Senin, Desember 02, 2019

Biography John Milton

Biografi John Milton (1608 -- 1674)


John Milton lahir pada 9 Desember 1608 di London dari pasangan John dan Sara Milton. Keuangan keluarganya yang memadai memungkinkan Milton mempelajari berbagai bahasa asing. Awalnya, ia belajar dengan dibimbing oleh seorang tutor di rumahnya, kemudian ia meneruskan pelajaran itu di Sekolah St. Paul ketika berumur 12 tahun.
Pada tahun 1625, Milton meneruskan pendidikannya di Christ's College, Cambridge. Milton adalah siswa yang kritis, karena itulah, setahun kemudian Milton mendapat hukuman berupa penangguhan masa pembelajaran akibat berselisih dengan tutornya, William Chapel. Pada masa hukuman itu, ia kembali ke London dan ikut dalam sebuah pagelaran drama. Di tempat itulah, kemungkinan besar, pertama kalinya ia merasakan ketertarikan terhadap puisi. Ketika ia kembali ke Cambridge, Milton diajar oleh tutor yang baru, Nathaniel Tovey. Di sana, pada 25 Desember 1629, ia menggubah "On the Morning of Christ's Nativity".
Pada tahun 1632, Milton meraih gelar M.A. dengan predikat cum laude. Di tahun yang sama, ia juga menerbitkan puisinya yang berjudul "On Shakespeare". Pada masa itulah "L'Allegro" dan "Il Penseroso" juga diterbitkan. "Comus", sebuah masque (hiburan para bangsawan yang melibatkan unsur drama dan pesta topeng, pen.), yang ditulis oleh Milton, dipertunjukkan di Istana Ludlow pada tahun 1637. Pada bulan April 1637 ibunya meninggal dan dimakamkan di Horton, dan hanya beberapa bulan kemudian, sahabat Milton yang bernama Edward King tewas tenggelam. Pada bulan November, Milton menggubah "Lycidas", sebuah elegi berdasarkan kenangan terhadap sahabatnya itu.
Pada musim semi 1638, Milton melakukan perjalanan berkeliling Eropa. Ketika singgah di Paris, Milton bertemu dengan Hugo Grotius, sarjana yang terkenal itu. Milton tiba di Florence pada musim gugur dan sempat bertemu dengan Galileo Galilei yang sedang berada dalam tahanan rumah. Di Roma, Milton menjadi tamu bagi Kardinal Barberini, kemenakan Sri Paus. Milton bertemu dengan Giovanni Batista, sorang penulis biografi bagi Torquato Tasso di Napoli, dan untuk menghormatinya, ia menulis sebuah puisi dalam Bahasa Latin yang berjudul "Mansus". Dalam perjalanan ke Jenewa untuk bertemu seorang teolog Calvinis bernama Giovanni Diodati, Milton mendapat kabar bahwa Charles Diodati, seorang sahabat karibnya, meninggal di London. Perjalanan Milton mengelilingi Eropa terhenti ketika terdengar rumor bahwa akan terjadi perang di Inggris. Oleh karena itu, ia segera kembali ke Inggris pada bulan Juli 1639. Tak lama setelah itu, Milton menulis "Epitaphium Damonis", sebuah puisi berbahasa Latin untuk mengenang Charles, sahabat masa kecilnya itu.
Sejak saat itu, Milton menetap di London. Setelah Raja Charles I menyerbu Skotlandia pada tahun 1639 dan Long Parliament terbentuk pada tahun 1640, Milton mulai menulis pamflet-pamflet bernuansa politis dan religius. Pamfletnya yang menentang bentuk gereja episkopal, "Of Reformation, Animadversions, and Of Prelatical Episcopacy", diterbitkan pada tahun 1641 dan "The Reason for Church Government" diterbitkan pada bulan Februari 1642.
Pada musim semi 1642, Milton menikahi Mary Powel. Saat itu ia berumur 34 tahun sementara Mary masih berumur 17 tahun. Pernikahan mereka tidak berjalan dengan baik, Mary bahkan meninggalkannya dengan alasan mengunjungi sanak saudaranya, namun tak kunjung kembali. Masalah mereka semakin rumit saat keluarga Powell mendukung Raja Inggris dalam perang sipil yang pecah pada bulan Agustus tahun itu. Masalahnya pernikahannya itu mendorong Milton menulis apa yang disebutnya sebagai "traktat perceraian", yaitu traktat-traktat yang membahas tentang perceraian berdasarkan ketidaksesuaian kehendak antara kedua pihak. Pada tahun 1643, Milton menerbitkan "Doctrine and Discipline of Divorce" (jilid kedua dari traktat ini lebih panjang dan diterbitkan pada tahun 1644). Pada tahun yang sama, Milton juga menerbitkan karyanya yang berjudul "The Judgement of Martin Bucer Concerning Divorce".
Tulisan-tulisan Milton mengenai perceraian itu menimbulkan kegemparan di antara anggota parlemen, rohaniwan, maupun masyarakat umum sehingga mereka menjulukinya "Milton Si Pencerai". Stationers Company (penerbit terbesar di London saat itu) bahkan berusaha melakukan sensor terhadap karya Milton yang lain, "Aeropagitica", sebuah naskah orasi yang mendukung kebebasan pers, pada akhir tahun 1644. Milton juga menulis sebuah risalah mengenai pendidikan, yang di dalamnya ia menetapkan penerapan pendidikan dasar yang kokoh bagi generasi muda Inggris. Pada tahun 1645, Milton menerbitkan "Tetrachordon" dan "Colasterion", serta mendaftarkan karyanya yang berjudul "Poems of Mr. John Milton" dalam Bahasa Inggris dan Latin.
