Sabtu, Maret 16, 2024

NABI PALSU, TANDA MUJIZAT, DAN NUBUAT

NABI PALSU, TANDA MUJIZAT DAN NUBUAT



Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengkritik aliran tertentu, juga bukan untuk menghakimi Hamba Tuhan tertentu. Namun bertujuan untuk memberikan masukan bahwa banyak sekali masa-masa sekarang ini terjadi penyesatan terhadap tafsir dan penelaahan Firman Tuhan yang dikemas dalam hal-hal yang bersifat supranatural dan nubuatan.

* Matius 24:3-5,10-11
24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

* Matius 7:22
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?


1. PERZINAHAN ROHANI

Perzinahan rohani banyak terjadi di gereja masa kini, para nabi dan rasul yang palsu berkembang subur sebagai seorang pembicara yang diminati jemaat masa kini. Pengajaran para nabi palsu akan menjatuhkan iman yang sesungguhnya. Umat Kristen justru menyukai pengajaran mereka dan ini akan menimbulkan keimanan yang “semu”. Kita telah diperingatkan untuk menjadi bijaksana/arif dalam menelaah terhadap nubuat-nubuat yang mereka ucapkan. Selidikilah setiap tutur kata dan perilaku mereka, dan ini bukan berarti kita mencobai Tuhan.

Sebaiknya kita tidak boleh merasa terbebas dari dosa ini, hanya karena kita tidak menyimpan jimat-jimat atau pergi ke dukun dan ahli nujum. Perlakuan kita mengkultuskan hamba Tuhan tertentu, itu juga merupakan suatu dosa idolatri.

* Hosea 4:12
Umat-Ku bertanya kepada pohonnya, dan tongkatnya akan memberitahu kepadanya, sebab roh perzinahan menyesatkan mereka, dan mereka berzinah meninggalkan Allah mereka.


------------------------------------------------

2. PENGAJARAN & NABI PALSU


*Matius 24:11
Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.


Kurangnya kepekaan rohani dan ketidak-mampuan untuk menguji roh-roh seperti yang dihimbau di dalam Alkitab menimbulkan masalah yang serius. Dalam iklim rohani yang demikianlah ajaran-ajaran yang tidak Alkitabiah secara tidak kentara menyusup masuk ke dalam gereja.

Alkitab mengungkapkan bahwa kepalsuan hadir berdampingan dengan kebenaran. Ada banyak aspek dari kekristenan palsu yang sudah dan yang akan menyatakan diri :


1. Orang Kristen palsu - pengajar-pengajar palsu

*2 Korintus 11:26
11:26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.


2. Injil palsu

* Galatia 1:8
Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.


3. Tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu

* Matius 24:24
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.


4. Kebenaran palsu

* Roma 10:3
Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.


5. Gereja palsu

* Wahyu 2:9
Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.


6. Kristus palsu

* 2 Tesalonika 2:8-10
2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
2:9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,
2:10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.

Untuk mengetahui penipuan-penipuan seperti yang tercantum diatas bukanlah sesuatu yang mudah. Kita harus mengetahui penyebab penipuan, sifat-sifat penipuan, konsekuensi penipuan, dan jalan keluar dari penipuan. Kebohongan, penyimpangan, dan penyangkalan terhadap kebenaran Allah berasal dari sifat dasar Iblis.

Iblis selalu berusaha menyebarkan kebohongan dan kepalsuan dengan tujuan supaya dialah yang disembah, bukan Allah pencipta. Oleh karena itu, Iblis menjanjikan popularitas, kebebasan, kekayaan dan kenikmatan kepada manusia. Penipuan dalam hal rohani bermacam-macam ragamnya.

Namun kita dapat mengenali empat ciri utama : Ajaran-ajaran yang menipu cenderung menurunkan Allah dari takhta-Nya, mendewakan manusia, menyangkal keberadaan dosa, atau meremehkan dosa, dan mendeskreditkan firman Allah.

Sering juga kita jumpai didalam kekristenan ada praktek-praktek yang menyerupai kebatinan, mistik, okultisme, kepercayaan-kepercayaan Timur, dan lain-lain. Penipuan dan ajaran-ajaran sesat mengikat kita kepada Iblis dan rencana-rencananya. Mungkin diantara kita ini ada yang terikat pada hal-hal tersebut, namun janganlah kuatir. Kita kembali kepada pengajaran Tuhan Yesus dan Kebenaran Allah memerdekakan kita dari keterikatan itu :

* Yohanes 8:31-32
8:31 …….. "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Oleh karena itu, pelajarilah firman Allah setiap hari dan biarkanlah Anda diperbaharui oleh kebenaran-Nya. Akui semua dosa yang Anda ketahui dan mintalah pengampunan dari Tuhan.


---------------------------------------

3. TANDA DAN MUJIZAT

Mujizat adalah suatu peristiwa yang bertentangan dengan hukum alam atau bertentangan dengan apa yang biasanya terjadi.

Terjadinya suatu tanda dan mujizat tergantung pada kehendak Tuhan. Karena itu dalam menafsirkan ayat-ayat seperti Markus 11:22-24 yang menun-jukkan bahwa doa yang disertai iman bisa menghasilkan mujizat, kita juga harus memperhatikan ayat ini :

* 1 Yohanes 5:14
5:14 Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

Namun iblis mampu juga memberikan pernyataan kuasa/ tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang. Bagaimanakah mengetahui sesuatu itu datang dari Allah atau bukan?

* Ulangan 18:20-22
18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.
18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? --
18:22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Tetapi bagaimana bila tanda dan mujizat yang dari iblis itu itu benar-benar terjadi? Bagaimana jika sang nabi palsu itu bisa menbuat mujizat yang menakjubkan banyak orang?.

Sesungguhnya bukankah kita sudah diperingatkan bahwa di akhir zaman ini banyak orang akan melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat? Maka kita harus meneliti apakah tanda-tanda dan mujizat-mujizat itu mencerminkan buah-buah Roh atau tidak?. Apakah mujizat itu memuliakan Allah atau tidak?. Apakah mujizat itu mencerminkan kasih? Sebab hal-hal yang sifatnya sihir tidak akan mencerminkan buah-buah Roh.

* Galatia 5:22-23
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang datang dari Allah itu bukanlah sesuatu yang bisa diciptakan dan diperintahkan manusia.


* Matius 16:4
16:4 Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.

Bisakah manusia memerintah Allah untuk mengatraksikan sebuah mujizat untuk keperluan sebuah pertunjukan?. Allah mempunyai otoritas kapan dan dimana Dia mau menyatakan kuasaNya.

Dalam suatu kejadian mujizat, apakah nabi-nabi ini terpanggil untuk men-tobatkan orang-orang, apakah mereka setia kepada Kristus? Ataukah mereka itu hanya menyediakan hal-hal heboh untuk memikat para umat yang justru menjauhkan mereka ini dari kecintaannya kepada Tuhan melainkan hanya terpikat kepada nabi-nabi tersebut?

* Ulangan 13:1-3
13:1 Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat,
13:2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,
13:3 maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

Datangnya sebuah mujizat yang menyertai murid-muridNya adalah kehendak Allah dengan otoritasNya:

* Ibrani 2:3-4
2:3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan
2:4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya

* Kisah Para Rasul 14:3
14:3 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.


Namun bagaimana terhadap nabi-nabi palsu? Ada juga orang-orang Kristen yang bertanya-tanya bahwa, mengapa para nabi palsu ini dapat memberikan mujizat? dan tidak jarang mereka juga dapat mentobatkan orang, sehingga orang itu menjadi percaya dan datang kepada Yesus? Ada Pendeta yang terkenal akan kecintaannya kepada mamon, namun mengapa jemaatnya bertumbuh subur sampai puluhan ribu orang dan gerejanya sangat sukses?

Sebaiknya kita jangan mempermasalahkan kwalitas hamba Tuhan tersebut, yang harus kita lihat adalah keberhasilannya membawa orang-orang datang kepada Yesus. Mereka bekerja di ladang Tuhan, biarlah Tuhan sendiri yang membuat pekerjaan mereka berhasil atau tidak. Biarlah Tuhan sendiri yang menilai pantas tidaknya hamba Tuhan tersebut dalam melayaniNya. Sebab Tuhan Yesus melarang Paham Sectarianisme, paham-paham yang membenarkan alirannya/ kelompoknya sendiri.

* Markus 9:38-41 Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan
9:38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."
9:39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.
9:40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
9:41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."


---------------------------------------

4. NUBUAT dan WAHYU BARU


Marilah kita pelajari dulu beberapa contoh Nubuat dan Wahyu yang ditulis di Alkitab yang terjadi pada tokoh-tokoh di Alkitab :

* Keluaran 19:9
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu." Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.

* Kisah Para Rasul 14:3
14:3 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat

* 2 Korintus 12:12
Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.

* Ibrani 2:3,4
2:3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan
2:4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

Nubuat dan Wahyu terjadi kepada umatNya atas kehendak dan otoritas Allah.

Sangat sering sekali kita mendengar ucapan-ucapan dari para tokoh rohani yang mengklaim bahwa pernyataannya itu sebuah “Nubuat”. Adanya pengakuan dari mereka tentang nubuat yang katanya disampaikan dari Roh Kudus kepadanya: "Tuhan berbicara kepadaku." Begitu mudahnya mereka mengklaim ini adalah suara Tuhan.

Dalam menilai Nubuatan dan Wahyu kita harus berdasar kepada Alkitab. Alkitab memiliki tempat yang lebih tinggi daripada Nubuatan/ Wahyu dan Pengelihatan. Sewaktu kita membaca Firman Tuhan, kita harus lebih taat, daripada Tuhan harus mengirimkan wahyu terlebih dahulu, yang hanya memberikan kita ketaatan yang palsu.

Sebuah Wahyu harus bergantung pada kenyataan keberadaan Yesus yang tidak pernah berubah baik kemarin, hari ini dan untuk selama-lamanya

* Ibrani 13:8
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Sebuah Wahyu harus diperiksa kebenarannya terhadap Alkitab. Alkitablah sebagai satu-satunya standard kebenaran. Oleh karena itu kita harus belajar baik-baik Firman Tuhan, agar kita mengerti dan bisa membedakan apakah suatu nubuatan/ wahyu dan penglihatan itu benar atau tidak benar.

