri itu dan menetap di sana. Meskipun mereka sudah berkali-kali kehilangan keuntungan janji itu, dan Allah lama menunda penggenapannya, tetapi pada akhirnya segala kesulitan ditaklukkan, dan Kanaan menjadi milik mereka. Janji akan Kanaan surgawi sama pastinya bagi semua orang Israel rohani Allah, sebab janji itu berasal dari Dia yang tidak dapat berdusta.

II. Allah telah berjanji untuk memberi mereka istirahat di negeri itu, dan kini mereka merasakan istirahat di segala penjuru, istirahat dari kelelahan karena perjalanan mereka melalui padang gurun. Perjalanan panjang yang, mungkin, melelahkan sampai ke tulang sumsum mereka. Merasakan istirahat dari peperangan mereka di Kanaan, dan cemoohan yang pada awalnya dilayangkan musuh mereka kepada mereka. Mereka kini menetap, bukan hanya di tempat tinggal milik mereka sendiri, tetapi juga di tempat tinggal yang tenang dan damai. Meskipun masih ada orang Kanaan yang tersisa, tidak ada yang memiliki keberanian atau semangat untuk menyerang mereka, atau sampai membuat mereka merasa was-was. Istirahat ini akan terus ada sampai mereka, karena dosa dan kebodohan mereka sendiri, menaruh duri di tempat tidur dan mata mereka sendiri.

III. Allah telah berjanji untuk memberi mereka kemenangan dan keberhasilan dalam peperangan mereka, dan janji ini pun digenapi: Tidak ada seorangpun yang tahan berdiri menghadapi mereka (ay. 44). Mereka mendapat kemenangan dalam setiap pertempuran, dan ke mana pun pasukan mereka ditempatkan, mereka berhasil. Memang betul masih ada orang Kanaan yang saat itu tersisa di banyak bagian negeri itu, dan orang Kanaan itu di kemudian hari melawan mereka, dan menjadi sangat kuat. Akan tetapi,

1. Mengenai orang Kanaan yang tersisa pada waktu itu, hal ini tidaklah bertentangan dengan janji Allah, sebab Allah telah mengatakan bahwa Dia tidak akan menghalau musuh mereka sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit (Kel. 23:30). Orang Israel kini memiliki sebanyak yang dapat mereka miliki dan sebanyak yang dapat dikelola tangan mereka, sehingga orang Kanaan hanya dapat memiliki bagian-bagian negeri itu yang masih kurang digarap untuk menjaga terhadap segala binatang hutan. Dengan berjalannya waktu, mereka akan bertambah menjadi cukup banyak untuk menempati bagian-bagian itu.

2. Mengenai merajalelanya orang Kanaan di kemudian hari, hal itu sepenuhnya akibat kepengecutan dan kemalasan orang Israel, dan hukuman terhadap kecenderungan mereka akan dosa penyembahan berhala dan kekejian lain yang dilakukan bangsa-bangsa lain, yang sebenarnya hendak disingkirkan Allah dari hadapan mereka, tetapi justru mereka lindungi dan manjakan. Pengalaman orang Israel akan kesetiaan Allah di sini dicatat dan menjadi bukti akan kemuliaan Allah, serta bukti kebenaran akan janji-Nya yang sering kali diragukan. Dan juga penguatan bagi semua orang percaya sampai kepada akhir zaman, bahwa Tidak ada yang tidak dipenuhi, tidak, tidak ada sesuatu pun dari segala yang baik, begitu lengkapnya ungkapan ini, yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, yang tidak tergenapi, melainkan pada waktunya semuanya terpenuhi (ay. 45). Pengakuan seperti ini, yang di sini dibuat oleh Yosua atas nama seluruh Israel, kita dapati di kemudian waktu dibuat oleh Salomo, dan seluruh Israel sebagai tanggapannya mengucapkan Amin terhadap pengakuan itu (1Raj. 8:56). Kebenaran janji Allah yang mutlak benar, dan penggenapannya yang sempurna, itulah yang siap diberi kesaksian kebenarannya oleh semua orang kudus. Dan, jika sampai ada sesuatu dari janji-Nya yang tidak terpenuhi, maka mereka sama siapnya untuk mengakui bahwa mereka sendirilah yang harus disalahkan.

Menerima janji Tuhan terkadang disalahartikan dengan diam dan duduk menadahkan tangan untuk menantikan tercurahnya penggenapan atas janji itu.

