Minggu, April 03, 2016

Hormatilah Ayahmu & Ibumu



Ibadah Pelprap, Sabtu 02 April 2016
Hormatilah Ayahmu & Ibumu
Ulangan 5 : 16
Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu

Seperti kita semua ketahui Hukum Hormatilah ayahmu dan ibumu ini adalah hukum ke 5 dari 10 Hukum Taurat. Baca Keluaran 20 : 1 – 17 yang diberi judul Kesepuluh Firman. Kesepuluh hukum ini dibagi atas 2 bagian, yang pertama itu hukum kepada Manusia kepada Allah, dan kedua hukum dari manusia satu terhadap manusia yang lain.

Pada jaman dahulu, jaman dimana raja dan kepala-kepala suku yang memerintah. Hukum yang dijalankan adalah hukum dari raja dan kepala suku. Apa yang diucapkan raja-raja pada saat itu adalah hukum. Jadi kalau rajanya waras, maka hukumnya waras, kalau rajanya adil hukumnya adil, kalau rajanya bijaksana maka hukumnya bijaksana, oleh karena itu seperti yang sering kita dengar dalam film-film kerajaan, rakyat-rakyat selalu berkata ‘hidup raja-panjang umur raja’. Itu karena mereka mau mendoakan rajanya hidup lama agar mereka tetap hidup dalam keadilan, sebab belum tentu raja yang menggantikan raja yang lama itu lebih baik dari yang sebelumnya, bisa jadi rajanya itu suka berfoya-foya berpesta pora, hingga harus menyusahkan rakyatnya, karna secara otomatis pajaknya dinaikkan, agar penghasilan kerajaan bisa banyak. Atau bila rajanya tidak berhikmat, maka jangan harap keadilan bisa didapatkan rakyatnya.
Dengan melihat itu, hukum sebelum Kesepuluh Perintah Allah ini ada, maka hukum-hukum kerajaan atau suku-suku adalah hukum yang labil. Sangatlah luar biasa Hikmat Allah dengan memberikan manusia dasar hidup berbudaya. Mengajarkan bagaimana Mengasihi Allah dan bagaimana Mengasihi Manusia lain.
Kesepuluh Firman Allah :
1.     Jangan ada padamu allah lain dihadapanKu
2.     Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada dilangit diatas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. dan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya.
3.     Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
4.     Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat
5.     Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
6.     Jangan membunuh.
7.     Jangan berzinah.
8.     Jangan mencuri.
9.     Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
10.                      Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu

    Tuhan menempatkan hukum yang pertama dalam hukum terhadap sesama manusia adalah  Hormatilah ayahmu dan ibumu. Bukankah menurut kita membunuh itu lebih utama bila ditempatkan sebagai perbuatan dosa yang lebih besar dari pada menghormati orang tua. Bukankah ada orang yang dipenjara karena membunuh, mencuri, menipu dsb. Tetapi tidak pernah ada yang dihukum karena tidak menghormati orang tua.