* 1 Yohanes 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Dengan mengabaikan 1Yoh. 4:1, maka tidak heran jika banyak orang Kristen tidak menguji nubuat dan wahyu baru itu dan menganggap pasti dari Roh Kudus, sehingga pasti tidak mungkin sesat. Maka tidaklah mengherankan jika iblis yang dapat menyamar sebagai malaikat terang dapat dengan mudah menipu banyak orang Kristen semacam ini untuk mempercayai kepada nubuat dan wahyu palsu.

* Yeremia 5:31
Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?

* Yeremia 14:14
Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.

* Yeremia 23:25
Aku telah mendengar apa yang dikatakan oleh para nabi, yang bernubuat palsu demi nama-Ku dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi!

Kita harus menilai motivasi apakah yang diberikan oleh nubuatan/ wahyu tersebut. Dalam sebuah Wahyu yang berasal dari Tuhan selalu ada maksud dan rencana Tuhan di dalamnya, yang berkaitan dengan pekerjaan Tuhan yang Tuhan mau kita turut terlibat di dalamnya dan sesuai dengan kehendak Tuhan, untuk kemajuan pekerjaan Tuhan itu sendiri.

Nubuat yang datang dari Allah tidak akan meleset, karena Kuasa Allah itu pasti! Adalah kewajiban setiap orang Kristen untuk juga menguji nubuat dan wahyu baru. Hal ini sangat penting untuk kita sadari, sebab banyak orang Kristen yang mengaku menerima nubuat dan wahyu langsung ditelan begitu saja tanpa mengujinya.

Akan tetapi, sangat disayangkan jika Alkitab menyuruh kita menguji tetapi ada banyak orang Kristen malah tidak mau menguji, bahkan ada pendeta yang melarang jemaatnya untuk menguji, sebab ia berpikir bahwa setiap fenomena supranatural dianggap pasti dari Roh Kudus sehingga tidak boleh diuji!

* Ulangan 18:22
"apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Terjemahan versi Bahasa Indonesia Sehari-hari:
"Kalau seorang nabi berbicara atas nama TUHAN, tetapi apa yang dikatakannya itu tidak terjadi, maka ramalan itu bukan dari TUHAN. Nabi itu berbicara atas namanya sendiri dan kamu tak usah takut kepadanya."

Nubuat dan wahyu baru tidak boleh bertentangan dengan Nubuat dan Wahyu yang telah tertulis dalam Alkitab!

* 2 Timotius 3:16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Jika nubuat dan wahyu baru bertentangan dengan Alkitab, maka nubuat dan wahyu baru itu pasti dari iblis! Allah tidak mungkin bertentangan dengan diri-Nya sendiri. Allah tidak mungkin membatalkan dan melawan hukum yang telah ditetapkan-Nya sendiri

* Mazmur 93:5
Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa.

* Markus 13:31
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.



-------------------------------------------

5. PENGETAHUAN IMAN


Iman timbul karena pendengaran akan Firman Allah. Namun hal ini sering kali berbelok kepada keyakinan kepada nabi-nabi yang mengarah kepada kultus diri. Iman seringkali dianggap sama dengan keyakinan. Iman dianggap suatu faktor yang sangat menentukan kuasa dan keberhasilan dari doa. Dengan iman yang teguh, maka kuasa makin nyata. Dengan iman yang makin mantap, maka Allah mendengar doa dan mau mengabulkan doa kita. Apakah iman itu dapat mengatur tanda-tanda dan mujizat?

Benarkah demikian?
Apakah Allah dapat diatur oleh iman atau Allah yang memberi anugerah iman ?

* Yesaya 40:13-14
40:13 Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?
40:14 Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?

* Roma 12:3
Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Apakah anugerah Allah yang mendahului doa kita dan doa kita yang menyebabkan anugerah itu turun? Apakah arti dari Allah Maha Berdaulat? siapakah yang mengatur dan mengarahkan? Allah mengatur dan mengarahkan manusia atau manusia yang mengarahkan dan mengatur Allah?

Iman yang benar bukanlah iman yang menentukan apa yang harus terjadi, atau iman yang menentukan terkabul tidaknya doa kita.

Iman yang benar adalah sikap yang mempercayakan seluruh hidup termasuk segala sesuatu dibawah otoritas dan kedaulatan Allah.

Tuhan Yesus berdoa dan berkata ; " .... tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi".

Iman yang benar bukanlah iman yang memaksakan kehendak Tuhan, melainkan iman yang mengutamakan kehendak Tuhan diatas segala kehendak kita.

Iman yang benar tidak tergantung dengan perkataan dan perbuatan para nabi, Iman adalah kepercayaan kita terhadap Tuhan dan suatu keyakinan akan kedaulatan Allah.

Untuk keyakinan bahwa kita pasti akan menerima apa yang kita minta :

* Markus 11:24
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Selama itu tidak ada landasan Alkitab, keyakinan itu harus diletakkan dibawah kedaulatan Allah. Namun bila landasan Alkitabnya jelas, misalkan tentang keyakinan akan kesetiaan Allah yang tidak pernah meninggalkan kita, dalam hal itu kita tidak boleh meragukannya sama sekali.

Namun apakah penyertaan Allah itu berarti kita tidak ada penyakit, tidak ada kesusahan, tidak ada kegagalan dan yang lain. Alkitab sama sekali tidak memberikan hal tersebut sebagai patokan atau prinsip yang harus selalu terjadi dalam segala situasi.

Iman berasal dari pendengaran dan pendengaran akan Firman Kristus

* Roma 10:17
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Bila memang benar-benar Kristus yang berfirman, maka kita akan dan harus melakukannya. Iman berarti percaya kepada Firman (janji) Allah serta kesediaan kita untuk mau menerima dan melakukan apa saja yang Tuhan kehendaki tanpa syarat.

Rasul Petrus dapat berjalan diatas air, karena Kristus sendiri yang memerintahkan ia untuk berjalan diatas air. Jadi mana yang lebih dahulu ada? ketetapan Firman Allah dahulu, baru lahir iman, atau iman dahulu, baru lahir ketetapan Allah?

Mana yang lebih dahulu ada, Elia minta hujan, baru Allah mau menurunkan hujan, atau Allah mau menurunkan hujan, baru kemudian memberikan anugerah iman kepada Elia .

* Yakobus 5:17
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.

* 1 Raja-raja 18:41,45
18:41 Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran."
18:45 Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.

* 1 Raja-raja 18:1
Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi."

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti segala sesuatu yang tidak kita lihat.

* Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Tanpa iman kita tidak punya landasan apa-apa dari semua yang kita harapkan, tanpa iman kita tidak mempunyai bukti apa-apa dari apa yang tidak kita lihat. Melalui iman, kita diselamatkan oleh anugerah (kasih karunia) Allah :

* Efesus 2:8-9
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Tanpa melalui Iman, anugerah keselamatan yang datang dari Allah tidak sampai (tersalur) dan terwujud dalam hidup kita.

Jadi bagaimana jika kita sakit? bolehkah kita minta sembuh? Jelas boleh! Apakah pasti sembuh? kita tidak tahu pasti! lalu bagaimana sikap yang benar? Allah mengizinkan kita mempunyai harapan, namun tetap harapan kita diletakkan pada otoritas dan kedaulatan kehendak Allah .

* 1 Yohanes 5:14
Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

Bila Allah memang ingin kita sembuh, kita pasti sembuh, bila tidak, kita tetap beriman hanya kepada Allah yang hidup :

* Daniel 3:16-18
3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

* Habakuk 3:16-19
3:16 Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, mendengar bunyinya, menggigillah bibirku; tulang-tulangku seakan-akan kemasukan sengal, dan aku gemetar di tempat aku berdiri; namun dengan tenang akan kunantikan hari kesusahan, yang akan mendatangi bangsa yang bergerombolan menyerang kami.
3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Jadi jelas bukan iman kita yang mengatur Allah, tetapi Allah adalah Allah atas iman kita, lebih dari itu, Allah adalah Allah atas segala sesuatu. Iman yang benar bukanlah iman yang dapat mengatur Allah, iman yang dapat mengatur Allah adalah iman kepada berhala!

* Ibrani 11:1
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat".

Iman sanggup melihat ke dalam dunia yang tidak kelihatan. Tidak terlihat bukan berarti hal itu tidak benar-benar ada. Ada, hanya saja kita tidak dapat melihatnya. Iman adalah bahan utama dalam setiap mujizat yang dikerjakan Allah.

Dalam sepanjang pelayanan Yesus, terhadap orang-orang yang sakit dan minta kesembuhan : Jawaban yang kerap terdengar dari mulut Yesus adalah, "Imanmu telah menyembuhkan engkau." Perhatikanlah, Yesus mengatakan, iman merekalah yang menyebabkan terjadinya mujizat itu.

Dalam Roma 12:3 ditegaskan ditegaskan, Allah telah memberikan kepada setiap orang suatu takaran iman. Menjangkau Allah dan menerima sesuatu dari Dia bukanlah hal yang berada di luar batas kemampuan manusia.

* Roma 12:3
Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.



--------------------------------------------

6. PELAYANAN TUHAN YESUS


Dalam pelayanan yang pernah dilakukan Yesus di dunia ini ; disamping mengajarkan Injil selalu diiringi dengan terjadinya Mujizat, orang buta dicelikkan, orang lumpuh berjalan, orang yang kerasukan dibebaskan, orang mati dibangkitkan, memberi makan 5000 orang dsb. Sehingga banyak orang berbondong-bondong datang ingin tahu siapa Yesus ini. Mereka ingin mengetahui bagaimana Yesus dengan otoritas-Nya mampu menghadirkan mujizat hanya dengan kuasa Firman-Nya. Signs and miracle make people obedient! Ini hal yang tidak dapat disangkal. Sebagian orang-orang yang mengikuti perjalanan Yesus kala itupun adalah karena mengharapkan melihat suatu Mujizat. Wow…… Yesus berkuasa!! Maka aku akan menjadi pengikutNya, maka aku akan mendengar pengajaranNya!, dst.

* Yohanes 4:48
Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."

* Yohanes 6:26
Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

Cara Demikian juga diikuti oleh beberapa penginjil terkemuka, dalam kegiatan mereka menginjil biasanya dalam pertemuan-pertemuan akbar/ Seminar/ KKR. Kegiatan penginjilan mereka ini tidak jarang diikuti dengan terjadinya sebuah tanda-tanda dan mujizat. Misalnya terjadinya sebuah mujizat kesembuhan terhadap orang orang yang sakit. Orang melihat kuasa Allah dan merasakan mujizat, kemudian mereka datang kepada Yesus.