Namun dari kisah penggenapan janji Tuhan atas Israel, kita mempelajari hal berbeda.

Allah pernah berjanji kepada umat pilihan-Nya bahwa Ia akan memberikan tanah kepada mereka, dan Ia kemudian memang menggenapi janji-Nya kepada umat-Nya. Namun di dalam penggenapan itu tidak terkandung maksud bahwa umat pilihan-Nya dibiarkan menerimanya secara pasif, hanya dengan menunggu dan menadahkan tangan. Umat Tuhan harus aktif di dalam ketaatan kepada perjanjian Tuhan. Allah memang telah berjanji memberikan tanah, tetapi bangsa itu harus menyadari bahwa kepemilikan penuh atas tanah itu hanya bisa terjadi melalui ketaatan dan kesetiaan penuh kepada Allah.

Bila mereka tidak setia dan tidak taat kepada Tuhan, maka kepemilikan penuh atas tanah itu tidak akan terwujud. Meski banyak musuh yang berusaha mengalahkan mereka, sepanjang umat setia kepada Tuhan maka tak ada satu musuh pun yang dapat mengalahkan mereka. Telah terbukti bahwa Allah menggenapi janji-Nya kepada Israel, meski hal itu memakan waktu lama karena semua itu terjadi berdasarkan waktu Tuhan sendiri. Oleh karena itu diperlukan kesetiaan untuk menantikan saatnya tiba.

Lalu bagaimana kita menantikan penggenapan janji Tuhan? 

☝️Percayalah kepada Tuhan, sang Pemberi janji. Sebuah janji tidak bermakna apa-apa jika sang pemberi janji bukanlah pribadi yang layak dipercaya. 

✌️Belajarlah untuk melihat penggenapan janji Tuhan lewat cara dan waktu-Nya. Hal yang sering membuat kita tidak sabar menantikan janji Tuhan,karena kita ingin janji itu digenapi lewat cara dan waku kita, bukan lewat cara dan waktu-Nya. 

Maka belajarlah untuk memercayai janji-Nya dan percaya bahwa cara dan waktu-Nya selalu yang terbaik bagi kita. Dan dalam penantian akan penggenapan janji itu, latihlah diri untuk selalu taat akan firmanNya.

We encounter this same faithfulness every day. We will never reach a point in our relationship with God where we will only look to the past to see God’s faithfulness. This is because He continues to be faithful in our present and will continue to be faithful in our future.

TETAP SETIA

Minggu, Juli 21, 2024

Pembinaan Warga Gereja

Pembinaan Warga Gereja

Gereja merupakan Lembaga yang memiliki organisasi. Tetapi lebih dari itu, bahwa gereja merupakan komunitas orang
percaya. Sesuai dengan perintah Allah dalam Matius 28:18-20, setelah menjadi murid Kristus, dibaptis, kemudian murid Kristus harus mendapatkan pengajaran, baik itu mengenai doktrin iman Kristen, mengenai bagaimana pola hidup Kristen, dan sebagainya. Pengajaran tersebut memiliki tujuan bahwa orang Kristen harus
mengalami perubahan, baik itu secara rohani dan karakter. Dengan demikian orang percaya dapat menjadi saksi bagi orang lain, seperti yang dikatakan dalam 1 Petrus 2:9-10 bahwa, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” Untuk mencapai hal tersebuy memerlukan proses belajar. Dalam hal ini, gereja memiliki tanggung jawab, yaitu memberikan pembinaan atau pendidikan kepada warga jemaat. Membina warga jemaat memerlukan perencanaan yang baik. Seorang Pembina harus mengetahui kebutuhan dari jemaat, tantangannya, bentuk pembinaan dan strateginya. Sehingga pembinaan tersebut dapat berjalan dengan efektif. Dengan demikian tujuan pembelajaran dapat dicapai.

Rumusan tujuan pembinaan warga gereja sangat beragam. Masing-masing pendidik menentukan tujuannya sendiri-sendiri, tergantung pada perspektif teologis yang dianutnya. Hal itu wajarwajar saja. Yang jelas bahwa tujuan dari suatu usaha adalah sangat penting, termasuk tujuan dari pembinaan warga gereja itu sendiri.