Kenapa demikian penting? Karena :
1.         Allah melihat ini penting sehingga menjadikannya sebagai HUKUM. Sebagaimana sebuah hukum bila dilanggar maka akan mendatangkan sanksi. Seperti halnya Hukum yang ada didunia ini, ada hukum perdata ada hukum pidana. Namun itu sanksinya ada pada aparat hukum. Tapi ada hukum seperti hukum boyle, hukum hukum pascal, hukum Archimedes, hukum grafitasi, dll sebagainya. Hukum-hukum yang seperti ini hakekatnya mirip dengan Hukum Menghormati Orang Tua. Semua itu hakekatnya Mutlak. Karena bila dilanggar langsung terjadi. Misalnya saya mbil contoh Hukum Grafitasi. Bila kita melanggar hukum grafitasi meloncat dari Kantor Pelni Bitung misalnya, bumi tidak melihat mau dia kaya, walikota sekalipun, atau penyapu jalanan, hakekatnya adalah sama. Karena bumi memperlakukan semuanya secara sama, kalo nggak sekarat pasti mati.
Begitu pula dengan kita melanggar Hukum Menghormati Orang Tua. Dalam Keluaran  21:15 Siapa yang memukul ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati.17 Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya, ia pasti dihukum mati.
Cobalah cermati hidup teman kita yang tidak menghormati orang tua. Orang Tua kita memang kadang kita berfikir, terlalu cerewet, banyak aturan. Tapi itu untuk siapa? Semua untuk kebaikan kita, walau kadang itu terlalu mengekang, over protektif.
2.         Allah menjadikan orang tua sebagai wakil Allah dalam dunia ini.
Bukankah sebagai wakil Allah di dunia, ini adalah hadiah terindah bagi anak-anak yang masih memiliki orang tua sampai saat ini. Orang tua adalah Hadiah terindah dari Tuhan yang masih bisa kita lihat, hingga kita masih disayangi.
Orang tua wujud kasih Allah pada kita, anak-anakNya. Dalam Yehezkiel  18:4 Tuhan berkata “Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.
Tuhan mencintai ciptaanNya, Dia mengasihi kita, namun Dia tidak mungkin akan ada dengan wujudNya terus di dunia ini, maka karena itu ia mengirimkan orang tua, supaya melalui orang tua Kasih Tuhan sampai pada kita. Kita dicintai, dimanjakan, diberi apa yang kita mau.
Karena itulah Hukum yang pertama yang dibuat Tuhan untuk mengatur kehidupan manusia satu terhadap yang lain. Tuhan mengetahui tanggung jawab besar dari orang tua, karena Iapun memiliki jiwa sebagai seorang ayah, Dia adalah Bapa, dan Dia juga mengerti hati seorang anak.

Maka itu Tuhan mau kita Menghormati ayah dan ibu bukan hanya sekedar seperti menghormati sesama kita, tetapi menghormati mereka sebagai wakil dari Allah. Orang tua adalah wakil dari Allah. Sebagaimana kita melayani Allah dengan hormat dan takut, maka wakil Allah yakni ayah dan ibu kita pun harus dihormati. Bagaimana mau menghormati Allah, sedangkan ayah dan ibu yang terlihat menakutkan kalau marah itu tidak kita hormati dan takuti, apalagi Allah yang kita tahu itu baik namun tidak kelihatan.

Orang tua kita tidak pernah memilih kita untuk jadi anaknya. Mereka mengganggap kita adalah hadiah terindah dari Tuhan. Hadiah terindah yang pernah Tuhan beri dihidup mereka. Karena itu hidup dan mati seorang ibu dipertaruhkan demi anaknya. Jerih lelah seorang ayah demi anaknya.

Cobalah kita renungkan, saat orang tua kita tidur pernahkah kita melihat mereka? Kalau belum pernah, cobalah kita perhatikan sebentar malam. Saat mereka tertidur cobalah adik-adik renungkan. Seharian mereka bekerja, tak pernah mengeluh lelah, demi siapa? Demi saya, demi kakak, demi adik, lalu apa yang sudah saya perbuat? Saya menyakiti mereka, saya banyak membantah perkataan mereka, padahal maksud mereka adalah baik. Hanya saja saya akan dianggap kolot oleh teman-teman, tidak gaul, ketinggalan jaman. Namun lihatlah tubuh mereka, kulit yang makin kendor, semakin kusam bahkan ada bagian-bagian tubuh luar yang mulai berubah, mereka sakit bahkan kita tidak pernah tahu apa yang mereka rasakan. Sakit bagaimanakah yang mereka rasakan.

Adik-adik janganlah pernah kita membandingkan orang tua kita dengan orang tua teman kita. Mungkin saja ada adik-adik disini yang berfikir saya tidak mau hidup dikeluarga yang berkekurangan, saya menyesal memiliki orang tua seperti ini. Janganlah berlaku demikian adik-adik, karena hembusan nafas terakhir orang tua kita adalah kita. Mereka bahkan memikirkan anak-anak mereka saat akhir hidup mereka. Pergumulan orang tua kita bahkan akan sampai saat kita berumah tangga. Doa mereka hanyalah untuk kebahagiaan kita.