Hal ini bisa menjadikan sesuatu cara yang baik untuk menarik banyak orang datang terutama orang-orang yang sama sekali belum pernah mendengar berita Injil. Maka pengijil-penginjil tersebut memberitahukan kabar keselamatan lebih dahulu dan membuat mereka ini menjadi percaya dengan pengungkapan akan Kuasa Allah. Hal ini baik-baik saja bahkan mungkin merupakan cara yang efektif, asalkan mereka dalam tahap berikutnya, mereka dibawa untuk lebih mengenal ajaran Yesus yang hakiki daripada sekedar melihat atau mengalami sebuah mujizat saja.

Kegiatan-kegiatan tersebut harus ditindak-lanjuti dengan pemuridan terhadap orang-orang yang baru percaya tersebut. Seperti saat panen, begitu banyak tuaian, setelah dituai, tidak bisa tuaian itu ditinggal begitu saja ditengah sawah, angin akan menghempas mereka, burung & tikus akan memakan mereka, air hujan akan membusukkkan mereka.

Maka tentu perlu sebuah LUMBUNG, Gereja lokal berfungsi sebagai lumbung untuk menyimpan mereka menjadi suatu hasil yang sangat berguna. Ambil advantage-nya terhadap kegiatan-kegiatan tersebut. Gereja-gereja akan merawat banyak sekali bayi-bayi rohani, dan diperlukan banyak sekali pekerja yang membawa jemaat baru ini untuk lebih dalam lagi dalam pengenalan akan Kristus. KKR membuahkan New Believers, New Believers perlu wadah, itulah tugas gereja lokal.

7. REFERENSI ALKITAB TENTANG KEWASPADAAN
TERHADAP NABI PALSU DAN PENGAJARANNYA


1. MUSUH DIANTARA KITA

Alkitab memberikan banyak peringatan kepada kita akan adanya musuh yang menyamar sebagai malaikat terang.

* 2 Korintus 11:14
Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.

* Matius 7:15
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

* Matius 10:16
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

* Lukas 10:3
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

* Ulangan 13:5-8
13:5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan--dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
13:6 Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,
13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,

* Yeremia 9:2-6
9:2 Sekiranya di padang gurun aku mempunyai tempat penginapan bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan, maka aku akan meninggalkan bangsaku dan menyingkir dari pada mereka! Sebab mereka sekalian adalah orang-orang berzinah, suatu kumpulan orang-orang yang tidak setia.
9:3 Mereka melenturkan lidahnya seperti busur; dusta dan bukan kebenaran merajalela dalam negeri; sungguh, mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan, tetapi TUHAN tidaklah mereka kenal.
9:4 Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap temannya, dan janganlah percaya kepada saudara manapun, sebab setiap saudara adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian ke mari sebagai pemfitnah.
9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.
9:6 Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN

* Yeremia 23:33-36
23:33 Apabila bangsa ini--baik nabi ataupun imam--bertanya kepadamu: Apakah Sabda yang dibebankan oleh TUHAN?, maka jawablah mereka: Kamulah beban itu! Sebab itu kamu akan Kubuang dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
23:34 Adapun nabi atau imam atau rakyat yang masih berbicara tentang Sabda yang dibebankan oleh TUHAN, kepada orang itu dan kepada keluarganya akan Kulakukan pembalasan.
23:35 Beginilah harus kamu katakan, masing-masing kepada temannya dan masing-masing kepada saudaranya: Apakah jawab TUHAN? atau: Apakah firman TUHAN?
23:36 Tetapi Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita.

2. NABI PALSU DAN PENGIKUTNYA MENYANGKALI KEBENARAN

* Nehemia 9:26
9:26 Tetapi mereka mendurhaka dan memberontak terhadap-Mu. Mereka membelakangi hukum-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu yang memperingatkan mereka dengan maksud membuat mereka berbalik kepada-Mu. Mereka berbuat nista yang besar.

* Yesaya 30:9-11,15
30:9 Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN;
30:10 yang mengatakan kepada para tukang tilik: "Jangan menilik," dan kepada para pelihat: "Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu,
30:11 menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel."
30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,


3. PERKATAAN PARA NABI PALSU : “DAMAI, DAMAI” TETAPI TANPA PERTOBATAN

* Yeremia 5:11-13
5:11 Sebab kaum Israel dan kaum Yehuda telah sungguh-sungguh berlaku tidak setia terhadap Aku, demikianlah firman TUHAN.
5:12 Mereka memungkiri TUHAN dan berkata: "Dia tidak berbuat apa-apa! Malapetaka tidak akan menimpa kita, perang dan kelaparan tidak akan kita alami.
5:13 Para nabi akan menjadi angin, firman TUHAN tidak ada pada mereka."

* Yehezkiel 13:7
13:7 Bukankah penglihatan tipuan yang kamu lihat dan tenungan bohong yang kamu katakan, kalau kamu berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal Aku tidak berbicara?

* Ulangan 29:19
29:19 Tetapi apabila seseorang pada waktu mendengar perkataan sumpah serapah ini menyangka dirinya tetap diberkati, dengan berkata: Aku akan selamat, walaupun aku berlaku degil--dengan demikian dilenyapkannya baik tanah yang kegenangan maupun yang kekeringan—

* Yeremia 23:16-18
23:16 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN;
23:17 mereka selalu berkata kepada orang-orang yang menista firman TUHAN: Kamu akan selamat! dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan hatinya mereka berkata: Malapetaka tidak akan menimpa kamu!"
23:18 Sebab siapakah yang hadir dalam dewan musyawarah TUHAN, sehingga ia memperhatikan dan mendengar firman-Nya? Siapakah yang memperhatikan firman-Nya dan mendengarnya?

* Yeremia 23:21-22
23:21 "Aku tidak mengutus para nabi itu, namun mereka giat; Aku tidak berfirman kepada mereka, namun mereka bernubuat.
23:22 Sekiranya mereka hadir dalam dewan musyawarah-Ku, niscayalah mereka akan mengabarkan firman-Ku kepada umat-Ku, membawa mereka kembali dari tingkah langkahnya yang jahat dan dari perbuatan-perbuatannya yang jahat.

* Yeremia 8:6-9
8:6 Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: Apakah yang telah kulakukan ini! Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran.
8:7 Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN.
8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.
8:9 Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman TUHAN, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka?

* Ratapan 2:14
2:14 Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan.

* Lukas 6:26
Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."

* Yeremia 14:14
Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.

* Yeremia 28:8-9
28:8 Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar.
28:9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."

* Mikha 2:11
Seandainya seseorang datang mereka-reka yang hampa dan dusta: "Aku bernubuat kepadamu tentang anggur dan arak," maka dialah yang patut menjadi orang yang bernubuat terhadap bangsa ini!


4. NABI-NABI YANG HANYA MENCARI KEUNTUNGAN MATERI

* Mikha 3:5
3:5 Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang.

* Yeremia 8:10-12
8:10 Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu.
8:11 Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.
8:12 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman TUHAN.

* Efesus 5:6
5:6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.

* Yohanes 10:12
10:12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

* Yehezkiel 13:1-16
13:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku:
13:2 "Hai anak manusia, bernubuatlah melawan nabi-nabi Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka yang bernubuat sesuka hatinya saja: Dengarlah firman TUHAN!
13:3 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.
13:4 Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel!
13:5 Kamu tidak mempertahankan lobang-lobang pada tembokmu dan tidak mendirikan tembok sekeliling rumah Israel, supaya mereka dapat tetap berdiri di dalam peperangan pada hari TUHAN.
13:6 Penglihatan mereka menipu dan tenungan mereka adalah bohong; mereka berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal TUHAN tidak mengutus mereka, dan mereka menanti firman itu digenapi-Nya.
13:7 Bukankah penglihatan tipuan yang kamu lihat dan tenungan bohong yang kamu katakan, kalau kamu berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal Aku tidak berbicara?
13:8 Sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH, oleh karena kamu mengatakan kata-kata dusta dan melihat perkara-perkara bohong, maka Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
13:9 Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan nabi-nabi yang melihat perkara-perkara yang menipu dan yang mengucapkan tenungan-tenungan bohong; mereka tidak termasuk perkumpulan umat-Ku dan tidak akan tercatat dalam daftar kaum Israel, dan tidak akan masuk lagi di tanah Israel; dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan ALLAH.
13:10 Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera--mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya--
13:11 katakanlah kepada mereka yang mengapur tembok itu: Hujan lebat akan membanjir, rambun akan jatuh dan angin tofan akan bertiup!
13:12 Kalau tembok itu sudah runtuh, apakah orang tidak akan berkata kepadamu: Di mana sekarang kapur, yang kamu oleskan itu?
13:13 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Di dalam amarah-Ku Aku akan membuat angin tofan bertiup dan di dalam murka-Ku hujan lebat akan membanjir, dan di dalam amarah-Ku rambun yang membinasakan akan jatuh.
13:14 Dan Aku akan meruntuhkan tembok yang kamu kapur itu dan merobohkannya ke tanah, supaya dasarnya menjadi kelihatan; tembok kota itu akan runtuh dan kamu akan tewas di dalamnya. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
13:15 Begitulah Aku akan melampiaskan amarah-Ku atas tembok itu dan kepada mereka yang mengapurnya dan Aku akan berkata kepadamu: Lenyap temboknya dan lenyap orang-orang yang mengapurnya,
13:16 yaitu nabi-nabi Israel yang bernubuat tentang Yerusalem dan melihat baginya suatu penglihatan mengenai damai sejahtera, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

* Yeremia 23:30-32
23:30 Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang mencuri firman-Ku masing-masing dari temannya.
23:31 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang memakai lidahnya sewenang-wenang untuk mengutarakan firman ilahi.
23:32 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya. Aku ini tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman TUHAN.

5. DALAM KEPUNGAN SERIGALA

* Matius 7:15,20-23
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

* Yesaya 56:10-11
56:10 Sebab pengawal-pengawal umat-Ku adalah orang-orang buta, mereka semua tidak tahu apa-apa; mereka semua adalah anjing-anjing bisu, tidak tahu menyalak; mereka berbaring melamun dan suka tidur saja;
56:11 anjing-anjing pelahap, yang tidak tahu kenyang. Dan orang-orang itulah gembala-gembala, yang tidak dapat mengerti! Mereka semua mengambil jalannya sendiri, masing-masing mengejar laba, tiada yang terkecuali.

