Minggu, Desember 22, 2019

Perspektif Alkitabiah Pelayanan Kaum Awam


Perspektif Alkitabiah Pelayanan Kaum Awam
Image result for Teologi Kaum Awam"

Pelayanan adalah sebuah anugerah yang Tuhan percayakan kepada kita. Meskipun kita tidak layak, tetapi Tuhan melayakkan kita untuk ikut ambil bagian dalam pekerjaan-Nya. Banyak orang yang masih membagi umat Allah dalam dua bagian, yaitu para rohaniwan dan para kaum awam. Para rohaniwan yang dianggap layak untuk mengerjakan tugas-tugas pelayanan, sedangkan orang awam hanyalah kaum biasa-biasa saja yang pasif. Tentunya dikotomi ini tidak alkitabiah dan dapat merusak fungsi umat Allah yang sesungguhnya.
Isu mengenai pelayanan kaum awam telah menjadi suatu topik populer dalam banyak artikel dan buku-buku, serta disampaikan dalam banyak khotbah. Selain itu, Strauch (Biblical Eldership) menyatakan bahwa masalah tentang pembaruan kaum awam telah menjadi suatu bahan diskusi yang meluas. Selain populer, teologi kaum awam banyak disalah mengerti. Bahkan istilah "awam" seringkali ditafsirkan secara salah. Kaum awam kerap dianggap setara dengan golongan "nonprofesional", ketika ditinjau dari keahlian atau kemampuan khusus tiap individu. Dalam organisasi-organisasi keagamaan, orang awam dianggap sebagai "kaum percaya biasa" yang berbeda dari "pengerja" penuh waktu atau hamba Tuhan.
Dampak konsep tersebut adalah pembagian umat Allah ke dalam dua tingkatan, yaitu struktur pengerja penuh, yang menampilkan fungsi-fungsi religius masyarakat, dan sejumlah besar kaum awam yang tidak berkualifikasi. Pembagian itu merupakan hasil tiruan pola kepemimpinan "Graeco-Roman", yang membagi administrasi kota menjadi dua bagian yaitu: "para pegawai", yang memimpin dan "kaum awam", warga yang polos serta tidak berpendidikan. Jika pola tersebut diterapkan pada pelayanan di gereja, maka dapat menyebabkan perpecahan yang menghancurkan, menghilangkan partisipasi penuh umat Kristiani dalam pelayanan, serta mencegah pertumbuhan atau kedewasaan Rohani.