Milton dan Mary rujuk kembali sejak anak pertama mereka lahir pada tahun 1646. Saat itu, seluruh keluarga Powell tinggal bersama Milton, menyusul pengusiran para pendukung Royalis dari Oxford. Pada tahun 1647, Milton harus menyaksikan kematian ayah dan mertuanya. Akhirnya, keluarga Powell meninggalkan tempat Milton, dan ini membuat keluarga Milton dapat pindah ke sebuah tempat di High Holborn. Di sanalah anak kedua mereka, Mary, lahir pada tahun 1648.
Kemungkinan besar, Milton hadir saat Raja Charles I dieksekusi pada tanggal 30 Januari 1649. Karya Milton, "Tenure of Kings dan Magistrates", yang membahas tentang hak-hak negara untuk menghukum mati pemimpinnya yang bersalah, diterbitkan dua minggu setelah eksekusi itu. Pemerintahan perserikatan menunjuk Milton sebagai Secretary for Foreign Tongues pada bulan Maret. Tugas pertamanya adalah menulis sanggahan atas biografi Charles I yang berjudul "Royal Image". Setelah menerbitkan "Articles of Peace", Milton menerbitkan "Eikonoklastes" pada bulan Oktober 1649.
Pada tahun 1650, Dewan Negara Bagian memberi perintah agar Milton menulis tanggapan atas tulisan Salmasius yang berjudul "Defense of Kingship", sebuah kecaman dari Benua Eropa terhadap tindakan Inggris. Tanggapan yang berjudul "Defensio pro populo Anglicano" itu diterbitkan pada bulan Februari 1651.
Tahun 1652 adalah tahun yang kelam bagi Milton. Ia mulai kehilangan penglihatannya pada bulan Februari, dan hal ini mendorongnya untuk menggubah sebuah soneta berjudul "When I Consider How My Light is Spent". Pada Mei 1652, Mary melahirkan seorang anak perempuan bagi Milton, namun istrinya itu meninggal beberapa hari kemudian. Pada bulan yang sama, John, putranya yang saat itu baru berumur satu tahun, juga meninggal.
Pada tahun 1654, Milton menerbitkan "Defensio Secunda", sebuah tanggapan atas karya Pierre du Moulin "Clamor of the Kings Blood". Dalam menghasilkan karya ini, Milton mendiktekan kata-katanya kepada Andrew Marvell, juru tulisnya. Pada tahun 1655, "Defense of Himself" diterbitkan. Pada tahun 1656, Milton menikahi Katherine Woodcock, namun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama sebab setelah melahirkan seorang putri bagi Milton pada akhir tahun 1657, Katherine dan bayinya meninggal di awal tahun 1658. Kepedihannya akan hal itu dituangkannya ke dalam sebuah soneta yang berjudul "Metought I saw my late espousèd saint".
Sejak Lord Protector Oliver Cromwell meninggal dunia pada Oktober 1658, Perserikatan Inggris Raya mulai goyah. Namun, pada awal 1659, Milton menerbitkan "A Treatise of Civil Power" dan "Ready and Easy Way to Establish a Free Commonwealth". Propagandanya ini membuat Milton harus bersembunyi dari para pendukung Raja Charles II. Pada bulan Juni 1659, baik "Defensio pro populo" maupun "Eikonoklastes" dibakar di depan umum. Tak lama setelah itu, pada awal musim gugur, Milton dijebloskan ke penjara, tetapi ia dibebaskan sebelum Hari Natal atas perintah parlemen. Pada 30 Mei 1660, Charles II dinobatkan sebagai Raja Inggris.
Sekalipun ditentang anak-anaknya, Milton menikahi Elizabeth Mishull pada tahun 1663. Sejak saat itulah, waktunya digunakan untuk mengajar dan menyelesaikan karya terbesarnya, "Paradise Lost". Di antara karya-karya agung yang pernah ditulis oleh sastrawan Inggris, karyanya ini memiliki nilai lebih mengingat kebutaan yang dialaminya. Untuk menciptakan karya ini, Milton menggubah bait demi bait puisi itu dalam ingatannya dan kemudian mendiktekan puisi itu kepada juru tulisnya pada keesokan paginya. Akhirnya, "Paradise Lost" diterbitkan pada tahun 1667 dalam sepuluh jilid. Karya ini diterbitkan ulang pada tahun 1668 dengan halaman judul yang baru dan material tambahan. Karya Milton ini langsung memukau banyak orang; bahkan John Dryden dikabarkan pernah berkata, "Pria ini tidak hanya memukau kita, tetapi juga para sastrawan sebelum dirinya."
Pada musim panas 1674, edisi kedua dari "Paradise Lost" diterbitkan dalam dua belas jilid. Milton meninggal pada bulan November di tahun itu dan dimakamkan di Gereja St. Giles, Cripplegate. Pemakamannya "tidak hanya dihadiri oleh teman-teman terdekatnya di London, tetapi juga masyarakat umum yang mengenalnya". Monumen untuk mengenang Milton kini berdiri di Sudut Para Penyair di westminster Abbey. (t/yudo)