* 2 Korintus 11:19-20
11:19 Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana:
11:20 karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu.

* Yehezkiel 13:17-19,22
13:17 "Engkau anak manusia, tujukanlah mukamu kepada kaum perempuan bangsamu yang bernubuat sesuka hatinya saja dan bernubuatlah melawan mereka.
13:18 Katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah dukun-dukun perempuan, yang mengikatkan tali-tali azimat pada semua pergelangan dan mengenakan selubung pada kepala semua orang, tua atau muda, untuk menangkap jiwa orang. Apakah kamu hendak menangkap jiwa orang yang termasuk umat-Ku dan membiarkan orang-orang lain hidup untuk kepentinganmu?
13:19 Kamu melanggar kekudusan-Ku di tengah-tengah umat-Ku hanya demi beberapa genggam jelai dan beberapa potong roti, dengan membunuh orang-orang yang tidak patut mati, dan membiarkan hidup orang-orang yang tidak patut hidup, dalam hal kamu berbohong kepada umat-Ku yang sedia mendengar bohong.
13:22 Oleh karena kamu melemahkan hati orang benar dengan dusta, sedang Aku tidak mendukakan hatinya, dan sebaliknya kamu mengeraskan hati orang fasik, sehingga ia tidak bertobat dari kelakuannya yang fasik itu, dan kamu membiarkan dia hidup.


6. LEPAS DARI CENGKERAMAN IBLIS

* Yeremia 23:14-15
23:14 Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora."
23:15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri."

* 2 Korintus 11:13-15
11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.
11:14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.
11:15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.

* 1 Timotius 4:1-2
4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

7. KEARIFAN / HAL MEMAHAMI:

* Yeremia 23:25-27
23:25 Aku telah mendengar apa yang dikatakan oleh para nabi, yang bernubuat palsu demi nama-Ku dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi!
23:26 Sampai bilamana hal itu ada dalam hati para nabi yang bernubuat palsu dan yang menubuatkan tipu rekaan hatinya sendiri,
23:27 yang merancang membuat umat-Ku melupakan nama-Ku dengan mimpi-mimpinya yang mereka ceritakan seorang kepada seorang, sama seperti nenek moyang mereka melupakan nama-Ku oleh karena Baal?

* 2 Petrus 2:1
2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

* Kolose 2:18-19
2:18 Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
2:19 sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya

* Efesus 4:14-15
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

* 1 Yohanes 2:20-26
2:20 Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.
2:21 Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
2:23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.
2:24 Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.
2:25 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.
2:26 Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.

* Kisah Para Rasul 20:29-31
20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.
20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
20:31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

* Matius 10:16-17
10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.

* Lukas 10:3
10:3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

* Matius 24:25
24:25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.


Ada banyak tokoh-tokoh rohani atau hamba Tuhan masa kini yang sangat berhasil sepertinya mereka sedang menggeser posisi Kristus. Mereka begitu senang dipuji, diperhatikan, disanjung dan ditinggikan, seharusnya mereka berada pada posisi sama dengan jemaat Tuhan, tapi kemudian ia melompat ketengah-tengah perhimpunan dan menggeser posisi Anak Domba dan mereka menerima segalanya, maka dia kemudian menjadi tokoh idola, ini banyak kali terjadi. Jika kita berbicara tentang idola, kita sedang berbicara mengenai sesuatu yang Allah tidak suka, suatu berhala. Orang benar akan hidup oleh iman, jadikan Yesus sebagai pusat, bukan figur manusia.

8. BERGAUL ERAT DENGAN ALLAH


Pengalaman dengan Allah Yang Sejati tidak sama dengan pengalaman yang Mengesankan Dengan "hal-hal yang Supranatural" atau suatu pengalaman yang hanya bersumber dari tanda-tanda dan mujizat.

Kesalahan dari umat Kristen dalam usaha membuktikan keotentikan pengalaman mereka dengan Allah adalah keterlibatannya dengan pengalaman-pengalaman supranatural (miracles, keajaiban-keajaiban). Memang Alkitab mencatat tentang peristiwa-peristiwa keajaiban yang dilakukan baik oleh nabi-nabi, rasul-rasul bahkan Tuhan Yesus sendiri. Oleh sebab itu hal benar tidaknya "keajaiban dapat terjadi dalam hidup manusia" tidak perlu dipertanyakan lagi. Yang perlu dipertanyakan adalah "apa maksud Allah dan sampai di mana kepentingan dari pengalaman tersebut" dalam konteks keselamatan?

Keajaiban hanyalah sarana yang dipakai Allah untuk "menuntun" manusia kepada "iman". Iman yang sejati tak pernah dapat dibangun di atas landasan "pengalaman terhadap keajaiban-keajaiban ilahi". Dan Iman yang sejati hanya dapat dibangun di atas landasan firman Tuhan (Alkitab).


2 RAJA 22:8-13; 23:1-3 
MAZMUR 119:33-37,40 
MATIUS 7:15-20 

Matius 7:15-16a 
Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 

Serigala adalah salah satu binatang buas yang memangsa korbannya dengan cara sembunyi dan licik. 

Beberapa serigala bekerja sama untuk menangkap dan membunuh hewan lain yang lebih besar, seperti rusa, kijang. 

Serigala terkenal kelicikannya yang pandai manfaatkan situasi korbannya pada saat sedang sakit atau terluka. 

Ungkapan kata serigala berbulu domba sering dipakai untuk mengungkapkan perbuatan yang licik dan jahat. 

Yesus juga menggunakan kata serigala berbulu domba untuk mengingatkan agar waspada terhadap pengajaran dari nabi-nabi palsu yang memanipulasi ajaran Yesus untuk kepentingan pribadi. 

Seperti apakah pengajaran dari nabi-nabi palsu itu? kita perlu mendeteksi pola pikir dan cara kerja nabi-nabi palsu. 

Memang kita diberitahu oleh Yesus kiat untuk mengetahui yang mana nabi-nabi palsu yakni : dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.  (Matius 7:20)

Yesus menggunakan simbol pohon yang menghasilkan buah yang baik atau buah yang tidak baik. 

Matius 7:17-18 
Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 

Akan tetapi kita baru ketahui dikemudian hari padahal alangkah lebih baiknya kita waspada sejak dini, sejak awal supaya akibatnya tidak sampai merugikan kita atau sempat menyesatkan kita. 

Nabi-nabi palsu adalah orang-orang yang memberitakan Injil tetapi motivasi dan tujuannya untuk kepentingan atau keuntungan diri sendiri atau kelompok tertentu. 

Ada beberapa hal yang dapat kita ketahui ciri-ciri nabi palsu dan seperti apa ajaran nabi palsu : 

Pertama 
Latar belakang dan rekam jejak dari pengajar atau pemberita Injil 

Roma 16:17 
Aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 

Paulus menasehati jemaat di Korintus agar mereka tidak terpedaya oleh pemberitaan tentang Yesus yang lain yang tidak sesuai dengan pemberitaan Injil Kristus yang Paulus ajarkan kepada mereka. 

2 Korintus 11:3-4 
Aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima. 

Harus dipahami bahwa pengalaman dengan Allah Yang Sejati adalah pengalaman dengan kuasa pembebasan dari dosa. Tak seorangpun yang dapat membuktikan bahwa pengalaman mereka adalah pengalaman "yang otentik" dengan Allah yang sejati, kecuali mereka mengalami tanda-tanda dari "kuasa pembebasan dari dosa".

Banyak orang Kristen yang secara rasionil "sudah mengenal" kebenaran-kebenaran firman Tuhan. Bahkan banyak di antara mereka yang sudah dapat mengembangkan konsep pemikiran teologi yang betul-betul dilandaskan atas kebenaran-kebenaran firman Allah (Alkitab). Tetapi tanpa mereka mengupayakan untuk mendapat tanda-tanda dan mujizat.

Orang Kristen yang mengenal Allah adalah orang Kristen yang mengalami kebenaran firman yang membebaskan.

Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 8:31-32, :
"Jikalau kamu tetap di dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu"

Maka cintailah Sang Pembuat mujizat itu, Allah Maha Besar!!!


TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT TEOLOGI "Keindahan Firman Tuhan, dalam ; Mazmur 19 :8-11, Mazmur 119, dan Ulangan 6 : 4-9"


TUGAS MATA KULIAH
FILSAFAT TEOLOGI

Keindahan Firman Tuhan, dalam ;
Mazmur 19 :8-11, Mazmur 119, dan Ulangan 6 : 4-9

Hasil gambar untuk STT RMK

DISUSUN OLEH
DIAN VIVIAN MANUMPIL,SS



SEKOLAH TINGGI TEOLOGI RUMAH MURID KRISTUS
BITUNG
2020

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran, untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang layak atau tidak untuk dilakukan, yang dapat memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) bagi diri sendiri. Manusia secara umum merupakan makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena manusia bukan hanya hidup bagi diri sendiri saja manusia perlu bantuan dari orang lain serta berinteraksi dengan setiap objek di sekelilingnya. Maka sebab itu manusia merupakan makhluk pribadi sekaligus sosial.
Manusia pada umumnya senang dengan sesuatu yang indah. Ada pendapat dalam dunia filsafat seni, dalam kajian sastra khususnya, bahwa manusia adalah makhluk pemuja keindahan. Melalui panca indera manusia menikmati keindahan dan setiap saat, dan tidak dapat berpisah darinya, serta selalu berupaya untuk menikmatinya. Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan, lingkungan, dan sebagainya agar supaya segala yang kelihatan itu akan mempesona dan menyenangkan bagi setiap orang yang melihatnya. Hal itu menunjukkan bahwa manusia sangat mencintai keindahan, dan keindahan menjadi konsumsi vital bagi indera manusia.
      Keindahan itu sendiri sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran, dan sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah.
                Keindahan bersifat universal, artinya keindahan yang tak terikat oleh selera perorangan, waktu, tempat atau daerah tertentu, bersifat menyeluruh. Segala sesuatu yang mempunyai sifat indah antara lain segala hasil seni, pemandangan alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya
            Hikmat merupakan keindahan dari kekudusan. Yakobus berkata “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik”. (Yak. 3:17).
Dari mana hikmat berasal? Hikmat berasal dari surga (1:5). Charles Spurgeon menulis, “Hikmat adalah keindahan hidup yang hanya bisa dihasilkan karya Allah dalam diri kita.”
KEINDAHAN FIRMAN DALAM
MAZMUR 19 :8-11, MAZMUR 119, DAN ULANGAN 6 : 4-9


1.      Mazmur 19 : 8-11 
19:7 (19-8)     Taurat TUHAN  itu sempurna, menyegarkan jiwa;  peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.
19:8 (19-9)     Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.
19:9 (19-10)   Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil  semuanya,
19:10 (19-11)     lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.