Konsep Awam dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Dalam rangka mencegah dikotomi dan mengembangkan suara teologia awam, istilah "awam" harus dijelaskan dengan menggunakan sudut pandang alkitabiah. Istilah tersebut diambil dari kata sifat bahasa Latin "laicus", yang sama dengan kata sifat bahasa Yunani "laikos", yang berarti "milik masyarakat". Kata bendanya adalah "laos", yang mengekspresikan konsep yang signifikan, karena muncul 2000 kali dalam Septuaginta dan ditambah 140 kali dalam Perjanjian Baru.
Dalam Perjanjian Lama (Keluaran 19:4-7; Ulangan 4; Ulangan 7:6-12), "laos" biasanya mengacu kepada bangsa Israel. Kata tersebut mengandung "nilai khusus bagi masyarakat, karena keaslian dan tujuannya dalam kasih karunia yang Tuhan tentukan. Bangsa Israel menganggap diri mereka sebagai 'laos theou' (umat pilihan Allah)". Secara teologis, hal tersebut menunjukkan bahwa Bangsa Israel adalah suatu bangsa yang terpisah dari bangsa-bangsa lain di dunia, yang disebabkan oleh pilihan Tuhan atas mereka sebagai milik-Nya (Ulangan 7:6). Mereka memperoleh status istimewa sebagai "umat Allah". Meskipun demikian, umat Allah tidak hanya menerima status istimewa, tetapi juga pelayanan istimewa. Bucy menjelaskan lebih lanjut, "seluruh kaum awam merupakan 'milik Tuhan', dipilih bukan sekadar memperoleh hak-hak istimewa, tapi untuk pelayanan istimewa. Perhatikan juga bahwa sifat pelayanan tersebut, dijabarkan dalam hubungan langsung dengan hak Tuhan atas 'seluruh bumi'. Bangsa Israel terpanggil dari antara 'segala bangsa', untuk melayani sebagai suatu 'kerajaan imam dan segala bangsa yang kudus', mewakili kerajaan-kerajaan dan bangsa-bangsa di dunia". Singkat kata, umat Allah atau kaum awam, dipanggil untuk memenuhi misi penebusan Allah bagi perdamaian dunia.
Umat Allah dalam Perjanjian Lama hanya mengacu pada Bangsa Israel. Dalam Perjanjian Baru, umat Allah mengacu kepada bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain. Mengenai hal tersebut, Kraemer menegaskan bahwa Yahweh ingin bangsa Israel menjadi kudus-Nya, yang merespons sepenuhnya kepemilikan Tuhan yang telah memilih mereka. Hal yang sama berlaku bagi gereja.
Gereja disebut sebagai "umat yang terpilih, imamat rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah." (1 Petrus 2:9) Secara khusus, gereja dalam 1 Petrus 2:5 digambarkan sebagai "batu-batu hidup", yang dibangun menjadi sebuah rumah Rohani, dan mereka mempersembahkan korban-korban rohani yang berkenan di hadapan Allah melalui Yesus Kristus. Kedua pasal memperlihatkan bahwa gereja terdiri dari orang-orang percaya yang disebut "suatu keimamatan". Kata Yunani untuk keimaman ialah "hierateuma", yang menunjukkan suatu gagasan komunitas masyarakat yang melayani sebagai "imam". Oleh karena itu, gereja merupakan komunitas imam atau keimaman dari orang-orang percaya, yang hanya mungkin terjadi melalui Yesus Kristus, Imam Besar perjanjian yang baru, yang telah mengorbankan diri-Nya dan menguduskan, serta menyempurnakan orang-orang percaya sekali untuk selamanya (Ibrani 9:15; 10:10,14). Konsekuensinya yaitu seluruh orang percaya boleh mempersembahkan korban secara langsung melalui Kristus. Mengenai hal ini, Kung menyatakan demikian, "Bila seluruh orang percaya harus mempersembahkan korban lewat Kristus dengan cara tersebut, berarti mereka memiliki fungsi Imam, dalam pengertian yang sama sekali baru, melalui Kristus Sang Imam Besar dan Pengantara. Mengabolisikan kasta istimewa keimaman dan pengertiannya oleh Imam Besar yang baru dan kekal, menurut konsekuensinya yang unik namun logis, memiliki fakta bahwa seluruh orang percaya terlibat dalam keimaman secara universal."

Hakikat Gereja
Kenyataannya, konsep keimaman orang-orang percaya diperoleh dari sifat gereja itu sendiri, yaitu umat Allah, tubuh Kristus, bangunan rohani, dan Bait Roh Kudus. Konsep itu diperluas sebagai berikut.

Gereja adalah Umat Allah
Artinya seluruh anggota gereja mempunyai persamaan yang mendasar. Tidak ada istilah kelas atau kasta dalam hubungan antar anggota, karena semuanya adalah: "orang-orang terpilih", "orang-orang kudus", "murid-murid", dan "saudara-saudara". Selain itu, "tidak ada jarak" antar anggota dan tidak ada penduduk kelas dua dalam keluarga Allah. Tentang persamaan, umat Allah diangkat martabatnya sebagai pelayan-pelayan Yesus Kristus. Gibbs dan Morton dengan tegas menyatakan, "Doktrin sejati kaum awam sebagai umat Allah, yang bermitra bersama-sama tanpa perbedaan kelas."

Gereja adalah Tubuh Kristus
Tentang karakter yang saling berkaitan dari anggota-anggota gereja (Roma 12:4-8; 1 Korintus 12:12), tubuh dibangun oleh anggota-anggota yang saling bergantung satu sama lain sebagai kesatuan tubuh. Seluruh anggota tubuh Kristus memainkan peranan penting. Masing-masing memiliki martabat dan fungsi "semuanya saling melayani dalam simpati dan kasih yang menguntungkan, serta dalam sukacita".