Pada umunya setiap tujuan mengandung tiga aspek, yaitu: aims,goals, dan objectives. Aims adalah tujuan yang diusahakan untuk dicapai pada akhirnya (secara mutlak), atau lebih tepat disebut ultimate aims (tujuan akhir). Goals adalah tujuan yang hendak dicapai dalam jangka waktu tertentu. Dan objectives adalah tujuan yang hendak dicapai dalam suatu proses belajar-mengajar.

Dari ketiga aspek tersebut, tujuan yang hendak dipaparkan dalam bagian ini adalah aims atau ultimate aims. Secara umum, tujuan-tujuan pendidikan Kristen berkembang dari penegasan tentang Allah yang diperkenalkan melalui Kristus dalam Alkitab.

Pekerjaan asuhan Kristen adalah menjelaskan kabar baik tentang kasih Allah di dalam Kristus ini dalam cara begitu rupa, sehingga mereka yang lahir di dalam iman ini akan mengenalnya dalam hidup mereka sendiri, dan mereka yang menjawab dalam iman dapat memahaminya.

Maksud asuhan Kristen adalah menolong orang dalam hubungan mereka yang berkembang dengan Allah di dalam Kristus sehingga mereka hidup dan memuliakan Dia serta secara efektif melayani orang lain, dalam jaminan bahwa mereka ikut serta dalam kehidupan kekal kini dan selamanya.

Lawrence O. Richards mengemukakan bahwa tujuan pembinaan warga gereja hanya dapat dipahami jika terlebih dahulu kita memahami tujuan gereja. Dari dasar pemikirannya tentang natur gereja sebagai organism yang hidup.

Menurut Richards pendidikan Kristen seharusnya bukan hanya bertujuan untuk sekadar memiliki penguasaan pengetahuan atau kebiasaan tertentu. Sebagaimana halnya tujuan gereja adalah mencapai keserupaan dengan Kristus, pendidikan Kristen juga hendaknya diarahkan bagi pencapaian transformasi secara progresif sehingga keserupaan dengan Allah dalam hal sifat, nilai, motif, sikap serta pemahaman bisa terwujud. Pendidikan Kristen seharusnya dirancang untuk membantu proses tersebut berjalan dengan normal dan tidak terkesan dipaksa-paksa.

Robert W. Pazmino sendiri melihat tujuan pembinaan di gereja erat kaitannya dengan lima tugas utama gereja, yaitu: proclamation (kerygma), community formation (koinonia), service (diakonia), advocacy (prophetia), dan worship (liturgia). Menurutnya pembicaraan yang tanpa menyinggung sama sekali hubungan pendidikan Kristen dengan tugas gereja hanyalah merupakan pengalaman intelektual saja.

Dengan mengaitkan hubungan antara tugas gereja dengan tujuan pendidikan Kristen, Pazmino mengemukakan tugas pendidikan Kristen bertujuan untuk menyampaikan kebenaran Kristen dan mengaitkannya dengan kehidupan orang percaya.14 Dalam hal ini Pazmino memadukan tujuan pendidikan Kristen dari aspek pengetahuan Alkitab tentang Yesus Kristus dan aspek pengalaman Kristen bersama dengan Yesus Kristus.

Sedangkan bagi Andar Ismail, tujuan pembinaan jemaat adalah untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus (Efesus 4:12) – membelajarkan orang dewasa seumur hidup sesuai dengan kepenuhan Kristus (Efesus 4:13).

Pembinaan warga jemaat dilaksanakan agar setiap orang dewasa menjadi bagian yang integral dalam seluruh tubuh yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih (Ef. 4:16).

Menurut Michael Harton, dalam merencanakan perumusan pembinaan di jemaat, yang adalah orang dewasa, maka kita harus memulainya dari penilaian terhadap kebutuhan orang dewasa itu sendiri. Untuk itu sangat penting mengkonsultasikan kebutuhan orang dewasa dengan berbagai sumber informasi yaitu memperkaya pengertian kita dengan literatur tentang tugas dan pengembangan orang dewasa dan dengan bertanya langsung kepada orang dewasa itu

Renungan Kolose 3

Kolose 3

1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 

3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 


I. Rasul Paulus menasihati kita untuk mengarahkan hati kita ke sorga dan melepaskannya dari dunia ini (ay. 1-4).

II. Ia menasihati kita agar mematikan dosa, dalam berbagai bentuknya (ay. 5-11),

III. Dengan bersungguh-sungguh Ia menekankan kita untuk saling mengasihi dan berbelas kasihan (ay. 12-17). Dan ia mengakhiri dengan berbagai-bagai nasihat mengenai kewajiban-kewajiban dalam berbagai hubungan, istri dan suami, orangtua dan anak, serta tuan dan hamba (ay. 18-25).