      Lembaga Alkitab Indonesia, memberi judul "Kemuliaan TUHAN dalam pekerjaan tangan-Nya dan dalam Taurat-Nya". Pasal 19 ini terdiri atas 15 ayat, dan dalam KJV terdiri atas 14 ayat (lihat "Penomoran Ayat"). Pasal ini dibacakan sebagai bagian persiapan Ibadah Yahudi pada hari Sabat pagi dan pada hari-hari raya.
      Secara keseluruhan pasal 19 dibagi dalam tiga bagian:
a.   Melukiskan keagungan ciptaan TUHAN dan bagaimana ciptaan itu memberi kesaksian keberadaan TUHAN pada semua bangsa.
b.   Menggambarkan Keindahan Hukum-hukum TUHAN yang tidak berubah.
c.   Doa Daud untuk meminta ampun atas kesalahan serta perlindungan untuk tidak berbuat kesalahan.
Daud menaikkan Pujian atas kemuliaan Tuhan dalam pekerjaan tangan-Nya, dan dalam Taurat-Nya. Ia menggunakan bahasa kiasan di dalam menuliskan Mazmur ini, tentang bagaimana manusia dapat memperoleh pengetahuan mengenai kemuliaan Allah atau Allah sendiri
Pada ayat 8–11 Daud menceritakan bahwa Taurat Tuhan atau perintah Tuhan adalah benar dan tulus, sehingga diibaratkan lebih indah daripada emas dan lebih manis dari pada madu.
Ayat 8          :  Taurat Tuhan begitu sempurna menguasai setiap manusia.
Ayat 9          :  Titah Tuhan itu tepat dan murni serta menyukakan hati.
Ayat 10-11   :  Takut akan Tuhan adalah suci hukum-hukum Tuhan itu benar dan adil, serta lebih indah dari emas dan lebih manis dari tetesan madu.
Dalam suratnya di Roma 1:20, rasul Paulus mengacu pada mazmur ini, di mana kekuatan dan keilahian Allah yang tidak kelihatan itu dapat dilihat dalam bentuk ciptaanNya, sehingga manusia tidak bisa mengingkari keberadaan Allah.
Kekayaan taurat membuktikan keasliannya, yang direkomendasikan kepada kecintaan umat, dan harus dipuji di atas dari semua hukum-hukum yang berlaku. Ini merupakan dampak atau pengaruh yang baik dari hukum di atas pikiran dari manusia, dan menunjukkan kegunaan dibuatnya Taurat atau Firman Tuhan ini, serta betapa baiknya kemanjurannya dalam menunjukkan janji Anugrah Tuhan yang berjalan seirama dengan  taurat itu.
Ayat-ayat ini terjalin dengan baik dalam pararelisme, Taurat diuraikan dalam natur dan kualitasnya. Untuk alasan puitis pararelisme, kata-kata yang lain digunakan secara sinonim untuk “Taurat Tuhan” sinonim itu adalah; “penyaksian Tuhan”, “Peraturan Tuhan”, “Ketakutan akan Tuhan”, dan “peraturan-peraturan Tuhan”. Karena kualitas inilah Taurat atau Firman Tuhan, orang-orang yang percaya Tuhan di dalam tiap generasi dibawa kepada keadaan untuk menghargai dan mengaplikasikan Firman Tuhan setiap hari. Orang-orang percaya patut dan harus untuk memuji dan menyembah Tuhan karena keindahan di dalam hukumNya.
Sifat, keuntungan, dan nilai dari hukum dan Firman Tuhan dalam pasal 19:8-11 ini dapat dilihat dalam beberapa bagian, yakni;
1)   "Taurat" -- istilah umum bagi penyataan kehendak Allah yang mengerahkan orang dalam hubungan yang benar dengan diri-Nya (ayat Maz 19:8).
2)   "Peraturan" -- Firman Allah yang benar memberikan kesaksian tentang sifat dan kehendak-Nya (1Yoh 5:9), yang dapat menjadikan kita bijaksana jika kita mempelajarinya (Maz 19:8).
3)   "Titah" -- peraturan-peraturan tertentu mengenai hidup benar yang merupakan sukacita orang saleh (Maz 19:9).
4)   "Perintah" -- sumber yang absah dari terang yang menuntun orang percaya yang mencari jalan-Nya (Maz 19:9; Kis 26:18); tanggapan yang tepat kepada perintah Allah ialah "takut akan Tuhan" yang mendatangkan kebebasan dari kehidupan yang berdosa (Mazm 19:10).
5)   "Hukum" -- hukum-hukum yang mengatur kehidupan sosial yang mendatangkan keadilan dan kebenaran (Maz 19:10). Hukum Tuhan melebihi apapun yang manusia banggakan di dunia ini. (11)
1.1 Keindahan Firman Tuhan
“Sempurna dan Menyegarkan Jiwa”
19:7 (19-8)     Taurat TUHAN  itu sempurna, menyegarkan jiwa; 
Taurat Tuhan itu sempurna, benar-benar bersih dari segala kenajisan, benar-benar dipenuhi oleh segala hal yang baik dan betul-betul cocok dengan tujuan yang telah dirancangkan baginya, dan akan membuat hamba Allah sempurna (2 Tim. 3:17). Tidak boleh ada yang ditambahkan atau dikurangi darinya.Taurat Tuhan menjadi peraturan hukum yang sempurna, teguh dan murni. Menjadi pembimbing, penuntun, serta sumber hikmat bagi orang-orang muda dan yang tak berpengalaman. Keindahan Firman Tuhan memberi kita kekuatan yang baru dan menyegarkan setiap jiwa kita. Titah Tuhan itu memberi kekuatan dalam segala hal. “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Roma 1:16-17. Firman Tuhan adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap kita. Saat kita rajin membaca Alkitab berarti kita sedang memasukan Firman Allah dalam hidup kita. “Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Matius 4:4. Makanan rohani orang percaya adalah Firman Tuhan. Senangi membaca Firman Tuhan sebab Firman Tuhanlah yang member kita kekuatan.

            “Memberi Hikmat”
19:7 (19-8)b   peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.
Firman Tuhan memberi hikmat kepada orang pecaya. Bila kita mengingat ada lima kecerdasan manusia, IQ: Intellegensi Quotient adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara logis, terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. Kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah secara logis. EQ: Emosinal Quotient, Kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri, perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik, dan berhubungan dengan orang lain, kemampuan untuk mengendalikan emosi. CQ: Creativity Quotient adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu  yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya, kemampuan untuk menciptakan ide-ide baru. SQ: Spiritual Quotient yaitu sesuatu yang berhubungan dengan kepercayaan kepada Tuhan. Orang yang memiliki SQ yang tinggi mampu memaknai kehidupan. AQ: Adversity Qountient adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup. Daud merupakan salah satu contoh tokoh Alkitb yang memiliki Hikmat dan kecerdasan yang tinggi, apapun masalah yang ada ia tetap percaya bahwa Tuhan mereka-rekakan yang baik buat kehidupannya, apapun masalahnya ia mampu mengatasi segala tantangan yang ada, dengan berpegang kepada Firman Tuhan. Rajin membaca Firman Tuhan membuat kita lebih berhikmat dalam menghadapi pergumulan hidup.
           
            “Menyukakan Hati”
19:8 (19-9)     Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.
Titah Tuhan itu tepat, benar-benar sesuai dengan aturan-aturan dan pegangan-pegangan kekal mengenai hal yang baik dan yang jahat, yaitu sesuai dengan akal sehat manusia dan hikmat Allah yang benar. Semua titah Allah mengenai segala sesuatu itu benar (119:128), seperti yang seharusnya. Titah itu akan membimbing kita kepada kebenaran jika kita menerima dan mematuhinya, sebab titah Tuhan itu tepat dan menyukakan hati.
Firman Tuhan itu menyukakan hati kita. Salah satu tujuan Alkitab ditulis adalah agar kita berbahagia, sebab Injil adalah kabar baik. Dalam Mazmur 1:1-3, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”
Perintah Tuhan itu murni. Jernih, tanpa sedikit pun kegelapan di dalamnya. Bersih, tanpa noda atau kotoran. Perintah itu sendiri telah dimurnikan dari segala kecemaran dan bersifat menyucikan semua orang yang menerima dan memeluknya. Perintah itu merupakan sarana biasa yang dipakai Roh untuk membuat mata terang. Mata manusia dapat melihat (secara rohani) dengan baik dan tepat apa yang baik dan benar. Menerangi mata berarti baik memberi daya maupun pengertian dan paham akan Kebenaran Firman Tuhan. Ia membuat kita bahagia, dan menyukakan hati kita.

            “Suci”
19:9 (19-10)   Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil  semuanya,
Takut akan Tuhan itu suci, bersih, dan akan membersihkan kita (Yoh. 15:3). Ia akan mempertahankan kelakuan bersih kita (Mzm. 119:9). Dan takut akan Tuhan itu tetap ada untuk selamanya, merupakan kewajiban yang harus dilakukan terus-menerus dan tidak bisa dibatalkan. Hukum lahiriah (yang hanya berupa upacara semata) telah lama berlalu, tetapi hukum tentang takut akan Allah selalu tetap sama. Waktu tidak akan mengubah sifat moral yang baik dan yang jahat.
Hukum-hukum Tuhan itu benar. Hukum-hukum itu didasarkan pada kebenaran yang paling sakral dan tidak dapat dipungkiri lagi. Hukum-hukum itu adil, seluruhnya berkesuaian dengan keadilan alamiah, dan semuanya demikian adanya: tidak ada kecurangan di dalam hukum-hukum itu, semuanya merupakan satu kesatuan.