Minggu, November 17, 2019

Bitung Cari Kue Natal ?

Kue Mentega Pondok Pitate Pinokalan 😍
Dijamin enak mulai dari 175K :
1. Fantasy.                 23. Kastangel
2. Ovaltine Kenari.    24. Regal Lapis
3. Cornflakes.            25. Magnum
4. Nogat.                    26. Good Time
5. Sultana.                 27. Topi Miring
6. Putri Salju.            28. Coklat Tulip
7. Spekulas.              29. Nescafe Batik
8. Nescafe Mente.   30. Brud Kenari
9. Keranjang.            31. Palem Sugar
10. Wafer Keju.        32. Rose Mery Keju
11. Korma Temo.     33. Nastar Keju
12. Coklat Mente.    34. Coklat Temo
13. Bawang.             35. Silverqueen Cetak
14. Rambutan.         36. Telur Rebus
15. Avermond.         37. Krispi Coklat
16. Bolu Kenari.       38. Korma
17. Coklat Stick.      39. Nastar Roll
18. Yanhagel.           40. Skipi Keju
19. Rose Mery Kipas
20. Toska.                 41. Silverqueen Keju
21. Coklat Love.       42. Kacang Ovaltine
22. 8 Susun.             43. Silverqueen Kertas



Pondok Pitate Pinokalan
Depan RumDis Kapolres Bitung
Tlp. 085298400466 (vivi & vany)

#pesanan akan disertakan nota dari Pondok Pitate, bila tidak bercap tidak dipertanggung jawabkan 😊
















Sabtu, Mei 18, 2019

Lebih dari Nafasku





Lebih Dari Nafasku

Bapa pegang tanganku
Aku rindu saat teduh bersama Mu
Dekap aku dalam hangat pelukan Mu
Bawa hidupku pada Mu
Masuk dalam tahta Mu yang kudus

Bapa pegang tanganku
Aku rindu tinggal dalam hati Mu
Engkasu terang yang membuatku melihat
Melihat jauh ke dalam kebenaran Mu Bapa

Reff :
Lebih dari nafasku Bapa
Kuperlukan kasih Mu Bapa
Berjalan di samping Mu Bapa
Seumur hidupku

Lebih dari nafasku Bapa
Kuperlukan kasih Mu Bapa
Peganglah tanganku Bapa
Untuk Selamanya

Sabtu, Mei 11, 2019

Praise and Worship 12 May 2019



Ibadah Raya GPDI Yakhin Pinokalan
12 Mei 2019

Worship Leader : Dian Vivian Manumpil
Singers : Yohana Henmita, Erens Yadimo, & Samuel Mangilaleng
Drummer : Aner
Keyboard : Jefbrin
Bass : Samu



·     Pembukaan
Bila hati terasa berat
Tak seorang pun mengerti bebanku
Ku tanya, Yesus
Apa yang harus kubuat?
Dia berfirman, Mari Datanglah
Dia selalu pedulikan aku
Ku datang, Yesus
Dia pikul segala bebanku

Sujud di AltarNya
Kubawa hidupku, Kutrima AnugrahNya
Dia ampuniku, dan bebaskanku
Dia ubah hidupku, Baharui hatiku
Sesuatu terjadi saat datang di AltarNya

S'bab Kau Layak T'rima Pujian
S'bab Kau Layak T'rima Pujian
S'bab Kau Layak Kuagungkan Yesus
Raja Di Atas Segala Raja

·     Pujian
Reff: Tuhan berkuasa 3x
Bumi bersuka 3x
UmatNya bersorak hei
Tuhan berkuasa

Api menyala di depanNya
Membakar semua musuhNya
Bukit-bukit pun runtuh
Dalam hadirat Tuhan 2x..