Gereja adalah Bangunan/Bait Rohani
Gereja adalah bangunan/bait rohani, yang berarti bahwa Roh Kudus tinggal di dalam seluruh orang-orang percaya (Kisah Para Rasul 2). Akibatnya, seluruh umat Kristen dibenarkan, dituntun dan dipimpin, serta hidup oleh Roh Kudus. Dalam 1 Korintus 3:16 dan Efesus 2:22, Rasul Paulus menekankan bahwa Roh Kudus berdiam dalam hati orang-orang percaya. Mereka adalah bait Allah yang kudus. Konsep bait Allah yang kudus di bumi dipersamakan dengan komunitas Kristen yang dimungkinkan hanya melalui Yesus Kristus; hanya melalui Dia, bait Allah yang kudus digantikan oleh "bangsa yang kudus".

Gereja adalah Bait Roh Kudus
Ketika suatu gereja dikatakan sebagai Bait Roh Kudus, hal itu mengandung arti setiap anggota gereja adalah suatu Bait yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Dalam bentuk ini, Bait tersebut dibangun atas "kunci kehidupan" dan "batu penjuru", Tuhan Yesus, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, batu hidup dan yang setia. Bentuk Bait Keimaman merupakan kelanjutan dari bentuk yang baru saja diperkenalkan (1 Petrus 2:4). Lebih lanjut dikatakan, konsep itu tidak diperuntukkan bagi keimaman resmi suatu kelompok Kristen tertentu, tapi bagi semua orang percaya. "Semua orang yang dipenuhi oleh Roh Kristus, menjadi suatu keimaman yang terpisah; seluruh umat Kristen adalah hamba Tuhan".

Catatan kaki:
Alexander Strauch, Biblical Eldership: An Urgent Call to Restore Biblical Church Leadership (Littleton: Lewis and Roth, 1986), 91
Dalam Bucy, The New Laity, 15
F.B Edge, "Into The World, so Send You' dalam The New Laity: Between Church and World, R.D Bucy, ed (Waco: World, 1978), 14
F.B. Edge, The Doctrine of the Laity (Nashville: Convention, 1985), 28
G. Ogden, The New Reformation Returning, The Minitry to the People of God (Grand Rapids: Ministry Resourch Library), 11
Hans Kung, The Church (Garden City: Image 1976), 473
Howard A. Snyder, The Problem of Wine Skins: Church Stucture in A Technological Age (Downers Grove: InterVarsity, 1975), 102
Kung, the Church, 474
M. Gibbs & T.R. Morton, God's Frozen People: A Book for and about Christian Layman (Philadelpihia: Westminster,1964), 15
R.D. Dale, Sharing Ministry whit Volunteer Leaders (Nashville: Convention Press, 1986), 13
R.D. Nelson, Raising Up A Faithfull Priest: Community and Priesthood (Lousville: Westminster, 1003), 160
R.P. Stevens, Liberating the Laity: Equipping All the Saints for Ministry (Downers Grove: InterVarsity, 1985), 21.27
Snyder, The Problem of Wine Skkins, 102
Strauch, Biblical Eldership, 101
V.J. Dozier, Toward A Theology of Laity: Lay Leaders Resourch Notebook (Washington: Alban Intitute, 1976), 16


Senin, Desember 02, 2019

Biography John Milton

Biografi John Milton (1608 -- 1674)