“Lebih Manis”
19:10 (19-11)     lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.
Firman Tuhan lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah. Apapun kepahitan hidup kita, Firman Tuhan itu manis dan akan menghilangkan segala kepahitan hidup kita. Firman Tuhan seperti madu yang begitu saja keluar dari sarang lebah tanpa diperas. Madu yang dianggap paling halus dan paling lezat. Sebab itu Firman Tuhan lebih berharga dari apapun yang ada di dunia ini. Melebihi emas yang berharga. Takut akan Tuhan berarti melakukan kebenaran Tuhan yang adalah adil dan benar.
Jadi, Mazmur 19 mulai ayat 8 sampai dengan 11 Daud menggambarkan Allah sebagai Allah yang hidup, aktif, selalu berbicara dengan manusia dan memberikan segala aturan untuk manusia. Itulah Allah yang memberikan Taurat atau Firman-Nya. Dalam perspektif Perjanjian Baru, Firman Allah itu adalah Allah sendiri yang telah menjadi manusia (Yesus Kristus) yang sejak semula bersama-sama dengan Allah dan segala sesuatu dijadikan oleh Allah ( Yoh 1:1-18); Di dalam Firman Allah, Allah menyatakan diri dengan jelas sebagai Allah  yang sempurna, tak berubah, tepat, murni, suci. Taurat atau Firman Allah yang diberikan pada manusia itu bersifat:  menyegarkan jiwa, memberi hikmat, menyukakan hati, membuat manusia hidup takut akan Tuhan, membuat manusia bebas dari tindakan-tindakan yang tak disadari (8-11). Tujuan utama Allah memberikan Taurat/Firman-Nya bagi Daud selain memampukan manusia untuk memahami karya ciptaan dan menyembah-Nya, untuk memperingatkan orang percaya, menuntun orang percaya dan sebagai aturan yang teguh dalam menjalani hidup agar tidak tersesat. Taurat Tuhan diberikan pada umat-Nya melalui Musa sebagai petunjuk dan penuntun hidup umat agar menjaga hubungan yang harmonis dengan Tuhan.  Buat hidup manusia makin dekat, takut dan menyembah Tuhan dalam hidup. Itu berarti setiap orang percaya harus beri diri dan hati dikuasai Firman dan aturan Tuhan agar jalani hidup secara baik dan benar sesuai kehendak Tuhan.
2.      Mazmur 119 : 1-176
Mazmur 119 ditulis oleh Daud, Raja Israel, untuk menyatakan kekaguman dan memuji Firman Allah. Mazmur 119 merupakan mazmur yang paling panjang dan mazmur yang mempunyai konsep paling formal serta rumit. Mazmur 119 memiliki 22 bagian, masing-masing terdiri atas delapan ayat.
Prinsip akrostik sangat dikembangkan dalam mazmur ini, dengan menggunakan dua puluh empat huruf dari abjad Ibrani. Masing-masing stanza atau bait terdiri dari delapan baris, dimulai dengan huruf yang menjadi ciri khas bait tersebut. Susunan artifisial namun artistik ini menimbulkan suasana monoton tertentu karena banyaknya pengulangan kata-kata dan frasa-frasa. Tetapi, keadaan monoton yang mekanis ini diatasi oleh tingginya pengabdian pemazmur sendiri pada ajaran-ajaran Allah.
Pola gaya penulisan akrostik ini, pemazmur membuat serangkaian pernyataan mengenai “Taurat” (Ajaran Allah), dan orang-orang yang melakukannya, sering pula diselingi dengan doa.
Keindahan Firman Tuhan dapat dilihat dari kesepuluh kata dibawah ini :

1.         Taurat TUHAN, karena Taurat ditetapkan oleh-Nya sebagai Kedaulatan tertinggi atas kita.
2.         Jalan-Nya, karena jalan-Nya adalah ketentuan perihal penyelenggaraan-Nya dan juga ketaatan kita.
3.         Peringatan-peringatan-Nya, (kjv: “kesaksian”) karena peringatan-peringatan ini sungguh-sungguh telah dinyatakan kepada dunia dan telah terbukti tidak mengandung pertentangan di dalamnya.
4.         Perintah-perintah-Nya, karena perintah-perintah ini diberikan dengan kuasa, dan (seperti yang ditunjukkan kata itu) tinggal di dalam kita dalam bentuk kepercayaan.
5.         Titah-titah-Nya, karena titah-titah ini dikeluarkan bagi kita, dan tidak boleh dibiarkan begitu saja.
6.         Firman-Nya atau perkataan-Nya, karena firman itu merupakan pengungkapan buah pikiran-Nya, dan Kristus, Sang Firman kekal yang hakiki, menjadi segala-galanya di dalam Firman-Nya itu.
7.         Hukum-hukum-Nya, karena hukum-hukum-Nya dibingkai dalam kebijaksanaan yang tidak terbatas, dan karena dengan hukum inilah kita akan menghakimi dan dihakimi.
8.         Keadilan-Nya, karena semua hukum-Nya itu kudus, adil, dan baik, serta menjadi pedoman dan norma keadilan.
9.         Ketetapan-ketetapan-Nya, karena ketetapan-ketetapan itu bersifat tetap dan pasti, serta menjadi kewajiban turun-temurun.
10.       Kebenaran atau kesetiaan-Nya, karena dasar-dasar yang di atasnya Taurat ilahi dibangun merupakan kebenaran kekal.
Mazmur yang pada dasarnya adalah sebuah syair didaktis ini berbentuk sebuah kesaksian pribadi. Kendatipun syair tersebut berisi kiasan-kiasan mengenai penganiayaan dan memperlihatkan ciri-ciri khas tertentu dari ratapan, tujuan utamanya ialah mengagungkan Tôrâ (Taurat atau Ajaran Allah). Pemazmur menujukan hampir setiap ayat untuk Allah, dengan menggunakan berbagai bentuk permohonan. Pada saat bersamaan, dia menggunakan sinonim tertentu untuk Taurat itu, kecuali pada tujuh ayat. Seperti penggambaran sepuluh kata diatas, yakni; taurat, peringatan-peringatan, titah-titah, hukum-hukum, perintah-perintah, ketetapan-ketetapan, perkataan-perkataan, firman, hidup, dan jalan. Mungkin, ketika memakai sepuluh istilah tersebut untuk menerangkan Taurat Allah, dia sedang mengikuti petunjuk dari Mazmur 19:8-10, di mana enam sinonim untuk taurat itu dipergunakan.
Mazmur ini mengungkapkan kasih yang agung untuk firman Allah yang tertulis. Firman Allah disebutnya sebagai janji, perintah, pedoman, kesaksian, ajaran, hikmat, kebenaran, keadilan, dan teguran. Firman Allah disajikan sebagai penghiburan, perlindungan, harta, patokan hidup, kebahagiaan hati dan jiwa, dan sumber jawaban segala kebutuhan.
Pemazmur mengungkapkan kasih yang mendalam bagi Allah dengan membaca, merenungkan, dan mendoakan Firman-Nya. Ia mengajarkan bahwa kita akan bertumbuh dalam kasih karunia dan kebenaran hanya bila kasih akan Firman itu bertumbuh dalam diri kita.
Daud sangat menyukai pengaturan ketat bentuk puisi yang kompleks ini, dan bukan hanya itu, Daud juga adalah seorang yang sangat suka menyelidiki Taurat itu sendiri. Dalam mazmur kita melihat bagaimana ia dengan bersungguh-sungguh serta tekun berusaha keras untuk mengerti Taurat itu. Ia menghafalkannya. Ia rindu mengetahui lebih banyak. Ia tidak membiarkan suatu apapun mengalihkan perhatiannya dari Taurat itu.
Firman Allah memerintah kehidupan Daud dan mengendalikan tingkah lakunya, memberikan kepadanya pengharapan dan damai, memimpinnya kepada kehidupan. Keyakinannya terhadap firman Allah begitu besar, dan ia sangat sedih apabila melihat firman itu dilanggar. Sekalipun di masa ini kita memiliki berbagai bentuk cetakan Alkitab, namun kecintaan Daud terhadap firman Allah begitu besar pada saat itu. Kita dapat mempelajari dari Daud bagaimana seharusnya kita menghargai, mencintai, menghormati, menghayati, dan melakukan firman Tuhan dalam hidup kita.