Kita kembali pada bacaan Firman kita tadi Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Ada 2 janji Tuhan disini. Jika kita menghormati maka pertama supaya lanjut umur kita, Tuhan memberikan kita umur yang panjang. Kedua, baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Baik keadaan kita, dapat kita artikan sesuatu yang baik yang membuat kita bersukacita. Benar bukan? ^_^
Maka adakah sesuatu yang lebih yang kita ingini di dunia ini selain kebahagiaan kita? 

Kita telah bersusah payah melakukan kehendak Tuhan, sampai menuruti orang tua, menghormati Tuhan ,dan juga melakukan kehendak Tuhan untuk  menyayangi ayah dan ibu, hingga ada yang bilang kita kolot, sok alim, kalo laki-laki sampai dikatai “banci” oleh teman-teman yang mengajaknya melakukan kehendak dunia/kehendak iblis. 

Biarlah dunia menilai kita seperti itu, karena sesuai janji Tuhan  Ulangan 31:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau

Tuhan sendirilah yang berjanji akan menyertai kita selama kita berjalan dijalan yang Tuhan kehendaki. Karena tidak sekalipun kita akan ditinggalkanNya. Ada berkat Tuhan yang besar dibaliknya. Walaupun kita melihat teman kita yang lain yang tidak mengasihi orang tua mereka namun mereka kaya, berlimpah, bisa hura-hura, kelihatan bahagia. Namun lihatlah kehidupan mereka? Adakah mereka tidak mengalami kejatuhan? Mungkin saat ini mereka ada di atas kita. Di tempat yang kita inginkan, banyak uang, punya hp mahal, setiap ada keluaran gadget terbaru mereka ada. Tapi jika hidup mereka menyusahkan orang tua, tidak menghormati, bahkan membangkang terhadap orang tua, perhatikanlah ada saatnya mereka akan jatuh terhempas, mereka bisa saja bangun dan jaya lagi, namun hukum Tuhan itu pasti. Selama mereka tidak menyadari dan mengakui kesalahan di hadapan Tuhan, maka selamanya dosa akan terus mengikuti mereka. Kata Tuhan Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Kasih Karunia Tuhan yang dicurahkan di kayu salib, memang mengampuni segala jenis pelanggaran manusia. Namun ada syaratnya, Hiduplah menurut Firman Allah.

Sebab Kasih Karunia Allah yaitu Tuhan Yesus hadir bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, tapi untuk menggenapinya.  
Matius 5: 17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Jika Tuhan berkata Hormatilah ayahmu dan ibumu, maka takutlah dan tunduklah pada FirmanNya.


Karena itu adik-adik, seperti kita menyayangi Bapa kita yang tidak kelihatan itu. Sayangilah juga orang tua kita. Selama orang-tua kita itu masih merupakan orang-tua kita, titah itu mengikat kita. Sampai saya mati pun, ayah saya, tetaplah ayah saya. Dan ibu saya, tetaplah ibu saya.Saya tetap berhutang hormat kepada mereka.
 
Hormatilah orang tuamu selama mereka masih hidup. Kita tak pernah tahu apa yang disediakan hari esok. Ketika ayah-ibu kita sudah berhenti bernafas, semuanya itu sudah terlambat. Tidak ada gunanya kita menangisi jasad mereka, karena mereka takkan pernah bisa melihat lagi kasih kita yang besar terhadap mereka.

Adik-adik yang Tuhan Yesus kasihi…Kasihilah Tuhanmu dengan segenap hatimu dan taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. karena sesuatu yang terlihat indah bagi Tuhan berarti menyenangkan hati Tuhan, dan ketika Tuhan senang dengan hidup kita. Maka diberkatilah kita semua karena kasihNya. Amin…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Prayer In The Morning

  Prayer To God in the Morning Psalm 143:8 New International Version (NIV) 8  Let the morning bring me word of your unfailin...