Kehidupan Rohani (3:1-4)

Setelah menjelaskan hak-hak istimewa yang kita peroleh melalui Kristus dalam bagian sebelumnya dari surat ini, dan bagaimana kita dilepaskan dari kuk upacara hukum Taurat, di bagian ini Rasul Paulus menekankan tugas kita kepada kita, sebagai akibat dari semuanya itu. Meskipun kita telah dibebaskan dari kewajiban upacara hukum Taurat, itu bukan berarti kita boleh hidup sekehendak hati. Kita harus berjalan semakin dekat lagi dengan Allah di dalam setiap bentuk ketaatan terhadap Injil. Paulus memulai dengan menasihati supaya jemaat di Kolose mengarahkan hati ke sorga, dan menjauhkan hati mereka dari dunia ini. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus. Bahwa kita telah dibangkitkan bersama dengan Kristus, itu merupakan hak istimewa bagi kita. Maksudnya, kita memperoleh keuntungan dari kebangkitan Kristus, dan melalui persatuan dan persekutuan kita dengan Dia, kita dibenarkan dan dikuduskan, dan juga akan dimuliakan. Dari sini, Paulus menyimpulkan bahwa kita harus mencari perkara yang di atas. Kita harus lebih memikirkan hal-hal yang ada di sorga daripada hal-hal di dalam dunia ini. Kita mesti menjadikan sorga sebagai sasaran dan tujuan kita. Kita juga harus mencari perkenanan dari Allah yang ada di sorga, memelihara persekutuan kita dengan dunia atas melalui iman, pengharapan, dan kasih kudus. Begitu juga, kita harus selalu peduli dan berusaha menjamin terpenuhinya hak dan persyaratan kita untuk menerima sukacita sorgawi. Dan alasannya adalah karena Kristus duduk di sebelah kanan Allah. Kristus, yang adalah sahabat terbaik dan Kepala kita, diangkat hingga mencapai kemuliaan dan kehormatan tertinggi di sorga, dan telah pergi mendahului kita untuk mengamankan kebahagiaan sorgawi bagi kita. Itulah sebabnya, kita harus berusaha dan melindungi apa yang telah dibeli-Nya dengan harga yang sangat mahal, dan yang begitu diperhatikan oleh-Nya. Kita harus semampunya menjalani hidup sedemikian rupa sebagaimana Kristus dahulu hidup di dunia ini, dan sekarang hidup di sorga.

I. Paulus menjelaskan kewajiban ini (ay. 2). Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Perhatikan, mencari perkara-perkara sorgawi berarti selalu memikirkan atau mengarahkan hati kepada perkara-perkara tersebut, mencintainya dan membiarkan supaya segala keinginan kita tertuju pada semua perkara itu. Dengan sayap pikiran seperti ini, hati melayang ke atas, dan dibawa menuju ke hal-hal yang rohani dan ilahi. Kita harus membiasakan diri dengan perkara-perkara yang di atas, menghargainya lebih dari semua hal yang lain, dan mempersiapkan diri kita untuk menikmatinya. Daud memberikan bukti akan cintanya untuk rumah Allah demikian, bahwa ia bersungguh-sungguh mengingini dan mencarinya, dan mempersiapkan diri bagi rumah Allah (Mzm. 27:4). Ini artinya memiliki keinginan Roh (Rm. 8:6) dan dengan rindu mencari suatu tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi (Ibr. 11:14, 16). Di sini, perkara-perkara yang di bumi dipertentangkan dengan perkara-perkara yang di atas. Kita tidak boleh menyukai perkara-perkara yang di bumi, ataupun berharap terlalu banyak darinya, agar dengan begitu kita dapat memikirkan sorga. Ini dikarenakan bahwa sorga dan bumi saling bertolak belakang, dan menunjukkan penghargaan tertinggi kepada kedua-duanya adalah hal yang tidak masuk akal. Besarnya pikiran kita terhadap yang satu akan melemahkan dan mematikan hati kita terhadap yang lain dengan kekuatan yang sama pula.