2.1 Keindahan Firman Tuhan
1-8. Berkat karena Ketaatan. Berbahagialah ... yang hidup menurut Taurat Tuhan. Tema mazmur ini dikemukakan di sini secara jelas. Perhatikan bahwa sebagian besar dari sepuluh kata sinonim untuk taurat digunakan dalam bait pertama.
9-16. Cara Menjaga Kekudusan. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Pertanyaan dan jawaban disesuaikan dengan penekanan para penulis Hikmat. Kapan pun dalam sejarah, jawaban untuk persoalan-persoalan anak muda ialah agar memperhatikan Firman Allah dengan cara merenungkannya (ay. 15) dan menyimpannya dalam hati (ay. 11) dan dengan menceritakannya kepada orang lain (ay. 13).
17-24. Kegemaran akan Pengalaman. Peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku. Kegemaran ini didasarkan pada pengalamannya yang lalu dengan Allah, dalam masa-masa penganiayaan. Nada duka serta kerinduan melintasi stanza ini, tetapi bagian tersebut berakhir dengan sukacita.
25-32. Kekuatan dalam Pengertian. Hidupkanlah ... ajarkanlah ... buatlah aku mengerti. Bahaya yang dihadapi pemazmur menyebabkan dia membutuhkan kekuatan serta penghiburan. Dia menyadari bahwa hidup yang sangat diinginkannya datang dari pengertian akan ajaran-ajaran Allah.
33-40. Kebutuhan akan Petunjuk. Perlihatkanlah ... aku hendak memegangnya. Melalui frasa demi frasa pembicara memohon petunjuk Allah untuk mengatur hidupnya dan untuk menjauhkan dirinya dari kebodohan.
41-48. Keberanian untuk Bersaksi. Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku. Permohonan akan pertolongan ini bukan untuk kepentingannya sendiri, melainkan didorong oleh keinginan untuk dapat memberi jawab kepada orang yang mencela aku. Lebih jauh, si pembicara menyatakan bahwa dia akan bersaksi kepada raja-raja tanpa malu-malu.
49-56. Sumber Penghiburan. Ingatlah firman yang Kaukatakan kepada hamba-Mu ... inilah penghiburanku. Pada masa sengsara, ajaran Allah menjadi penopangnya dan nyanyian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing.
57-64. Ketetapan Hati untuk Setia. Aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu. Memikirkan jalan-jalan hidupnya membawa dia pada satu titik di mana dia dapat mengalihkan kakinya menuju peringatan-peringatan Allah. Sikap terima kasihnya terbukti melalui janji untuk bangun pada tengah malam guna bersyukur kepada Allah.
65-72. Hukuman berupa Penindasan. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku. Setelah berjalan tidak benar sebelum datang penindasan, pemazmur kini melihat maksud yang baik, dalam penderitaannya.
73-80. Adilnya Hukuman. Biarlah orang-orang yang kurang ajar mendapat malu. Sesudah sekali lagi menyuarakan hasratnya akan pengertian, dia memohon berkat-berkat Allah untuk dirinya dan malu bagi musuh-musuhnya. Keinginannya yang terakhir ialah agar dia bisa menguatkan iman orang lain.
81-88. Harapan dalam Kegelapan. Habis jiwaku ... aku berharap kepada firman-Mu. Melalui rangkaian sedu-sedan, pemazmur mengungkapkan harapannya dan ketetapan hatinya dalam saat yang paling gelap. Setiap dia memohon penghiburan, dia menegaskan kerinduannya untuk setia.
89-96. Kemenangan Iman. Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa (ay. 92). Harapan yang terdapat pada bait sebelumnya berubah menjadi kemenangan yang pasti di sini. Dia menegaskan bahwa dia tidak akan pernah melupakan titah-titah Allah, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.
97-104. Kebahagiaan ke dalam Pencerahan. Betapa kucintai Taurat-Mu! Dengan tidak memakai permohonan Yang lazim, pemazmur menceritakan bagaimana dia mempelajari Taurat Allah dan dia menjadi lebih bijaksana daripada para musuhnya, para pengajarnya, dan orang-orang yang lebih tua. Penekanannya di sini lebih pada Taurat itu sendiri sebagai sumber pengetahuan bukan pada akal pikiran yang dibawa sejak lahir.
105-112. Terang Kehidupan. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Perjalanan rohani pemazmur dalam hidup ini dibimbing oleh Firman Allah. Kemudian dia berjanji mengikuti ke mana terang itu memimpinnya dan apa pun bahaya yang mungkin dihadapinya.
113-120. Dorongan Kesetiaan. Engkaulah persembunyianku dan perisaiku. Perbedaan tajam yang dibuat antara orang tidak beriman dengan pemazmur menekankan kesetiaan sang pemazmur. Kesetiaan ini memberinya rasa aman dan dorongan untuk menghadapi masa yang akan datang Taurat Allah.
121-128. Waktu untuk Intervensi. Waktu untuk bertindak telah tiba bagi Tuhan. Setelah menyatakan bahwa dia akan mengikuti kebenaran, pemazmur meminta Allah bertindak. Begitu hebatnya para penindasnya telah mengabaikan Taurat Allah, sehingga mereka layak menerima hukuman ilahi.
129-136. Keajaiban Pencerahan. Peringatan-peringatan-Mu ajaib. Keajaiban paling besar ialah terang dari dalam batin yang memberikan pengertian bahkan kepada orang-orang bodoh. Hati pemazmur sedih melihat orang-orang yang tidak taat kepada
137-144. Tantangan Keadilan. Engkau adil, ya Tuhan. Konsep keadilan Allah di sini ditonjolkan dalam ayat 137, 138, 142, dan 144. Karena Allah adil, maka hukum-hukum dan peringatan-peringatan-Nya selamanya juga adil.
145-152. Kepastian dari Doa. Aku berseru ... jawablah aku, ya Tuhan. Dengan mengingat banyak doa yang selama itu ia panjatkan tanpa henti untuk memohon pertolongan ilahi, dia berseru kembali memohon kuasa yang menghidupkan dari Allah. Kemudian dia menegaskan kembali imannya bahwa Tuhan ada dekat dan ajaran-Nya adalah kebenaran.
153-160. Kesadaran akan Kebutuhan. Lihatlah sengsaraku dan luputkanlah aku. Perulangan kata-kata hidupkanlah aku pada ayat 154, 156, dan 159 secara jelas menunjukkan betapa hebat kesengsaraan si pembicara serta pemahamannya tentang kebutuhan pribadinya. Pemazmur mempunyai harapan dan keyakinan bahwa selama-lamanya hukuman-hukuman Allah itu adil.
161-168. Ketenteraman di dalam Kasih. Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu. Bahkan ketika musuh-musuh mengejar, pemazmur merasakan ketenteraman yang tumbuh dari kecintaannya akan Taurat Allah. Perhatikan bahwa di sini tidak muncul permintaan apa pun, seperti dalam ayat 97-104.
169-176. Ketetapan Hati untuk Setia. Biarlah bibirku mengucapkan puji-pujian. Pemazmur meringkaskan pesannya dengan berseru meminta pertolongan rohani lebih lanjut, sementara dia menyatakan niatnya untuk berdiri teguh di atas dasar ajaran-ajaran Allah.
Permohonan yang menutup rangkaian panjang Mazmur ps. 119 ini, sebenarnya merupakan pengakuan kerendah-hatian pemazmur. Walaupun selama ini ia telah mempertahankan hidup taat dan setia terhadap Firman Tuhan, tekanan yang bertubi-tubi dari pihak musuh dapat saja membuat ia lemah dan tidak mawas diri sampai dosa kesombongan menjeratnya jatuh.
Dengan pengakuan yang merendahkan hati seperti itu, pemazmur hendak mengingatkan kita semua agar waspada terhadap segala tipu daya yang dapat membawa kita keluar dari menikmati Firman Tuhan. Kita harus melawan dan sedikit pun tidak boleh menyerah terhadap hujatan orang yang meremehkan Firman Tuhan sebagai tidak relevan untuk hidup ini. Sebaliknya, kita harus ikrarkan tekad untuk mengiring Tuhan senantiasa sehingga kita dapat menikmati hadirat-Nya lewat persekutuan dalam Firman-Nya (162-167). Kita harus terbuka di hadapan Tuhan agar Firman- Nya senantiasa mengoreksi hidup kita (168).
Dua hal bisa kita lakukan dengan meneladani pemazmur. Pertama, kita tidak boleh lengah. Jangan sedikit pun kita biarkan fokus kita beralih dari Tuhan kepada dunia. Kedua, kita harus selalu terbuka kepada teguran firman Tuhan. Siap berpaling dari pelanggaran yang sudah disingkapkan oleh firman dan terimalah perbaikan dari Tuhan Yesus, agar kita menjadi lebih sempurna dalam ketaatan dan kesetiaan pada firman-Nya.

3.   Ulangan 6 : 4-9
Sebagian besar orang Kristen maupun orang Yahudi meyakini bahwa kitab Ulangan ditulis oleh Musa sebelum kematiannya pada sekitar tahun 1405 SM. Tema kitab ini tentang ‘Pembaharuan Perjanjian’ dimana Musa menyampaikan pidato kepada orang Israel sebelum memasuki tanah Kanaan.
Kitab ini berisi amanat perpisahan Musa yang dalamanya ia mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel demi angkatan Israel yang baru. Mereka kini sudah mencapai akhir dari pengembaraahan dipadang gurun dan siap masuk kekanaan. Sebagian besar angkatan ini tidak mengingat paskah yang pertama, penyebrangan laut merah atau pemberian hukum digunung Sinai. Mereka memerlukan pengisahan kembali yang bersemangat mengenai perjanjian hukum taurat, dan kesetian Allah dan suatu pernyataan baru mengenai berbagai berkat yang menyertai ketaatan dan kutuk yang menyertai ketidaktaatan. Berbeda dengan kitab Bilangan yang mencatat pengembaraan “ angkatan keluaran” bangsa Israel yang memberontak selama 39 tahun, kitab ulangan meliputi masa yang pendek sekitar satu bulan pada satu tempat didaratan moab sebelah timur Yerikho dan sungai Yordan.
Ulangan ditulis oleh Musa ( 39: 9,24-26; bd 4: 44-46; 29:1) dan diwariskan kepda Israel sebagai dokumen perjanjian untuk dibacakan seluruhnya dihadapan seluruh bangsa setiap 7 tahun ( 31: 10-13). Musa mungkin menyelesaikan penulisan kitab ini menjelang kematiannya sekitar tahun 1405 SM.
      Ulangan 6, oleh lembaga Alkitab Indonesia diberi judul “Kasih kepada Allah adalah Perintah yang Utama”. Ayat 4-9, Ibrani  ש מ ע (shāma)  yang berarti to hear intelligently (mendengarkan dengan penuh perhatian dan ketaatan), give ear (memberi telinga), understand (mengerti). Bagian ini sangat di kenal orang yahudi pada zaman Yesus karena di ucapkan setiap hari oleh orang Yahudi yang saleh dan secara tetap dalam kebaktian di sinagoge. Shema ini merupakan pernyataan terbaik tetang kodrat monotheistis Allah dan merupakan pernyataan bangsa Israel (1) untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan dan (2) untuk mengajarkan iman mereka dengan tekun kepada anak mereka.
3.1 Keindahan Firman Tuhan
“Keesaan”
Ayat 4 -- bersama dengan ayat Ul 6:5-9; 11:13-21; Bil 15:37-41 -- mengajarkan monoteisme; doktrin ini menegaskan bahwa Allah adalah Allah yang esa dan benar, bukan sekelompok dewa, yang berbeda-beda, dan mahakuasa di antara semua dewa dan roh di dunia ini (Kel 15:11). Allah ini harus dijadikan satu-satunya sasaran kasih dan ketaatan Israel (ayat Ul 6:4-5). Aspek "keesaan" ini merupakan dasar dari larangan untuk menyembah dewa lainnya (Kel 20:3). Ayat ini tidak bertentangan dengan penyataan Allah tritunggal dalam PB yang sekalipun satu hakikat, dimanifestasikan sebagai Bapa, Putra, dan Roh Kudus (Mat 3:17, Mr 1:11 untuk ulasan tentang tabiat tritunggal Allah).

“Kasihilah Tuhan, Allahmu”
      Ayat 5, Allah mendambakan persekutuan dengan umat-Nya dan memberikan mereka satu perintah yang sangat perlu ini untuk mengikat mereka kepada-Nya.
1)   Dengan menanggapi kasih-Nya dengan kasih, rasa bersyukur, dan kesetiaan (Ul 4:37), mereka akan mengenal dan bergembira karena Dia dalam hubungan perjanjian.
2)   Pada "perintah yang utama dan pertama" ini bersamaan dengan perintah yang kedua untuk mengasihi sesama manusia (bd. Im 19:18), tergantunglah seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi (Mat 22:37-40).
3)   Ketaatan sejati kepada Allah dan perintah-perintah-Nya dimungkinkan hanya apabila itu bersumber pada iman dan kasih kepada Allah (bd. Ul 7:9; 10:12; 11:1,13,22; 13:3; 19:9; 30:6,16,20; dan Yoh 14:15; Yoh 21:16; 1Yoh 4:19; Mat 22:39).