John Milton lahir pada 9 Desember 1608 di London dari pasangan John dan Sara Milton. Keuangan keluarganya yang memadai memungkinkan Milton mempelajari berbagai bahasa asing. Awalnya, ia belajar dengan dibimbing oleh seorang tutor di rumahnya, kemudian ia meneruskan pelajaran itu di Sekolah St. Paul ketika berumur 12 tahun.
Pada tahun 1625, Milton meneruskan pendidikannya di Christ's College, Cambridge. Milton adalah siswa yang kritis, karena itulah, setahun kemudian Milton mendapat hukuman berupa penangguhan masa pembelajaran akibat berselisih dengan tutornya, William Chapel. Pada masa hukuman itu, ia kembali ke London dan ikut dalam sebuah pagelaran drama. Di tempat itulah, kemungkinan besar, pertama kalinya ia merasakan ketertarikan terhadap puisi. Ketika ia kembali ke Cambridge, Milton diajar oleh tutor yang baru, Nathaniel Tovey. Di sana, pada 25 Desember 1629, ia menggubah "On the Morning of Christ's Nativity".
Pada tahun 1632, Milton meraih gelar M.A. dengan predikat cum laude. Di tahun yang sama, ia juga menerbitkan puisinya yang berjudul "On Shakespeare". Pada masa itulah "L'Allegro" dan "Il Penseroso" juga diterbitkan. "Comus", sebuah masque (hiburan para bangsawan yang melibatkan unsur drama dan pesta topeng, pen.), yang ditulis oleh Milton, dipertunjukkan di Istana Ludlow pada tahun 1637. Pada bulan April 1637 ibunya meninggal dan dimakamkan di Horton, dan hanya beberapa bulan kemudian, sahabat Milton yang bernama Edward King tewas tenggelam. Pada bulan November, Milton menggubah "Lycidas", sebuah elegi berdasarkan kenangan terhadap sahabatnya itu.
Pada musim semi 1638, Milton melakukan perjalanan berkeliling Eropa. Ketika singgah di Paris, Milton bertemu dengan Hugo Grotius, sarjana yang terkenal itu. Milton tiba di Florence pada musim gugur dan sempat bertemu dengan Galileo Galilei yang sedang berada dalam tahanan rumah. Di Roma, Milton menjadi tamu bagi Kardinal Barberini, kemenakan Sri Paus. Milton bertemu dengan Giovanni Batista, sorang penulis biografi bagi Torquato Tasso di Napoli, dan untuk menghormatinya, ia menulis sebuah puisi dalam Bahasa Latin yang berjudul "Mansus". Dalam perjalanan ke Jenewa untuk bertemu seorang teolog Calvinis bernama Giovanni Diodati, Milton mendapat kabar bahwa Charles Diodati, seorang sahabat karibnya, meninggal di London. Perjalanan Milton mengelilingi Eropa terhenti ketika terdengar rumor bahwa akan terjadi perang di Inggris. Oleh karena itu, ia segera kembali ke Inggris pada bulan Juli 1639. Tak lama setelah itu, Milton menulis "Epitaphium Damonis", sebuah puisi berbahasa Latin untuk mengenang Charles, sahabat masa kecilnya itu.
Sejak saat itu, Milton menetap di London. Setelah Raja Charles I menyerbu Skotlandia pada tahun 1639 dan Long Parliament terbentuk pada tahun 1640, Milton mulai menulis pamflet-pamflet bernuansa politis dan religius. Pamfletnya yang menentang bentuk gereja episkopal, "Of Reformation, Animadversions, and Of Prelatical Episcopacy", diterbitkan pada tahun 1641 dan "The Reason for Church Government" diterbitkan pada bulan Februari 1642.
Pada musim semi 1642, Milton menikahi Mary Powel. Saat itu ia berumur 34 tahun sementara Mary masih berumur 17 tahun. Pernikahan mereka tidak berjalan dengan baik, Mary bahkan meninggalkannya dengan alasan mengunjungi sanak saudaranya, namun tak kunjung kembali. Masalah mereka semakin rumit saat keluarga Powell mendukung Raja Inggris dalam perang sipil yang pecah pada bulan Agustus tahun itu. Masalahnya pernikahannya itu mendorong Milton menulis apa yang disebutnya sebagai "traktat perceraian", yaitu traktat-traktat yang membahas tentang perceraian berdasarkan ketidaksesuaian kehendak antara kedua pihak. Pada tahun 1643, Milton menerbitkan "Doctrine and Discipline of Divorce" (jilid kedua dari traktat ini lebih panjang dan diterbitkan pada tahun 1644). Pada tahun yang sama, Milton juga menerbitkan karyanya yang berjudul "The Judgement of Martin Bucer Concerning Divorce".
Tulisan-tulisan Milton mengenai perceraian itu menimbulkan kegemparan di antara anggota parlemen, rohaniwan, maupun masyarakat umum sehingga mereka menjulukinya "Milton Si Pencerai". Stationers Company (penerbit terbesar di London saat itu) bahkan berusaha melakukan sensor terhadap karya Milton yang lain, "Aeropagitica", sebuah naskah orasi yang mendukung kebebasan pers, pada akhir tahun 1644. Milton juga menulis sebuah risalah mengenai pendidikan, yang di dalamnya ia menetapkan penerapan pendidikan dasar yang kokoh bagi generasi muda Inggris. Pada tahun 1645, Milton menerbitkan "Tetrachordon" dan "Colasterion", serta mendaftarkan karyanya yang berjudul "Poems of Mr. John Milton" dalam Bahasa Inggris dan Latin.