II. Paulus mengemukakan tiga alasan mengapa tugas ini harus dilakukan (ay. 3-4).

1. Karena kita telah mati. Maksudnya, terhadap hal-hal yang sekarang, dan bahwa kematian merupakan bagian kita. Kita mati menurut pengakuan kita, dan sebagai kewajiban kita. Karena kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Kristus, dan telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya. Setiap orang Kristen telah disalibkan bagi dunia, dan dunia telah disalibkan baginya (Gal. 6:14). Apabila kita telah mati bagi hal-hal yang di bumi, dan telah menolaknya untuk menjadi kebahagiaan bagi kita, maka tidaklah masuk akal bila kita masih memikirkan hal-hal tersebut, dan mencarinya. Kita semestinya menjadi seperti orang mati terhadapnya, tidak tergerak dan tidak memiliki kegemaran terhadapnya.

2. Karena hidup kita yang sesungguhnya terletak di sorga. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah (ay. 3). Dari sanalah, manusia baru memperoleh kehidupannya. Manusia baru dilahirkan dan dipelihara dari sorga, dan kesempurnaan hidupnya dijaga supaya bisa hidup di sorga. Hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus, bukan hanya tersembunyi dari kita, supaya tidak diketahui, melainkan juga tersembunyi bagi kita, supaya aman. Hidup seorang Kristen tersembunyi bersama dengan Kristus. Sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup (Yoh. 14:19). Saat ini, Kristus adalah Kristus yang tersembunyi, atau Kristus yang belum pernah kita lihat. Namun, inilah penghiburan kita, yaitu bahwa hidup kita tersembunyi bersama dengan Dia, dan tersimpan aman bersama-Nya. Seperti halnya kita mempunyai alasan untuk mengasihi-Nya, sekalipun kita belum pernah melihat Dia (1Ptr. 1:8), begitu juga kita bisa memperoleh penghiburan dari sukacita yang masih belum kelihatan dan tersimpan di sorga bagi kita.

3. Karena pada saat kedatangan Kristus yang kedua kalinya, kita memiliki pengharapan bahwa sukacita kita akan disempurnakan. Jika sekarang kita menjalani kehidupan Kristen yang murni dan taat, maka apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan (ay. 4). Perhatikanlah,

(1) Kristus merupakan kehidupan seorang percaya. Aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal. 2:20). Kristus adalah pokok dan tujuan kehidupan orang Kristen. Dia hidup di dalam kita melalui Roh-Nya, dan kita hidup bagi Dia di dalam segala perbuatan kita. Bagiku hidup adalah Kristus (Fil. 1:21).

(2) Kristus akan menyatakan diri kembali. Sekarang Ia tersembunyi, dan langit harus memuat Dia, namun Ia akan menyatakan diri-Nya di dalam segala kemegahan sorga, bersama malaikat-malaikat kudus-Nya, dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa-Nya (Mrk. 8:38; Luk. 9:26).

(3) Ketika Dia menyatatakan diri kembali saat itu, kita pun akan menyatakan diri bersama-sama dengan Dia di dalam kemuliaan. Merupakan kemuliaan bagi-Nya ketika umat yang telah ditebus-Nya ada bersama-sama dengan Dia saat itu. Ia akan datang untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya (2Tes. 1:10). Dan merupakan kemuliaan juga bagi umat-Nya saat itu, ketika mereka datang bersama Dia, dan hidup bersama Dia selama-lamanya. Pada saat kedatangan Kristus yang kedua kalinya, semua orang kudus akan berjumpa bersama-sama. Orang-orang yang sekarang hidupnya tersembunyi bersama dengan Kristus, pada waktu itu akan tampil bersama Kristus di dalam kemuliaan itu, yang sangat dinikmati-Nya (Yoh. 17:24). Apakah kita mencari kebahagiaan yang demikian? Bukankah seharusnya kita mengarahkan hati kita kepada dunia yang di atas itu, dan hidup lebih tinggi daripada dunia yang di bawah sini? Ada apa di dalam dunia ini yang membuat kita gemar terhadapnya? Apakah yang tidak ada di sorga, sehingga hati kita tidak tertarik kepadanya? Kepala kita ada di sana, rumah kita ada di sana, harta kita ada di sana, dan kita berharap supaya berada di sana untuk selama-lamanya.

Entri yang Diunggulkan

Prayer In The Morning

  Prayer To God in the Morning Psalm 143:8 New International Version (NIV) 8  Let the morning bring me word of your unfailin...