Apa Yang Kuperintahkan ... Engkau perhatikan”
Ayat 6, Allah benar-benar menginginkan bahwa firman-Nya tersimpan dalam hati umat-Nya (Mazm 119:11; Yer 31:33). Rasul Paulus menyatakan dengan jelas, "Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu" (Kol 3:16; bd. 2Tim 3:15-17). Hal ini hanya dapat dicapai dengan terus-menerus mempelajari Alkitab hari lepas hari (Mazm 119:97-100; Yoh 8:31-32); salah satu cara ialah membaca seluruh PB dua kali setiap tahun dan PL satu kali (Yes 29:13;Yak 1:21).
“ Mengajarkannya Berulang-Ulang Kepada Anak-Anakmu”
Ayat 7, salah satu cara utama untuk mengungkapkan kasih kepada Allah (ayat Ul 6:5) ialah mempedulikan kesejahteraan rohani anak-anak kita dan berusaha menuntun mereka kepada hubungan yang setia dengan Allah.
1) Pembinaan rohani anak-anak seharusnya merupakan perhatian utama semua orang-tua (Mazm 103:13; Luk 1:17; 2Tim 3:3).
2) Pengarahan rohani harus berpusat di rumah, dan melibatkan ayah dan ibu. Pengabdian kepada Allah di dalam rumah tangga wajib dilakukan; hal itu adalah perintah langsung dari Tuhan (ayat Ul 6:7-9; bd. Ul 21:18; Kel 20:12; Im 20:9; Ams 1:8; 6:20; 2Tim 1:5).
3) Tujuan dari pengarahan oleh orang-tua ialah mengajar anak-anak untuk takut akan Tuhan, berjalan pada jalan-Nya, mengasihi dan menghargai Dia, serta melayani Dia dengan segenap hati dan jiwa (Ul 10:12; Ef 6:4).
4) Orang percaya harus dengan tekun memberikan kepada anak-anaknya pendidikan yang berpusatkan Allah di mana segala sesuatu dihubungkan dengan Allah dan jalan-jalan-Nya (Ul 4:9; 11:19; 32:46; Kej 18:19; Kel 10:2; 12:26-27; 13:14-16; Yes 38:19).

“Mengajar Melalui Simbol-Simbol”
      Pengajaran di ayat 7 dilakukan secara verbal. Pengajaran di ayat 8-9 lebih ke arah visual. Keduanya penting. Yang satu tidak meniadakan yang lain. Yang satu tidak menggantikan yang lain.
Jikalau kita mengamati kehidupan bangsa Israel, anak-anak sejak kecil sudah diperkenalkan dan dikondisikan dengan nuansa relijius. Bayi laki-laki disunat pada hari ke-8. Pada perayaan-perayaan tertentu, ayah memimpin doa dan menerangkan makna di balik setiap ritual. Walaupun anak-anak mungkin tidak sepenuhnya memahami hal itu, namun kebiasaan ini tetap perlu untuk dilakukan. Pada waktu anak-anak beranjak dewasa, mereka akan memahami makna di balik setiap simbol tersebut.
Yang perlu ditekankan di sini adalah maknanya. Kata “tanda” atau “lambang” di ayat 8-9 secara eksplisit mendorong kita untuk melangkah lebih jauh daripada sekadar simbol relijius. Apa yang ditandakan, itulah yang terpenting. Sebuah tanda tidak berguna apabila tidak mengarahkan seseorang pada realita yang ditandakan.
Sayangnya, sebagian orang Yahudi telah memahami perintah ini secara hurufiah. Mereka benar-benar meletakkan kutipan firman TUHAN di dahi, lengan, intu rumah dan pintu gerbang. Tindakan ini pada dirinya sendiri memang tidak salah. Namun, jikalau tindakan ini tidak disertai dengan pemahaman yang benar dan ketaatan yang sungguh, semua itu hanyalah simbol tanpa makna.
Meletakkan firman TUHAN di tempat-tempat tertentu (tangan, dahi, pintu rumah, dan pintu gerbang) menyiratkan otoritas firman Allah pada wilayah-wilayah tersebut. Bukan sekadar ornamen yang menimbulkan kesan mistis. Bukan pula sebuah dekorasi yang memberi kesan estetika tinggi. Ini tentang pengakuan terhadap otoritas firman Allah dalam kehidupan seseorang.  
Kata “tangan” melambangkan tindakan. Kita melakukan semua aktivitas menggunakan tangan. Artinya, apapun yang kita lakukan harus mewujudkan kasih kita kepada TUHAN. Kebenaran menghasilkan kesalehan. Kitab suci menghasilkan budi pekerti.
Kata “dahi” (LAI:TB/NASB/NIV) sebenarnya kurang begitu tepat. Kata Ibrani yang digunakan lebih mengarah pada area di antara dua mata KJV/ASV/RSV/ESV). Ini berbicara tentang cara pandang. Bukan hanya apa yang sebaiknya dipandang, melainkan bagaimana kita memandang segala sesuatu. Bagaimana, bukan sekadar apa.
Meletakkan firman TUHAN di pintu rumah dan pintu gerbang menandakan sebuah pergeseran dari wilayah personal (tindakan dan penilaian) ke wilayah sosial (relasi dengan komunitas). Spiritualitas pribadi tidak pernah berhenti pada diri sendiri. Keintiman dengan TUHAN bukan pengasingan dari lingkungan. Sebaliknya, kualitas kerohanian seringkali tergambar jelas dalam kehidupan bersama orang lain.
Rumah merupakan tempat di mana ada perlindungan dan perhatian. Ada keamanan dan kasih sayang. Ada kenyamanan dan kedekatan. Semua ini bukan hanya harus ada dalam suatu keluarga, tetapi keberadaannya dinafasi oleh nilai-nilai firman Tuhan. Bukan sembarang moralitas. Bukan sekadar filantropi manusiawi.
Pintu gerbang merupakan tempat berkumpul para pemimpin kota. Para tua-tua biasanya mengambil keputusan-keputusan penting di sana. Meletakkan firman Tuhan di pintu gerbang berarti mengakui otoritas firman Tuhan dalam setiap keputusan yang diambil.
Di dalam konteks kekristenan, tidak ada yang lebih penting untuk diajarkan kepada anak-anak selain Injil Yesus Kristus yang benar dan menghidupkan. Kematian-Nya yang menyelesaikan persoalan terbesar kita, yaitu dosa. Kebangkitan-Nya yang mengalahkan ketakutan terbesar kita, yaitu kematian. Kasih Kristus yang dcurahkan oleh Roh Kudus ke dalam hati kita akan memampukan kita untuk mengasihi Allah dengan segenap totalitas kehidupan kita. Kasih itu pula yang mendorong kita untuk mendidik anak-anak dalam kebenaran. Tanpa kuasa Roh Kudus melalui injil, anak-anak tidak akan sanggup untuk mengerti, mengakui, dan mempercayai kebenaran.

Kesimpulan
            Dari uraian di atas, sesuai dengan judul tugas Filsafat Teologi mengenai “Keindahan Firman Tuhan dalam Mazmur 19:8-11, Mazmur 119, dan Ulangan 6:4-9” dapat ditarik kesimpulan bahwa Firman Tuhan bertujuan untuk membaharui hidup manusia yang telah jatuh dalam dosa. Tepat seperti konsep ortodoks mengenai wahyu Allah, wahyu khusus diberikan Allah karena manusia telah jatuh dalam dosa sehingga kerusakan akibat dosa membuat manusia tidak mampu mengenal Allah yang benar melalui wahyu umum. Namun di dalam keseluruh kitab suci yang Allah berikan kepada manusia, Allah menyatakan kehendakNya dalam bagian-bagian yang lebih detil. Dalam pengertian tertentu, kita dapat membedakan mana yang disebut sebagai hukum dan mana bagian yang disebut Injil kasih karunia.
Dalam perspektif kristiani, hidup berarti hubungan – antara Allah dan manusia. Sebagai Pencipta manusia, Allah sangat mengetahui bagaimana manusia seharusnya hidup. Seluruh keberadaan, kecendrungan, kesukaan dan segala hal yang berhubungan dengan manusia dirancang sedemikian rupa oleh Tuhan.
Kristenan yang baik haruslah mempertimbangkan kebenaran-kebenaran Tuhan dalam menciptakan keindahannya. Jika kita melihat proses penciptaan alam semesta, kita akan melihat solusi dari berbagai dilema yang dialami oleh para filsuf sepanjang zaman. Misalnya, Tuhan tidak mencipta untuk membuktikan diri, tapi menyatakan diri. Tuhan tidak pernah membuat ciptaan yang identik, jadi seni non-representatif itu sah, tetapi sekedar meniru karya orang lain tidak sah. Ciptaan penuh dengan representasi, yaitu hal-hal yang memiliki kemiripan, misalnya ayah-anak, sehingga seni representatif yang konservatif itu tidak dapat dikatakan kurang kreatif. Ciptaan yang beragam itu tetap mencerminkan satu style yang unik dari Tuhan, jadi subjektifitas dalam keindahan penting juga. Tuhan tidak pernah memisahkan fungsi dari estetika; Ia menciptakan tubuh manusia superior baik secara fungsional maupun estetis. Terakhir, Tuhan tidak membuat hirarki keindahan; semua ciptaan sama-sama diciptakan dengan ketelitian tinggi. Dari lalat sampai gajah, dari atom sampai galaksi Tuhan ciptakan dengan nilai estetis dan fungsional yang tinggi, dalam cover Firman Tuhan.
Keindahan dalam Mazmur 19:8-11, Mazmur 119, dan Ulangan 6:4-9, bagi orang Ibrani adalah cerminan perasaan keindahan mereka bersama Tuhan. Pengalaman keindahan orang Ibrani yang tertinggi ada pada lingkup pengalaman religiusnya. Mereka diteguhkan, dikuatkan, dihiburkan, dituntun dalam jalan kebenaran Tuhan, dan ganjaran untuk berbahagia bila hidup menurut Taurat Tuhan.


Entri yang Diunggulkan

Prayer In The Morning

  Prayer To God in the Morning Psalm 143:8 New International Version (NIV) 8  Let the morning bring me word of your unfailin...