Milton dan Mary rujuk kembali sejak anak pertama mereka lahir pada tahun 1646. Saat itu, seluruh keluarga Powell tinggal bersama Milton, menyusul pengusiran para pendukung Royalis dari Oxford. Pada tahun 1647, Milton harus menyaksikan kematian ayah dan mertuanya. Akhirnya, keluarga Powell meninggalkan tempat Milton, dan ini membuat keluarga Milton dapat pindah ke sebuah tempat di High Holborn. Di sanalah anak kedua mereka, Mary, lahir pada tahun 1648.
Kemungkinan besar, Milton hadir saat Raja Charles I dieksekusi pada tanggal 30 Januari 1649. Karya Milton, "Tenure of Kings dan Magistrates", yang membahas tentang hak-hak negara untuk menghukum mati pemimpinnya yang bersalah, diterbitkan dua minggu setelah eksekusi itu. Pemerintahan perserikatan menunjuk Milton sebagai Secretary for Foreign Tongues pada bulan Maret. Tugas pertamanya adalah menulis sanggahan atas biografi Charles I yang berjudul "Royal Image". Setelah menerbitkan "Articles of Peace", Milton menerbitkan "Eikonoklastes" pada bulan Oktober 1649.
Pada tahun 1650, Dewan Negara Bagian memberi perintah agar Milton menulis tanggapan atas tulisan Salmasius yang berjudul "Defense of Kingship", sebuah kecaman dari Benua Eropa terhadap tindakan Inggris. Tanggapan yang berjudul "Defensio pro populo Anglicano" itu diterbitkan pada bulan Februari 1651.
Tahun 1652 adalah tahun yang kelam bagi Milton. Ia mulai kehilangan penglihatannya pada bulan Februari, dan hal ini mendorongnya untuk menggubah sebuah soneta berjudul "When I Consider How My Light is Spent". Pada Mei 1652, Mary melahirkan seorang anak perempuan bagi Milton, namun istrinya itu meninggal beberapa hari kemudian. Pada bulan yang sama, John, putranya yang saat itu baru berumur satu tahun, juga meninggal.
Pada tahun 1654, Milton menerbitkan "Defensio Secunda", sebuah tanggapan atas karya Pierre du Moulin "Clamor of the Kings Blood". Dalam menghasilkan karya ini, Milton mendiktekan kata-katanya kepada Andrew Marvell, juru tulisnya. Pada tahun 1655, "Defense of Himself" diterbitkan. Pada tahun 1656, Milton menikahi Katherine Woodcock, namun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama sebab setelah melahirkan seorang putri bagi Milton pada akhir tahun 1657, Katherine dan bayinya meninggal di awal tahun 1658. Kepedihannya akan hal itu dituangkannya ke dalam sebuah soneta yang berjudul "Metought I saw my late espousèd saint".
Sejak Lord Protector Oliver Cromwell meninggal dunia pada Oktober 1658, Perserikatan Inggris Raya mulai goyah. Namun, pada awal 1659, Milton menerbitkan "A Treatise of Civil Power" dan "Ready and Easy Way to Establish a Free Commonwealth". Propagandanya ini membuat Milton harus bersembunyi dari para pendukung Raja Charles II. Pada bulan Juni 1659, baik "Defensio pro populo" maupun "Eikonoklastes" dibakar di depan umum. Tak lama setelah itu, pada awal musim gugur, Milton dijebloskan ke penjara, tetapi ia dibebaskan sebelum Hari Natal atas perintah parlemen. Pada 30 Mei 1660, Charles II dinobatkan sebagai Raja Inggris.
Sekalipun ditentang anak-anaknya, Milton menikahi Elizabeth Mishull pada tahun 1663. Sejak saat itulah, waktunya digunakan untuk mengajar dan menyelesaikan karya terbesarnya, "Paradise Lost". Di antara karya-karya agung yang pernah ditulis oleh sastrawan Inggris, karyanya ini memiliki nilai lebih mengingat kebutaan yang dialaminya. Untuk menciptakan karya ini, Milton menggubah bait demi bait puisi itu dalam ingatannya dan kemudian mendiktekan puisi itu kepada juru tulisnya pada keesokan paginya. Akhirnya, "Paradise Lost" diterbitkan pada tahun 1667 dalam sepuluh jilid. Karya ini diterbitkan ulang pada tahun 1668 dengan halaman judul yang baru dan material tambahan. Karya Milton ini langsung memukau banyak orang; bahkan John Dryden dikabarkan pernah berkata, "Pria ini tidak hanya memukau kita, tetapi juga para sastrawan sebelum dirinya."
Pada musim panas 1674, edisi kedua dari "Paradise Lost" diterbitkan dalam dua belas jilid. Milton meninggal pada bulan November di tahun itu dan dimakamkan di Gereja St. Giles, Cripplegate. Pemakamannya "tidak hanya dihadiri oleh teman-teman terdekatnya di London, tetapi juga masyarakat umum yang mengenalnya". Monumen untuk mengenang Milton kini berdiri di Sudut Para Penyair di westminster Abbey. (t/yudo)