S'bab Tuhan maha besar
Dan sangat terpuji
Dia lebih dahsyat dari s'gala allah
S'bab Tuhan maha besar dan
Sangat terpuji
KuasaNya dahsyat
menghancurkan musuh

·     Kesaksian
·     Anak Allah Yesus namaNya
Menyembuhkan, menyucikan
Bahkan mati, tebus dosaku
Kubur kosong membuktikan Dia hidup
·     S`bab dia hidup, ada hari esok
S`bab dia hidup, ku tak gentar
Karna ku tahu, Dia pegang hari esok
Hidup jadi berarti s`bab dia hidup

·     Pujian
Mendidih Di Hati 2x Mendidih Di Hatiku
Ku S’lalu Bernyanyi 2x Hilanglah Susahku
Ku Tak Dapat Mengerti Maksud Tuhan
Sebelum Ku Dengar
Mendidih 5x....  Di Hatiku

Api pantekosta kupunya
kubiarkan menyala
Menyala-menyala selamanya
Api Kristus
sudah menyala
api, api, api, api, api
api Kristus
sudah menyala

·     Firman Allah
Tuhan, aku rindu
Tuhan, aku siap
Penuhi aku dengan rohMu
kurindu lawatanMu

Kurindukan, Kau hadir disini
Saat ini Tuhan
Kurindukan, RohMu mengurapi
Saat ini Yesus

·     Kolekte

Kau hiasi kehidupanku
Dengan kemurahanMu
Kau rancangkan masa depanku
Penuh dengan harapan
 
Aku ada saat ini
Semuanya karna kasihMu
Aku hidup hari ini
Semua berkat kemurahanMu
Trimakasih Yesus
Engkau sangat baik
Teramat baik bagiku
 
Kau hiasi kehidupanku
Dengan kemurahanMu
Kau rancangkan masa depanku
Penuh dengan harapan
 
Aku ada saat ini
Semuanya karna kasihMu
Aku hidup hari ini
Semua berkat kemurahanMu
Trimakasih Yesus
Engkau sangat baik
Teramat baik
 
Aku ada saat ini
Semuanya karna kasihMu
Aku hidup hari ini
Semua berkat kemurahanMu
Trimakasih Yesus
Engkau sangat baik
Teramat baik bagiku
 
Aku ada saat ini
Semuanya karna kasihMu
Aku hidup hari ini
Smua berkat kemurahanMu
Trimakasih Yesus
Engkau sangat baik
Teramat baik bagiku
 
Aku ada saat ini
Semuanya karna kasihMu
Aku hidup hari ini
Semua berkat kemurahanMu
Trimakasih Yesus
Engkau sangat baik
Teramat baik bagiku
Yesus engkau sangat baik
Teramat baik bagiku
 
 
·     Penutup
Bagi Dia segala pujian
Hormat serta syukur, kekal selamanya2x








Rabu, November 21, 2018

Lirik Lagu Allah Yang Kekal


Allah yang Kekal

Pujian dan hormat, k'mulyaan dan kuasa
Bagi Allah yang kekal
Dan segala bangsa, s'gala ciptaan
Sujud dihadapan-Nya

Surga bumi nyatakan kemuliaan-Nya
Dan setiap lutut bertelut menyembah
Kau Tuhan kami tinggikan
K'rajaan-Mu kekal s'lamanya
Allah yang kekal

Krajaan-Mu berkuasa di bumi
Puji Allah yang kekal
S'bab perbuatan-Mu ajaib dan besar
Puji Allah yang kekal

Surga bumi nyatakan kemuliaan-Nya
Dan setiap lutut bertelut menyembah
Kau Tuhan kami tinggikan
K'rajaan-Mu kekal s'lamanya
Allah yang kekal


Pujilah Tuhan seumur hidupmu ^_^

Entri yang Diunggulkan

Prayer In The Morning

  Prayer To God in the Morning Psalm 143:8 New International Version (NIV) 8  Let the morning bring me word of your unfailin...