Minggu, November 17, 2019

Bitung Cari Kue Natal ?

Kue Mentega Pondok Pitate Pinokalan 😍
Dijamin enak mulai dari 175K :
1. Fantasy.                 23. Kastangel
2. Ovaltine Kenari.    24. Regal Lapis
3. Cornflakes.            25. Magnum
4. Nogat.                    26. Good Time
5. Sultana.                 27. Topi Miring
6. Putri Salju.            28. Coklat Tulip
7. Spekulas.              29. Nescafe Batik
8. Nescafe Mente.   30. Brud Kenari
9. Keranjang.            31. Palem Sugar
10. Wafer Keju.        32. Rose Mery Keju
11. Korma Temo.     33. Nastar Keju
12. Coklat Mente.    34. Coklat Temo
13. Bawang.             35. Silverqueen Cetak
14. Rambutan.         36. Telur Rebus
15. Avermond.         37. Krispi Coklat
16. Bolu Kenari.       38. Korma
17. Coklat Stick.      39. Nastar Roll
18. Yanhagel.           40. Skipi Keju
19. Rose Mery Kipas
20. Toska.                 41. Silverqueen Keju
21. Coklat Love.       42. Kacang Ovaltine
22. 8 Susun.             43. Silverqueen Kertas



Pondok Pitate Pinokalan
Depan RumDis Kapolres Bitung
Tlp. 085298400466 (vivi & vany)

#pesanan akan disertakan nota dari Pondok Pitate, bila tidak bercap tidak dipertanggung jawabkan 😊
















Sabtu, Mei 18, 2019

Lebih dari Nafasku





Lebih Dari Nafasku

Bapa pegang tanganku
Aku rindu saat teduh bersama Mu
Dekap aku dalam hangat pelukan Mu
Bawa hidupku pada Mu
Masuk dalam tahta Mu yang kudus

Bapa pegang tanganku
Aku rindu tinggal dalam hati Mu
Engkasu terang yang membuatku melihat
Melihat jauh ke dalam kebenaran Mu Bapa

Reff :
Lebih dari nafasku Bapa
Kuperlukan kasih Mu Bapa
Berjalan di samping Mu Bapa
Seumur hidupku

Lebih dari nafasku Bapa
Kuperlukan kasih Mu Bapa
Peganglah tanganku Bapa
Untuk Selamanya

Sabtu, Mei 11, 2019

Praise and Worship 12 May 2019



Ibadah Raya GPDI Yakhin Pinokalan
12 Mei 2019

Worship Leader : Dian Vivian Manumpil
Singers : Yohana Henmita, Erens Yadimo, & Samuel Mangilaleng
Drummer : Aner
Keyboard : Jefbrin
Bass : Samu



·     Pembukaan
Bila hati terasa berat
Tak seorang pun mengerti bebanku
Ku tanya, Yesus
Apa yang harus kubuat?
Dia berfirman, Mari Datanglah
Dia selalu pedulikan aku
Ku datang, Yesus
Dia pikul segala bebanku

Sujud di AltarNya
Kubawa hidupku, Kutrima AnugrahNya
Dia ampuniku, dan bebaskanku
Dia ubah hidupku, Baharui hatiku
Sesuatu terjadi saat datang di AltarNya

S'bab Kau Layak T'rima Pujian
S'bab Kau Layak T'rima Pujian
S'bab Kau Layak Kuagungkan Yesus
Raja Di Atas Segala Raja

·     Pujian
Reff: Tuhan berkuasa 3x
Bumi bersuka 3x
UmatNya bersorak hei
Tuhan berkuasa

Api menyala di depanNya
Membakar semua musuhNya
Bukit-bukit pun runtuh
Dalam hadirat Tuhan 2x..

S'bab Tuhan maha besar
Dan sangat terpuji
Dia lebih dahsyat dari s'gala allah
S'bab Tuhan maha besar dan
Sangat terpuji
KuasaNya dahsyat
menghancurkan musuh

·     Kesaksian
·     Anak Allah Yesus namaNya
Menyembuhkan, menyucikan
Bahkan mati, tebus dosaku
Kubur kosong membuktikan Dia hidup
·     S`bab dia hidup, ada hari esok
S`bab dia hidup, ku tak gentar
Karna ku tahu, Dia pegang hari esok
Hidup jadi berarti s`bab dia hidup

·     Pujian
Mendidih Di Hati 2x Mendidih Di Hatiku
Ku S’lalu Bernyanyi 2x Hilanglah Susahku
Ku Tak Dapat Mengerti Maksud Tuhan
Sebelum Ku Dengar
Mendidih 5x....  Di Hatiku

Api pantekosta kupunya
kubiarkan menyala
Menyala-menyala selamanya
Api Kristus
sudah menyala
api, api, api, api, api
api Kristus
sudah menyala

·     Firman Allah
Tuhan, aku rindu
Tuhan, aku siap
Penuhi aku dengan rohMu
kurindu lawatanMu

Kurindukan, Kau hadir disini
Saat ini Tuhan
Kurindukan, RohMu mengurapi
Saat ini Yesus

·     Kolekte

Kau hiasi kehidupanku
Dengan kemurahanMu
Kau rancangkan masa depanku
Penuh dengan harapan
 
Aku ada saat ini
Semuanya karna kasihMu
Aku hidup hari ini
Semua berkat kemurahanMu
Trimakasih Yesus
Engkau sangat baik
Teramat baik bagiku
 
Kau hiasi kehidupanku
Dengan kemurahanMu
Kau rancangkan masa depanku
Penuh dengan harapan
 
Aku ada saat ini
Semuanya karna kasihMu
Aku hidup hari ini
Semua berkat kemurahanMu
Trimakasih Yesus
Engkau sangat baik
Teramat baik
 
Aku ada saat ini
Semuanya karna kasihMu
Aku hidup hari ini
Semua berkat kemurahanMu
Trimakasih Yesus
Engkau sangat baik
Teramat baik bagiku
 
Aku ada saat ini
Semuanya karna kasihMu
Aku hidup hari ini
Smua berkat kemurahanMu
Trimakasih Yesus
Engkau sangat baik
Teramat baik bagiku
 
Aku ada saat ini
Semuanya karna kasihMu
Aku hidup hari ini
Semua berkat kemurahanMu
Trimakasih Yesus
Engkau sangat baik
Teramat baik bagiku
Yesus engkau sangat baik
Teramat baik bagiku
 
 
·     Penutup
Bagi Dia segala pujian
Hormat serta syukur, kekal selamanya2x








Entri yang Diunggulkan

Prayer In The Morning

  Prayer To God in the Morning Psalm 143:8 New International Version (NIV) 8  Let the morning bring me word of your unfailin...